TMCBlog.com – Masngudin Menjadi salah satu dari Dua Wakil Indonesia dari AHM yang mengikuti Kontes Mekanik Se-Asia -Oceania 2023 di Bangkok awal pekan ini. Mekanik dari Main Dealer Daya Adicipta Motora Jawa Barat ini menceritakan Kepada tmcblog detail ‘soal’ yang ia terima saat test Praktek kelas Komuter 1 yang menggunakan Motor komuter Honda Vario 160 dan menurut tmcblog pola pikir Mekanik Muda DAM ini cukup menguasai bagaimana seharusnya seorang Mekanik mencari tahu penyebab dan Mencoba meyelesaikan masalah motor yang diterimanya . .

Masngudin memulai ceritanya mengenai permasalahan Yang menjadi bahan Uji pada test prakter Kontes Mekanik Asia- Oceania kemarin  ” keluhan utamanya Itu motornya nggak bisa distarter Pak atau motornya mati terus yang kedua lampu seinnya nggak hidup motornya sendiri adalah  Vario 160 “

Apa yang dilakukan ?

” Oke yang pertama untuk sesi analisa Ini kan ada namanya input , proses, sama output. Input itu misal dari kelistrikan baterainya. Untuk prosesnya hadir dari part proses (Hardware) dan terakhir outputnya

” Saya mencoba menyelesaikan masalah lampu sen dulu karena malah ini bisa dikerjakan tanpa motor hidup. Setelah menguji input seperti dari saklar lampu sen di setang kiri saya langsung menguji outputnya yang untuk Vario 160 bisa dianalisa via answer back system atau sistem alarm.

” Kalau misalnya kedua sistem ini ( Alarm atau Aswer back) diaktifkan dan lampu seinnya nyala semua berarti sistem kabel-kabelnya itu enggak ada masalah. Dan ketika saya nyalakan alarm dengan ‘menggebrak’ motor datau pencet tombol answer back, lampu sen bisa menyala. Dari sana diketahui lampu lednya tidak masalah sehingga ada kemungkinan bisa dari saklarnya yang rusak atau mungkin dari relaynya yang rusak nah itu analisanya

” Untuk tipe soket Vario semuanya kan udah sistem waterproof, sehingga udah kedap air dan saklar yang sebelah kiri untuk lampu sein itu normal dan itu jadi satu kesatuan makanya saya kerucutkan analisanya ke Realay lampu sen-nya. Setelah diperiksa dengan menggunakan kabel jumper dengan metode singkatnya akhirnya saya yakin relaynya rusak dan harus diganti. “

” Terkait MASALAH KEDUA dimana Motornya nggak nyala ternyata dari sistem pengapian dimana setelah kemarin saya cek outputnya enggak ada. Nah setelah saya cek ukur tahanan atau kontinuitas nilainya sangat kecil. Seperti ada kabel lilitan koil sekunder nyang putus atau rusak karena sempat sekali di awal itu ada api kecil sekali dan setelah itu sudah hilang

” Nah setelah saya ukur dan dipastikan Eh teryata nilai tahanannya kecil sekali dan saya pastikan itu harus diganti karena input-nya bagus, sementara proses tegangan puncaknya pakai pick voltage juga bagus. Karena output bermasalah, maka saya putuskan bahwa itu (koil) yang perlu diganti. “

” Waktu saya Minta ganti (relay sen/flasher dan Koil) dan dikasih berarti betul yang saya minta itu memang yang bermasalah. Saya cek juga tahanan di tutup busi, ternyata nilai tahanan( resistansi) tutup businya masih bagus. “

Lihat Kan, Bagaiamana dia melihat Latar belakang penyebab masalahnya Mulai dari Masalah lampu sein Tidak hidup dan Motor tidak bisa di starter. Di akhir penjelasan Masngudin bilang bahwa Soal soal di Kontes Mekanik Asia – Ocania 2023 ini pada dasarnya lebih dekat dengan persoalan keseharian yang ia temui di Bengkel AHASS dibandingkan dengan soal soal di Test Regional dan Nasional yang cenderung memiliki level kesulitan lebih berat.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

14 COMMENTS

  1. kalo di sini ganti koil dan flasher mungkin sebagian gak mau beli yang ori, maunya diakalin atau beli yang aftermarket
    Kalo di Ahass ganti koil+flasher+jasa habis berapa kira2?

  2. kalo selama ini selalu mempublish betapa pro nya mekanik Ahass kenapa ngak sesekali mengulik beberapa keluhan pelanggan awam yang memasrahkan perawatan motor kesayangannya ke ahass karena mereka buta tentang ilmu permotoran

    beberapa kalimat template dan mungkin kejar target penjualan sparepart sehingga pelanggan awam yang sebenernya kondisi part nya masih layak terpaksa d ganti dengan dalih sudah tidak layak pakai

    saya ngomong begini karena punya pengalaman kurang menyenangkan dengan Ahass dan tentu d perkuat dengan pengalaman orang² yang berbagi d berbagai medsos

    oh iya, ketika saya gak sengaja meninggalkan form komentar dan mau nulis lagi, kadang sebel buka tab baru nya kadang sampe 30x baru bisa ngetik lagi

    • kalo saya sih lihatnya bukan di mekaniknya, tapi ke Ahass nya sendiri, ahass langganan saya rame banget karena mekaniknya (kepala mekaniknya sih) pinter + gak komersil ganti sparepart.
      mungkin karena sekalian jualan motor nya juga kali ya, jadinya ga mau yang aneh2 ke customer.

  3. Kebayang mekanik ahass banyak banget sampel ujinya. Persoalan gini doang udah merem kali.
    Trouble shooting nyari rootcause udah cemilan harian.

  4. Ketika masalah ini sudah ketemu sumber masalahnya, muncul lagi masalah baru… “inden part” yang waktu indennya ga pasti (utk slow moving parts) dan akhirnya motor ditinggal di ahass

  5. Termasuk gak itu kampas vario 160 yang tiap bulan mesti ganti ? asli aneh beut itu kampas, sampe riset gw pasang di vario 150 gw, dah jalan 4 bln masih anteng aja itu kampas…. om taufik tlng sampein ke empunya donk

  6. pada prakteknya semua tergantung “instruksi bos”, tawarin lgsg ganti apa mau dicoba maksimalin dl (entah butuh tambah grease, semprot contact cleaner, di solatip atau apalah tergantung partsnya).. yg penting jangan iya2 aja kita jadi konsumen.. klo ragu ato keberatan usahain ga usah mau diganti.. bilang aja next servis aja di ganti.. selama masih bs nyala dan jalan.. trus inget2 apa yg dibilang harus ganti itu, trus tanya ke bengkel biasa yg udah dipercaya (klo ada) beneran mesti ganti apa masih oke utk bbrp lama.. lagian setau gue part2 otomotif sebagian masih bs di ukur kondisinya, 80/60/40%, yg kalo 40% memang sudah harus diganti, kayak kampas2, tali gas/kopling..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here