TMCBLOG.com – Masih ingatkah sobat sekalian ketika sebelum ini mantan pembalap Yamaha yang juga mantan test rider mereka – Jorge Lorenzo sempat mengatakan bahwa Yamaha kali ini sedang dalam keadaan tersesat. Keadaan yang mungkin bisa dihindari jika dulu mereka tidak menghentikan kerjasama dengan Jorge Lorenzo sebagai test rider.

” . . . Saya pikir saya mengenal motor dengan sangat baik dan bisa membantu mereka menemukan cara untuk mengembangkan motor. Sekarang mereka memiliki pembalap penguji lain. Dari luar sepertinya mereka sedikit tersesat.” begitu kata Lorenzo.

Fabio Quartararo setelah itu sempat sedikit merespon di Le Mans dengan mengatakan bahwa Jorge Lorenzo tidak memiliki efek apapun dalam pengembangan Yamaha M1 ketika menjadi test rider. Salah satu alasan yang sempat diungkap Fabio saat itu adalah karena laptime Jorge yang sudah tidak cepat lagi.

“[Namun] Jika saya ingat benar, Jorge sangat jauh dalam hal laptime. Tentu saja Jorge adalah seorang legenda, dia memenangkan banyak gelar, tapi saya tidak berpikir dia bisa benar-benar mengubah apapun.” begitu kata Fabio. Setelah itu pekan ini kita bisa dengar bahwa akhirnya petinggi Yamaha Motor Racing – Lin Jarvis juga ikutan merespon hal ini dengan mengatakan. . .

“Pada tahun 2018, kami mempekerjakan Jorge Lorenzo. Dan Fabio Quartararo menggaris-bawahi di Le Mans bahwa jika kami melanjutkan dengan Jorge, itu tidak akan mengubah hasil hari ini. Saya setuju Fabio. Karena kami sangat senang dengan Cal. Dia pekerja keras, dia selalu cepat dan dia menggambarkan dengan sangat akurat bagaimana perasaannya di atas motor.”

Jarvis melanjutkan; “Saya kira masalah kita saat ini tidak terkait dengan pengetesan. Kami berjuang dengan masalah teknis dan pengembangan. Pembalap penguji tidak bertanggung jawab atas desain sepeda motor.”

“Hanya orang yang tidak tahu apa-apa yang dapat mengatakan bahwa test rider memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan motor. Sangat penting untuk memiliki test rider yang cepat yang dapat mengatur kecepatan yang baik di trek Grand Prix dan memberikan umpan balik. Tapi sisanya harus diurus oleh para insinyur.” – @tmcblog

35 COMMENTS

  1. Iya sih,mau test rider dewa nyrocos detail sampe berbusa kalo insinyurnya planga-plongo,ya sama aja

    Jadi kesimpulannya,bajak binoto aja

    • Insinyur bagian apa dulu nih yg plonga plongo..

      Waduh.. binoto sampai ke motobiji bisa seru, tp om Binoto ini tipe badut loh, dan harus memegang kekuasaan penuh jika dia menjabat, seperti Gigi atau Rivola..

      Mau apa gak tim jepang dengan model seperti itu.

  2. Bentar lagi lord hohe pasti balas perkataan bijak wkwkwk..blm tau aja jurus pawang M1 butter hummer kalo sekali getok hilang dipandangan

  3. “Saya kira masalah kita saat ini tidak terkait dengan pengetesan. Kami berjuang dengan masalah teknis dan pengembangan. Pembalap penguji tidak bertanggung jawab atas desain sepeda motor.”

    Kalo gak di tes, gimana bisa tau solusi masalah teknis dan hasil pengembangannya? Udah tau masalahnya kan lebih enak desain motornya. Masalah Lorenzo pelan? Kalau dia masih kenceng, Morbidelli udah out dari dulu.

    • Jadi jelas kan.. kalau omongannya jarvis itu ada bumbu bumbu politiknya..

      Entah buat menyenangkan pembalap utamanya.. atau buat nutupin kesalahan strategi jangka panjangnya.. apalagi dengan gosip rungkad dari motogp.

      Tes rider cepat hanya punyanya KTM.. yg lainnya gak secepat doi.

      Diingat ingat kebelakang, filosofi yamaha dalam membuat motor itu dimulai dari Rangka baru ke mesin.

      Dengan tuntutannya Fabio untuk Power lebih, sepertinya Filosofinya sedikit diubah urutannya..

      • i don’t think that will be easy to make sure which one earlier: “egg or chicken” right?
        I’m only a reader of this blog that don’t know anything about technical things,…
        hahahaha…

  4. Fingsi tis ridir ti ngetes part . Paham sodara2 sebangsa setanah air. Barang ini tergantung seberapa sensitif tisridirnya. Hohe ngemeng emang ada betulnha. Kalo tisridirnya tik sinsistif ya sesat motornya

  5. Tapi menurut gw sih Yamaha meskipun dpt test rider bagus tapi kalo ga sejalan dgn riding stylenya Fabio kyknya tetep bakal didepak, dan gw setuju apa yg dibilang Lorenzo dibagian kalo Yaamha tersesat saat ini,

  6. “Sangat penting untuk memiliki test rider yang cepat yang dapat mengatur kecepatan yang baik di trek Grand Prix dan memberikan umpan balik.” maksudnya yang penting laptime ga jauh2 amat dari rider reguler? Lagian juga cal ini birokratif.

    Lu juga jangan sombong Fab “saya pikir dia tidak benar2 bisa mengubah apapun?” What?, udah diikutin naik top speed yang ada apa amburadul kan di sektor lain. Alhasil balik ke base 2021. Kocak gaming emang. Lagian Lorenzo kan pengalaman, di Yamaha cuma waktu itu pas covid aja jadi terkendala. Hadeh

  7. Jadi jelas kan.. kalau omongannya jarvis itu ada bumbu bumbu politiknya..

    Entah buat menyenangkan pembalap utamanya.. atau buat nutupin kesalahan strategi jangka panjangnya.. apalagi dengan gosip rungkad dari motogp.

    Tes rider cepat hanya punyanya KTM.. yg lainnya gak secepat doi.

    Diingat ingat kebelakang, filosofi yamaha dalam membuat motor itu dimulai dari Rangka baru ke mesin.

    Dengan tuntutannya Fabio untuk Power lebih, sepertinya Filosofinya sedikit diubah urutannya..

  8. Sebagai mantan pembalap & pernah jurdun dengan Yamaha. Bagiku ucapan Lorenzo tak ada yang salah, dia sudah tahu seluk-beluk M1.secara kapasitas tak diragukan.

    Soal laptime yang lambat, mungkin terpengaruh akibat pemulihan cidera setelah naik Honda.

  9. Michele pirro jg tak sekencang pecco, laptime beda jauh tp ducati bs jawara, lorenzo seperti kehilangan nyali setelah retak tulang belakang ketika di honda, intinya teknis dan pengembangan kt jarvis

  10. Begitu juga dengan Honda seharusnya ganti juga test rider nya, sebagai tes rider bradl juga ketinggalan jauh banget saat menggantikan MM

  11. Bang lore gak nyerang lin aja nih, gak ada yg nyuruh dia mundur. Padahal udah lama menjabat tapi lebih banyak gagalnya dan bertahan lama. Kalo puig baru setahun dua tahun gagal aja udah banyak yg nyuruh mundur wkwk

  12. Saya sbg vlogger otomotif kelas teri ingin ikut urun rembug. JL99 sangat pas dgn karakter i4 yamaha namun saat itu dia cedera krn sempat ke ducati dan honda. Ini jg pilihan salah buat jl99 terlepas dr cuan. Nah yamaha jg agak salah pilih pembalap CC sbg tes rider..dmana dia malah lbh lama pakai v4 sehingga gaya tesnya sedikit banyak memperngaruhi setup dan plan insinyur kedepan. Dmana karakter yamaha akan lebih liar sehingga pembalap yg terbiasa pakai i4 speedcorner ala JL maupun Fabio bakal mulai meraba raba lagi. Buktinya semakin ditambah power malah keseimbangan ditikungan berkurang. Bisa jadi tes rider yg lebih pas yg bergaya lembut ala jl99. cmiiw

  13. Alessandro utamonyo yaaa…
    Lorenzo gak fokus Test, asik ke nyaii Indonesia dan jelalatan ke Ducati mau comeback

    YFR mencium gelagat tersebut akhirnya dapur ditutup rapat-rapat dan usir mata mata bernama Lorenzo, dan berakhir sudah

    Gitu sih pemikiran ku

  14. krn filosofi Yamaha dimulai dari sasis. mengubah mesin sj malah akan berantakan. kudu sepaket sama sasisnya

  15. Lorenzo jelas ada pengalaman sukses jadi development rider.
    Musim 2012, musim pertama kembalinya kubikasi 1000cc 4 cylinder dari 800cc, dengan Lorenzo sebagai rider referensi Yamaha M1 sukses jurdun.
    Mengalahkan Honda RCV yg mengandalkan Dani Pedrosa sebagai referensi.
    Kalau bukan karena kehebatan Marc Marquez, musim 2013 & 2014 mungkin juga jadi milik Lorenzo.

    Di lain sisi, Crutchlow juga bukan rest rider yg jelek.
    Crutchlow menjadi pembalap sekaligus test rider bayangan sepanjang musim 2015 & 2016 saat Honda berjuang memahami ECU Magnetti Marelli & ban Michelin. Membebaskan Marquez untuk fokus hanya untuk mengejar kemenangan.
    Awal musim 2023 saat paket lengkap mesin, chassis, & aero 2023 turun bersamaan, Crutchlow sudah memberi peringatan bahwa Yamaha menghadapi masalah besar di depan yaitu mesin yg terlalu agresif.
    Artinya sensivitas dan feedback Crutchlow cukup baik.

    Sepertinya Lorenzo didepak dari test rider 2018 karena Yamaha mendapati agenda lain dari Lorenzo yg mencoba main mata dgn Ducati untuk kembali membalap di tim Ducati pada musim 2019.
    Makanya semua agenda test 2018 dgn Lorenzo setelah test pertama dibatalkan, walaupun rugi membiarkan Lorenzo makan gaji buta.

    Btw, menurut saya Quartararo bukan tipe pengembang motor.
    Dia 1 tipe dengan Vinales.
    Cuma lebih kencang dan jago saja bawa motornya

  16. Dri omongan lin jarvis ini sama aja bilang klau dani pedrosa tidak memberikan hasil apa apa untuk pengembangan motor

  17. Atau bisa dimaknai dengan, engineer Yamaha saat ini payah. Jadi ya bener, test rider sebagus apapun bakal useless. Ehe ehehehe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here