TMCBlog.com – Sampai Di seri Le Mans, KTM Motorsport masih menginginkan Bintang Muda mereka – Pedro Acosta – Untuk tetap di Moto2 paling tidak setahun lagi di 2024 nanti. Namun Kegigihan Tekad Acosta yang tetap ingin Naik Ke MotoGP dikombinasi dengan Hasil ciamik di Mugello dan Sachsenring sepertinya membuat KTM ketar ketir, takut kejadian Jorge Martin Terulang dimana Asset yang mereka didik semenjak belia dibajak Pabrikan Lain. Via motorsport spanyol didapatkan informasi bahwa sepertinya sudah ada kesepakatan antara Pihak Acosta dan KTM untuk maju ke MotoGP 2024.

 

Albert Valera, Manager Pribadi Acosta mengatakan ” Kami ingin memberi KTM kesempatan (prioriyas) pertama untuk bersama naik ke MotoGP dengan mereka, di luar opsi yang dimaksud dalam kesepakatan antara kedua belah pihak. KTM selalu berperilaku sangat baik dengan Pedro , dan dia sangat berterima kasih”.

Yes, KTM diberikan prioritas utama Oleh Fihak Acosta untuk menjadi pelabuhannya di kelas Primer Musim 2024 nanti dan jika sudah begini memang sekarang giliran KTM yang menyusun Opsi di Tim Mana Acosta akan bernaung. Acosta sendiri tidak mempermasalahkan apabila ia membalap dengan KTM di Tim Pabrikan ataupun tim merah satelit mereka yang di-branding dengan nama GasGas sekarang.

Secara umum memang saat ini Opsinya mungkin dilakukan KTM ada dua. Pertama adalah meresufle line Up GasGas dengan cara melepas salah satu di antara Pol Espargaro atau Augusto Fernandez . . Atau KTM berhasil kembali meluluskan Proposalnya kembali ke Dorna perihal pembentukan satu Team baru berisi satu pembalap yang akan di-Manage oleh Ajo Motorsport khusus buat Acosta.

Dorna memang masih memegang idealisme bahwa slot yang ditinggalkan Oleh Suzuki harus diisi kembali oleh Team Pabrikan baru. Namun Pedro Acosta jelas adalah fenomena yang mungkin bisa membuat mereka berfikir lagi untuk yang kedua kali mengenai kebijakan ini.

Menurut tmcblog, Fenomena hadirnya pembalap seperti Acosta saat ini mungkin hampir bisa disamakan dengan fenomena dulu ketika hadir nama seperti Valentino Rossi  atau Marc Marquez. Lagi pula  di tengah hadangan tantangan hegemoni “mesin di atas Pembalap” seperti saat ini, Sepertinya Acosta bisa jadi solusi yang menghangatkan peta persaingan MotoGP tahun tahun mendatang dengan talenta uniknya.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

25 COMMENTS

    • tanggung sebenarnya proposal satu team baru berisi satu pebalap, sekalian dua nampung marc,
      dari sisi marketing motogp itu akan menjual. marc satu team dengan ‘new marc’ acosta. mantan rising star dengan calon rising star
      dan tontonan ada kemungkinan kembali lebih bergairah dengan marc kembali kompetitif, secara saat ini motor ktm lebih baik dari honda.

  1. Kalo ke pabrikan jepang difficulty nya mungkin akan very hard,tapi kalo mereka berhasil bangkit hegemoni mereka jg gak bakal cepat buat di robohkan (kecuali emang niat promotor dr balik layar)

  2. Bisa digaris bawahi bahwa Dorna membuat kebijakan bisa berdasarkan klausul permintaan pabrikan atas dasar situasi & kondisi

  3. Ane berandai-andai ngaco aja nih ye, semisal KTM sama sekali tidak bisa nyedian slot. Berani ga ya Redbull minjemin Acosta untuk ditempatkan di tim lain selain KTM (khusus satelit).
    Dalam artian Acosta punya kontrak khusus (secara pribadi) entah dengan Redbull atau KTM secara langsung, tapi dengan penempatan sementara di tim lain dengan jangka waktu tertentu (setahun misalnya). Tentunya juga ada Deal-Dealan dengan si pemilik team (dalam bentuk sponsornya misalnya) xixixix 😀

  4. ikutan berandai-andai ngaco. bisa ada 2 skenario.

    1. acosta dikontrak KTM 2 taun tapi di taun 24 dia dipinjemin ke gressini, tau 25 balik ke KTM. gressini tetep untung biarpun acosta cuma setaun tapi dia rising star yg bisa bawa banyak sponsor. acosta untung krn naek ke motogp dapet motor paling bagus. KTM ga kehilangan acosta. palingan ducati yg ga setuju takut acosta jadi mata2 KTM

    2. gasgas ada 3 pembalap yang rela digilir setiap race. ini jelas ga ideal tapi masih lebih baik dari pada “buang” 1 pembalap yang masih ada kontrak

    • Jelas Ducati corse punya hak veto untuk mencegah kebocoran info teknis Desmosedici andalannya dong mas. Spy gate yg merugikan McLaren 100jt euro aja hanya karena karyawan biasa, apalagi ini yg beneran jadi joki.
      Contohnya? sesederhana formula CoG Desmo bisa sebalance itu saat cornering, atau saat aksel dan desel. Atau apalah yg teknis gw ga gitu paham.

      • ” Pemilihan pembalap sebagian besar menjadi tanggung jawab Gresini Racing,” kata Ducati Corse Sporting Director, Paolo Ciabatti. di artikel tmcblog yg baru

        hmm menarik

  5. repot juga jadi ktm, disatu sisi banyak produksi talenta2 berbakat, disisi lain kalo udah jurdun mau2 ga mau pasti bakal naik kelas. repotnya kalo seat di pabrikan ktm penuh kaya gini ni

    • Sebenarny gak terlalu repot untuk kali ini, hanya saja mereka bikin repot dgn tetap mempertahankan pol yg udah tua minim prestasi 10thun d motogp dgn 3 pabrikan berbeda blum pernah menang 1x pun, gak bagus jdi rider developer dan gak punya mental juara jika d jadikan ujung tombak perebutan gelar, daped udah jdi test rider ktm pun pol tetap gitu² aja gek bisa menggali potensi motor yg sebenarny udah d kulik daped tunggu datang binder baru dah kelihatan tuh progres rc16. Itu aja d lengserkn untuk mendatakang acosta, jika pertimbanganny pol dgn canet atau pol dgn vietti okelah wajar bimbang, tpi ini acosta bkat muda vs pol yg uda tua dan tak berbakat

  6. Dorna dengan segala rekam jejak hypocrisy-nya masa sesulit itu ngasih kelonggaran buat tim satelit baru. Toh ini juga kontrak berjangka bukan begitu masuk langsung permanen dan boleh ngaku2 as founding fathernya motogp kok.
    Ancaman terbesar saat ini adalah dominasi Ducati yg patut segera dicari usaha preventifnya termasuk menambah SDM dan teknis berkualitas yg dalam hal ini memang KTM yg paling siap.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here