TMCBLOG.com – Dua dari High Side di Sachsenring pada Race weekend sebelumnya menyisakan banyak titik cidera Buat Seorang Marc Marquez. Catat Saja retak di jempol Kiri, Pergelangan Kaki retak dan Cidera tulang Rusuk. Dari ketiga Cidera Utama ini salah satu yang membuat Marc Marquez harus menurunkan Levelnya sehingga hanya bisa finish di Posisi 19 sejauh 1,422 detik di belakang Bezzechi di Hari pertama Pra-Kualifikasi MotoGP Assen 2023 adalah Cidera retak di Tulang Rusuk keduanya. Hal ini Diakuinya di depan Jurnalis pada Post Friday Media Scrum yang bertempat di HRC Hospitality Assen.

“Saya menderita. Pergelangan kaki dan jarinya retak, tapi ini tidak apa-apa. Dapat diterima. Tapi tulang rusuk, di sektor terakhir terasa sakit dan terutama ketika saya mulai bernapas lebih banyak, semakin sakit, dan saya kehilangan banyak waktu. “

“Selalu ketika saya menggunakan otot dada, itu menyakitkan dan titik pengereman serta ketika mengubah arah Anda menggunakan otot ini sepanjang waktu.”

“[Setelah] momen itu, saya lebih berhati-hati. Karena momen yang Anda lihat di TV di luar kebiasaan. Jadi saya tidak mengharapkannya. Dan untuk alasan itu, jika Anda melihat sektornya, saya push di Sektor 1 dan Sektor 2, tetapi kemudian di Sektor 3 dan Sektor 4 saya menutup gas dan menyelesaikan putaran karena ada tikungan cepat ( T15 : Ramshoek Corner) dan saya tidak ingin jatuh di sana. “

“Satu-satunya titik di mana saya merasa kurang lebih baik adalah T1, karena itu adalah tikungan lambat dan di situlah saya mendorong dan mencoba untuk lebih cepat. Tapi saya sepanjang hari hanya cruising, mencoba berbagai hal dari satu sesi run ke sesi lainnya. Untuk mencoba dan melaju satu setengah detik lebih cepat tidaklah mudah. “

“Dan di sanalah saya melakukan kesalahan [di belakang Vinales] karena saya tidak terbiasa mencapai kecepatan itu di tikungan itu. Tapi itu adalah crash yang sangat lembut. ”

Itu Hari Jumat, Bagaimana hari Sabtu dimana Marc harus mengikuti Sesi Kualfikasi 1 dan 2 serta Sprint race ? ” di Kualifikasi 1 saya akan mencoba sedikit menekan untuk tidak memulai di baris terakhir, untuk mencoba memulai di baris kedua terakhir mungkin, atau ketiga terakhir. Dan selesaikan akhir pekan”

17 COMMENTS

  1. Buat orang biasa yg cedera retak rusuk,buat membungkuk aja udah sakit banget,apalagi harus tuck in dan gelantungan di motor
    Walaupun pake pain killer,pasti tetap mempengaruhi kepekaan dan kesigapan tubuh

  2. poor Marc, pakai full mode sunmori aja dulu lah, yg penting badan utuh dulu, menjelang cedera sembuh, motornya ga bisa diharap

  3. Yang penting finish aja lah.emang motornya nggak bisa di ajak kenceng.mau di push pakai gaya apapun kalo motornya nggak mendukung ya susah.semoga paruh musim kedua bisa mambaik.biar ada perlawanan.masak ducati terus.

  4. Front End Tyre Michelin kyaknya udah limit buat motor jejepangan, gak bs di’siksa’ sm MM 93 lg. Gampang ‘ngebalon’ klo kena dirt air rombongan Ducati cs. Apalagi doi jago bawa motor buas pake gaya RWD (flat track). MM 93 versi ekstrimnya racing style Kuri Kuri Boy, Stoner. Makin sering MM 93 ‘terbang’. Gak tau klo taun dpn Michelin mo ngeluarin ban dpnnya sekeras kayak Bridgestone. Makin seru kali. Yamaha jg gitu. Enginenya makin liar. Ban dpan mlempem Michelin yg gampang ‘kritis’ gak bs ngakomodir racing style Fabio yg udah kombinasi hybrid racing style JL 99. Klop dah. Apalagi M1 tipikal susah dibawa style ngesot2. Kudu smooth. Skrg musti dibawa gaya2 bawa V4. Motor jejepangan makin nyungsep. Muscullar memory rider acenya musti direset. Tp gak gampang.

    • Harus diakui Aero nya para jepang gak SE yahud eropa, sehingga kalo ditikungan terlalu membebani ban depan
      Apalagi Honda karena distribusi bobot agak dibalikin ke depan ditambah Aero jadi berat terkonsentrasi kedepan sehingga kadang ban belakang sedikit ngangkat/gak dapat grip tiba2 jadilah sering terjadi highside sekarang seperti yg sering dialami mir,rins,Marc,taka

  5. dah habis era kejayaan..
    siklus 10 tahun dan alien baru telah tiba
    akademi balap sudah di buat
    duduk manis main motor gas tifiz tifiz di akademi

  6. Posisinya telah melampaui ucapannya, untuk apa balapan kalau hanya berebut p7 dst
    Bayang2 pensiun dini coba ditepisnya tp hasilnya malah semakin jelas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here