TMCBLOG.com – Di race weekend GP Inggris sirkuit Silverstone 2023 akhir pekan ini, kita akan melihat sedikit perubahan format race weekend di mana hanya pada 60 menit sesi latihan (Practice) kedua di siang hari Jumat lah yang akan jadi babak pra-kualifikasi dimana akan menentukan 10 pembalap yang akan lanjut ke sesi kualifikasi kedua (Q2). Secara umum awalnya dari 5 pabrikan MotoGP hanya Ducati yang tidak mengusulkan perubahan format balap ini. Aprilia adalah salah satu yang menyetujui perubahan format pada paruh musim kedua 2023 ini, namun mereka memiliki usul format balap lain sob . .

Kepada Speedweek, Massimo Rivola mengajukan usul format balap yang menurutnya akan jauh lebih menarik lagi ; β€œAprilia bahkan menyarankan untuk tidak menghitung kedua sesi latihan untuk promosi ke Q2 di hari Jumat. Maka hari pertama pelatihan bisa menjadi sedikit lebih santai. Hari Jumat dapat digunakan untuk menyetel dan menguji spare parts baru dan mengembangkan motor, kemungkinan juga untuk FP3 pada hari Sabtu.”

“Maka pembalap tidak akan sering berada dalam mode serangan waktu, di mana mereka mempertaruhkan nyawa untuk mencapai waktu putaran untuk sepuluh besar. Anda dapat langsung mengubah seluruh format kualifikasi. Kualifikasi Formula 1 dengan kualifikasi 1, 2 dan 3 menurut saya sangat atraktif dan seru.”

Yes, format yang diusulkan oleh Rivola adalah format pada ajang Formula 1 dimana pada balapan jet darat tersebut lima pembalap dengan laptime paling lambat dari 20 pembalap Formula 1 yang tersingkir di Q1 akan menempati posisi grid 16 sampai 20. Lima pembalap paling lambat di sesi Q2 akan menempati posisi 11 sampai 15 sesuai waktu lap. Dan di akhir sesi kualifikasi yakni Q3, sepuluh tercepat bertarung untuk posisi 10 grid teratas. Dan mungkin MotoGP bisa mengadopsi dengan tiga kali 15 menit per-sesi kualifikasi. Menurut kalian format seperti usulan Rivola itu menarik nggak?

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

15 COMMENTS

  1. Ah ga kreatif lu, udah ngadin hero walk, naik bus, sekarang format mau disamain persis? Kirain yg mau disamain tadi sistem kualifikasi sendiri buat sprint

    • Kirain juga mau dibuat begitu. Kualifikasi di hari Jum’at buat posisi starting grid utk Main Race di Hari Minggu. Lalu kualifikasi Sprint Shootout di hari Sabtu pagi/siang untuk Sprint Race di sore harinya.
      Untungnya usulan Rivola bukan seperti itu. Intinya MotoGP butuh pembalap iconic yg entertaining saat Race maupun setelah finish.
      Kalau ada pembalap seperti itu, saya rasa Sprint Race tidak perlu diadakan di setiap sirkuit. Cukup 6 – 8 sirkuit saja setiap tahunnya.

  2. Waktu Q1 bakal crowded sih,siap siap aja bakal banyak drama mencak2 karena waktu hotlap merasa dihalangi dll,belum lagi kalo ada bendera kuning laptime langsung dibatalkan dan harus nunggu evakuasi selesai,waktu 15 menit berasa sekejap mata πŸ˜‚πŸ˜‚

  3. Kayak formula E aja sekalian.ada batle 2 pembalap tapi di kasih jarak keluar pitnya.dan nggak boleh towing.
    Tapi yang penting sih balapnnya yang seru.bukan Qualifikasinya.penonton nggak melihat seberapa top speed motor motogp tapi seberapa banyak adu overtake.kalo bisa kayak moto3.

  4. Dulu kala ga ada FP-FP an, yg ada latihan dan kualifikasi. Lalu supaya menarik sejak hari pertama, maka latihan dijadikan babak kualifikasi. Supaya menjual buat tayangan tv dan tontonan di sirkuit.
    Nah, IMO tp karena sekarang udah ada sprint race, usulan Rivola patut dipertimbangkan. Meminimalisir risiko crash juga tho.

  5. menarik, memperkecil kemungkinan yg lagi hotlap kena yellow flag, rasanya emg nyesek udah bagus2 dan lagi on fire, eh hasilnya lap time cancel cuma krn kesalahan orang laen, yg gak ada hubungannya sama yg lg on fire itu

  6. Ini boleh setuju.. Intrik Selama kualifikasi minimal dapet lah, mekanik bakal lebih kerja keras & jadi ajang yg bisa bikin pbalap langganan front row diposisi belakang

  7. Jangan kaget kalo cara ini dilakukan bagiono bisa di posisi 20 karena gagal kualifikasi akibat gagal mesin ( contoh aja)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here