TMCBlog.com – Aleix Espargaro meraih kemenangan MotoGP keduanya sebagai kemenangan GP keduanya dalam karirnya setelah GP Argentina pada tahun 2022. Selain itu, ini adalah kemenangan kedua Aprilia di kelas utama. Kemenangan Aleix Espargaro di race utama MotoGP Inggris Silverstone 2023 menandakan pembalap berbeda ke-9 yang pernah menang di sirkuit ini setelah Jorge Lorenzo (2013), Marc Marquez (2014), Valentino Rossi (2015), Maverick ViƱales (2016), Andrea Dovizioso (2017), Alex Rins (2019), Fabio Quartararo (2021) dan Francesco Bagnaia (2022).

 

Kemenangan Aleix Espargaro kemarin pun spesial karena Aleix Espargaro menang setelah start dari posisi ke-12. Dari statistik balapan kering, kemenangan Aleix dari P12 merupakan kemenangan dari posisi grid terendah kedua sejak kejadian Marco Melandri di GP Turki 2006 yang menang setelah start dari dari urutan ke-14.

Finish di posisi dua di Silverstone tahun ini, Bagnaia menorehkan podium Grand Prix ke-49. P2 di Inggris ini adalah podium ke-26 di kelas MotoGP dan podium yang keenam sejauh musim ini. 6 podium Pecco ini sementara merupakan angka terbanyak yang ditorehkan oleh pembalap reguler tahun ini. Johann Zarco dan Marco Bezzecchi berada di urutan kedua dengan empat.

Dengan Francesco Bagnaia finish P2, Ducati memperbarui rekornya dengan mencatat rekor selalu podium di 35 balapan MotoGP Grand Prix berturut-turut. Dengan Aleix Espargaro, Bagnaia dan Binder di podium Inggris, ini adalah pertama kalinya tiga pabrikan asal Eropa : Aprilia, Ducati dan KTM berbagi podium di kelas premier. Oh ya BTW, tinggal dua pembalap tercatat terus berhasil konsisten menorehkan poin dalam sembilan balapan Grand Prix pertama musim ini: Franco Morbidelli dan rookie Augusto Fernandez.

Secara umum Pecco Bagnaia yang meraih 20 poin di dua balapan Inggris berhasil menjauh 6 poin lebih jauh dari kejaran Jorge Martin pada tabel championship yang hanya memperoleh total 14 poin dari dua balapan Silverstone. Jarak Pecco dari Bezzecchi pun kini kian jauh. Namun pendulang poin terbanyak dari dua balapan Silverstone adalah Aleix Espargaro dengan 30 poin total. Dan ini membuat Aleix naik dua peringkat menjadi posisi 6 pasca Silverstone dengan jarak 107 poin dari Pecco Bagnaia yang memimpin championship.

Di Silverstone, Honda menorehkan rekor buruk baru dimana tak ada satupun pembalapnya yang menorehkan poin. Ini pun membuat jarak Honda dan Yamaha di dasar klasemen pabrikan/konstruktor pun mendekat dari 7 poin menjadi hanya 5 poin menjelang seri Austria nanti.

Sementara itu di klasemen team secara umum Repsol Honda mendulang rekor baru juga untuk kategori tim pabrikan yakni 6 kali balapan tanpa perolehan poin disusul oleh LCR Honda yang juga baru kali ini tanpa poin dari satu seri Grand Prix.

Jorge Martin memimpin klasemen pembalap Independent/satelit dengan 173 poin dan berjarak 6 poin dari kejaran Bezzecchi. Para pembalap Ducati memenuhi top 5 pembalap satelit terbaik di papan klasemen.

Sementara itu Pramac Racing semakin menjauh dari kejaran VR46 racing team dalam klasemen team satelit terbaik 2023. Tiga team satelit Ducati mengisi top 3 sementara team satelit Aprilia mengisi posisi dasar klasemen sementara team satelit. – @tmcblog

 

 

 

11 COMMENTS

  1. Sejak ditinggal Litle Samurai Honda hilang arah…bayi alien terbukti pembalap sejati (gak bisa/bukan pengembang motor) …wkwkw

  2. Tanpa bantuan tim satelit LCR, posisi terbawah klasemen Constructor pun akan jadi milik honda.
    Benar2 mengkhawatirkan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here