TMCBLOG.com – Masih ingat kan bagaimana mentalitas Johann Zarco ketika baru pindah dari Yamaha Tech3 ke RedBull KTM beberapa tahun yang lalu? Saat itu KTM RC-16 masih bayi banget dan tentunya masih dalam upaya mencari jati diri serta bentuk sehingga secara empiris menampilkan motor yang serba kekurangan dan belum kompetitif kala itu. Dan kala itu Zarco menyikapinya dengan negatif plus menampilkan beberapa hal yang kontra produktif dimana pada ujungnya mengantarkannya hengkang dari KTM di tengah musim berjalan.

Situasi Honda saat ini kurang lebih mirip dengan KTM saat itu dimana motornya tidak kompetitif. Banyak orang takut Zarco akan mengulang apa yang ia lakukan saat itu ke Honda saat ini . . Lalu bagaimana tanggapan Zarco ketika diingatkan mengenai apa yang pernah ia lakukan di masa lalu ini?

“Saya cukup senang dengan ketertarikan Honda. Saya penasaran ingin melihat motornya untuk tahun depan. Saya yakin bahwa mereka memiliki kekuatan untuk berinvestasi dan mencari solusi. Jika saya bisa menemukan jalan keluar bersama mereka, saya akan bangga. Saya masih yakin Marc adalah pembalap yang bisa menang dengan motornya jika motornya bekerja lebih baik. Karena dia tetap menjadi pembalap yang luar biasa ketika dia merasa baik-baik saja.”

“Saya ingin menjalani tantangan ini dan saya akan menjalaninya dengan lebih baik dibandingkan saat di KTM. Saya lebih dewasa dan oleh karena itu saya tahu bahwa jika ada masalah, saya akan mampu menanganinya dengan lebih baik dibandingkan sebelumnya.” sahut Zarco.

“Saya tidak bisa mengendalikan rasa gugup saya selama berada di KTM, tapi sebelumnya saya hanya mendapatkan pengalaman bersama Yamaha,” Johann sedikit Flashback “Gaya berkendara saya telah banyak berubah selama beberapa tahun terakhir bersama Ducati. Gaya berkendara alami saya adalah Yamaha, tapi saya tidak bisa berkendara seperti itu lagi. Saya mengubah banyak hal dan saya lebih sadar dengan apa yang terjadi pada motor sekarang.”

Tentu saja saya lebih suka menang, tapi saya juga suka melihat banyak hal dan lebih memahami apa yang dilakukan pembalap lain dan apa yang bisa kami lakukan. Saya masih sangat kompetitif, jadi ini saat yang tepat untuk mencobanya. Dan kontrak dua tahun akan menghilangkan sebagian stres dan beban di pundak saya.”

Ketidakpuasan pendahulunya, Alex Rins, juga tidak membuat Zarco pusing: “Dibandingkan dia (Rins), saya punya karakter dan cara kerja yang berbeda. Saya rasa saya memiliki lebih banyak pilihan dalam hal membalap. Dari 2017 hingga 2022 dia berada di Suzuki selama enam tahun, jadi saya bisa membayangkan kepindahan itu merupakan kejutan besar baginya. Saya sudah mengetahuinya dan saya pikir saya akan bereaksi berbeda. Kami tidak memiliki karakter yang sama dan kami tidak memiliki pengalaman yang sama,” tegas Zarco

“Saya senang bisa sedikit mengamankan masa depan dan menghadapi tantangan ini bersama Lucio. Kami bertemu empat tahun lalu dan saya mempunyai perasaan yang baik terhadap Honda saat itu. Makanya saya tidak takut,” tegas Zarco yang sudah tiga kali mengikuti balapan bersama LCR Honda pada 2019 setelah hengkang lebih awal dari KTM (sebagai pengganti Takaaki Nakagami yang cedera).  – @tmcblog

22 COMMENTS

  1. sudah digaji mahal,
    tapi yg dikhawatirkan sih bukan mentalitasnya kedepan, tapi fisiknya, you know lah, brp banyak “korban” RCV, jadi yah mudah2an betah Monsieur,

  2. Benar sih, ini lbh pd mental. Dan tentunya di Honda akan ada kesibukan baru dan uang yg lbh penting daripada sekedar mengejar juara dunia..

  3. Dulu kan masih muda jadi bisa bertingkah gak cocok pindah. Skrang mau begitu lagi gak cocok pindah siapa yg nampung dah tua.

  4. Zarco udah ngerasain nganggur gara gara pilih resign, kalo bukan banyak fihak bantu Zarco udah terbuang dari MotoGP

    Bisa juga ini skenario Dorna Zarco ke HRC

  5. Zarco sadar dengan motor terbaik saja belum bisa juara seri maka dia akan mencari tantangan baru dengan onda yg meskipun motornya sedang buruk tapi keuangan ga buruk.

  6. Dulu, merasa terjebak masuk di team papan bawah. Sementara ekspektasinya mengejar kemenangan.

    Sekarang, lebih ke gimana caranya punya kesempatan lebih lama di motogp. Ditambah lagi dengan melihat daped yang masuk ke team yang sedang buruk, kemudian membaik bersama akan menjadi nilai lebih..

  7. Dulu, merasa terjebak masuk di team papan bawah. Sementara ekspektasinya mengejar kemenangan.

    Sekarang, lebih ke gimana caranya punya kesempatan lebih lama di motogp. Ditambah lagi dengan melihat Daped26 yang masuk ke team yang sedang buruk, kemudian membaik bersama akan menjadi nilai lebih..

  8. Mungkin ingin mengikuti jejak cal crautch,
    masih ingatkah betapa frontal dia kalo mengkritik Ducati factory,tapi begitu di LCR dia lebih kalem sampe akhirnya bisa menang beberapa kali

  9. JZ (keinget type mesin atoyot wkwk), Akhirnya jadi pembalap H yang sempat tertunda keinginannya.moga aja betah ya JZ wkwk

  10. kalo dulu ambisi nya adalah gelar.
    melihat kondisi saat ini yang semakin berumur maka ambisi dulu berbergeser menjadi bagaimana agar bisa tetap eksis di motogp adalah lebih masuk akal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here