TMCBLOG.com – Debut gelaran pertama MotoGP ke India (atau dengan nama barunya yaitu Bharat) tahun ini lumayan memperoleh banyak Onak dan Duri yang bukan hanya diderita oleh pihak negara dan penyelenggara balapan, namun juga berimbas ke team dan anggota team. Selain permasalahan logistik, birokrasi, pajak, hal lain yang muncul ke permukaan menjelang race weekend adalah soal terlambatnya visa dan atau E-Visa India sampai ke keluarga paddock MotoGP.

Beberapa tim seperti Ducati dan Aprilia sudah bisa melakukan perjalanan, sementara beberapa lainnya belum. Visa ini dibutuhkan oleh pihak penerbangan untuk bisa menerbangkan siapa saya yang akan diterbangkan ke India, sehingga siapapun itu, bahkan selevel juara dunia 8 kali Marc Maraquez, jika pada passport-nya tidak ada print print-an visa atau file PDF E-Visa di ponsel androidnya, maka Ia tidak bisa terbang ke India.

Dan ini benar-benar kejadian sehingga akhirnya Marc Marquez sampai mengganti kegiatan menjadi sepedahan dengan pedyah Mondraker Podium-nya seperti yang sobat bisa intip di story IG-nya. โ€œPenerbangan tertunda karena kurangnya visa untuk India, jadi kami akan mengayuh sepedanya sebentar,โ€ begitu tulis Marc. Dan karena ini juga Honda terpaksa membatalkan kunjungan pabrik Honda di India dengan para pembalapnya yang awalnya dijadwalkan pada Rabu hari ini.

Hari selasa saja kuat diperkirakan ada sekitar 3 tim pabrikan beserta pembalap – pembalapnya yang belum melakukan penerbangan ke India karena e-Visa mereka belum hadir. Di luar itu, tak terhitung banyaknya jurnalis & fotografer lepas lainnya yang kini tidak hanya harus merogoh kocek jauh lebih dalam, namun bersiap untuk potensi kerugian akhir pekan yang tidak sedikit.

Asosiasi Tim Balap Jalan Internasional (IRTA) telah berjanji untuk mengganti biaya yang harus dibayar tim untuk reschedule penerbangan mereka. Pada tahap ini, diharapkan semua orang bisa mendarat di Delhi paling lambat pada hari Kamis agar acara dapat berjalan sesuai jadwal. Kalau hari Rabu ini visa sudah terbit, maka mereka bisa melakukan perjalanan sekitar setengah hari ke New Delhi, tapi kalau visa baru sampai hari Kamis, mungkin mereka bisa-bisa akan ada perubahan schedule dadakan nantinya.

Staf Dorna dan IRTA di lapangan sedang menyusun rencana alternatif jika beberapa personel penting untuk melaksanakan Grand Prix tidak dapat tiba tepat waktu, termasuk membatalkan sesi hari Jumat dan menyingkat Grand Prix menjadi hanya pada hari Sabtu dan Ahad.

Sebenarnya pihak Dorna sudah diwanti-wanti oleh Domenicali selaku CEO Formula 1 yang memang pernah berbagi pengalaman ketika F1 menyambangi Tanah di Asia Selatan itu. Untuk media sendiri, Media Manager Dorna – Frine Felilla setahu TMCBlog sudah semenjak 2 bulan yang di grup WhatsApp jurnalis MotoGP kami terus mewanti-wanti mengenai time-line dan cara pembuatan visa melalui agen visa yang ditunjuk sebagai upaya untuk mengantisipasi hal ini.

Namun kenyataannya, ternyata sangat sulit . . Bahkan ada beberapa hal-hal ringan seperti contohnya seperti yang diceritakan di Speedweek bagaimana visa fotografer David Goldman mengalami kesalahan dimana Electronic Travel Authorization (ETA) -nya malah dihiasi foto jurnalis Mat Oxley. “Saya akan pergi ke tukang cukur sekarang dan mencukur rambut saya agar terlihat seperti Mat,” begitu Kata David . . Aakhh ruweeet ruweet!!

Setelah memperoleh tekanan hebat dari tim dan media, promotor lokal Grand Prix – Fairstreet Sports – mengeluarkan pernyataan Selasa kemarin untuk mencoba menjelaskan keruwetan visa tersebut;

“Kami telah diberitahu tentang penundaan dalam proses penerbitan visa. Kami ingin menyampaikan bahwa kami telah bekerja tanpa kenal lelah untuk menyelesaikan masalah ini dengan cara terbaik. Hampir 500 visa telah diterbitkan dan sejumlah besar visa akan diterbitkan, singkatnya.”

โ€œTim khusus (dalam memproses dokumen-dokumen ini) melakukan segala kemungkinan untuk memastikan bahwa semua visa untuk pembalap, tim, dan pejabat teknis dikeluarkan sesegera mungkin. Insiden ini tidak terduga dan kami melakukan segala yang diperlukan untuk menyelesaikannya secepat mungkin. Mungkin segera,”

โ€œKami memahami pentingnya semua peserta dan peserta menikmati pengalaman yang lancar dan kami mendorong semua orang untuk bersabar dan bekerja sama dengan kami dan tim (penerbit visa). Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah India, MEA, MHA dan Pemerintah UP atas dukungan dan koordinasi mereka yang berkelanjutan. Kami yakin bahwa semua visa yang tertunda akan diproses dan semua personel yang diperlukan untuk balapan akan tiba di India tepat waktu, aman dan sehat,” kata Fairstreet Sport.

Taufik of Buitenzorg – @tmcblog

40 COMMENTS

    • Disana hidupnya berdasarkan Kasta, jika kasta paling rendah hidupnya lebih hina dari hewan, beli mkn,cari kerja, sekolah, menyedihkan sekali

      Yang kerja orang kasta medium-tinggi walaupun bodohnya kuadrat

      Bayangkan orang bodoh diposisi strategis, yaa ruwett

      Zaman modern gini udah di teliti ruwett India dari berbagai penelitian dunia.

      Bersyukur Indonesia sekalipun begini keadaan, tapi masih lebih manusiawi, namun masih ada sih yang ruwett segala bikin jembatan nyebrangin selat buat menghubungkan Jawa dan nganu… susah banget… yaa mirip ruwett nya 11/12

    • Temen-temen yg kerja di multi national company, dimana company tsb juga punya office/factory di India selama ini kok bisa lancar jaya kalo harus business trip ke India (kota manapun). Gak ada masalah visa, makanan, dll.

      Ini kayaknya kasuistik pada event tertentu saja

  1. udah baca di beberapa media juga dan paling miris (apa kocak ya?) komennya bos Prustel soal makanan.. makanan yang tersedia tidak higienis dan bisa biki infeksi lambung kata beliau. mau heran tapi India eh Bharat

    • Hahaha kebanyakan nonton konten street food indiahe itu dia…. kan abusing bgts soal inhigienis mereka… padahal yg hirgenies banyak, tapi yg di sorot dan laku di jual ya konten jajanan jorok india wkwkwk

    • Marc Marquez pernah diare karena makan sesendok bakso pas acara launching CBR150R di indonesia..
      kira-kira nanti di India gimana ya? pada infeksi lambung kah seperti yang dbilang bos Prustel GP?

    • denger2 lebih karena F1 disana tidak dianggap lagi sebagai olahraga, tetapi sebagai hiburan semata, jadi kena pajak khusus (yg lumayan). FIA jadi ogah bikin acara disana.
      Hal ini pun udah diprotes pembalap lokalnya (si Karthikeyan)

  2. Baru bisa otw vrindavan jumat malem, sabtu buat ngerakit, ga bisa ikut fp2an, minggu langsung race.

    Ginian ini ga bisa di urus semua awal taun gitu apa ya? Administrasi, birokrasi, sewa sirkuit, tiket pesawat, dsb, dkk.

  3. Ruwett

    Gara gara tergiur duit Dorna cari jalan syuliit ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

    Negara yang menjunjung kasta emang ruwet, masyarakat umum aja menderita buat cari kerja kalo kasta rendahan walaupun S1 jadi tukang sapu jalan mana bisa ๐Ÿ˜ฌ

    Banyak banyak bersyukur tinggal di Indonesia, INDONESIA COY bukan Wakanda atau Konoha

    • orang sini tuh harus ditunjukin depan muka fakta kalau negara lain banyak yg lebi ancur, buat bisa bersyukur

      dari dulu cuma liat yg enakenaknya doang terus ribut wkkwkwk

  4. Marc Marquez pernah diare karena makan sesendok bakso pas acara launching CBR150R di indonesia..
    kira-kira nanti di India gimana ya? pada infeksi lambung kah seperti yang dbilang bos Prustel GP?

  5. Ditambah katanya sirkuit belum di homologasi, tapi bisa diadakan race? Gimana ceritanya ini? Mandalika perasaan kemaren ga gitu deh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here