TMCBLOG.com – Jika double header masih kurang mendebarkan, MotoGP akan menyajikan triple header yang akan dimulai di Mandalika – Lombok akhir pekan ini. Tiga pekan berturut-turut yang menyajikan 6 balapan intens dengan potensi maksimum 111 poin di dua benua dimulakan dengan hanya tiga poin memisahkan diantara dua pemuncak klasemen umum Pecco Bagnaia – Jorge Martin.

Misi antar keduanya sederhana: misi Jorge Martin adalah terus maju, dan misi Peco Bagnaia adalah menghentikannya. Akankah terjadi dinamika yang signifikan pasca dinamika yang mengubah peta persaingan? Never Say never . . Selain keduanya ada juga penantang gelar Marco Bezzecchi (Mooney VR46) yang sayangnya mengalami patah tulang selangka saat latihan motocross dan membuat pembalap Italia itu berpacu dengan waktu untuk tidak kehilangan terlalu banyak posisi. Tim belum memastikan kapan dia akan kembali, tetapi mereka mengatakan akan segera kembali. VR46 juga ada dalam bayang bayang potensi absen super-sub Ducati – Michele Pirro yang cedera pasca crash di ajang balap CIV.

Apa selanjutnya? Mengikuti akhir pekan ini akan berlangsung seru, terlebih lagi kita akan mendapati dua pembalap Indonesia yang pasti akan turun di kelas Moto3 (Mario Aji dan Arbi). TMCBlog mencoba mengingatkan sobat sekalian tentang jadwal akhir pekan dan bagaimana kita dapat mengikuti acara tersebut di televisi secara free alias gratis.

Jadwal akhir pekan #IndoensianGP ( Waktu Lombok)

Secara umum untuk kawasan Indonesia broadcast streaming secara resmi tahun ini dipegang oleh SpoTV yang diperkirakan akan menayangkan semua sesi latihan dan tentu balapan di ketiga kelas mulai dari hari Jumat 13 Oktober.

Sementara untuk broadcast FTA TV dipegang oleh Trans7 yang rencananya akan menayangkan secara live semua sesi kualifikasi dari ketiga kelas Grand Prix (Moto3, Moto2 dan MotoGP), balapan Sprint MotoGP, dan semua sesi race utama hari Ahad juga untuk semua kelas Grand Prix (Moto3, Moto2 dan MotoGP) via siaran TV digitalnya. Banyak orang mencari tahu frekuensi Trans 7 TV digital DVB-T2 dan analog paling update saat ini dan berikut adalah daftarnya yang berhasil TMCBlog himpun dari beberapa sumber.

Daerah Analog (PAL) TV Digital (DVB-T2)
DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi 49 UHF 40 UHF
Padang, Pariaman, Bukittinggi 23 UHF
Banda Aceh 42 UHF 33 UHF
Batusangkar, Tanah Datar 23 UHF
Sukabumi 44 UHF 45 UHF
Palu 29 UHF
Gorontalo 52 UHF 31 UHF
Kota Denpasar, Singaraja 45 UHF
Banjarmasin, Martapura, Marabahan 22 UHF 37 UHF
Yogyakarta, Wonosari, Solo, Sleman, Wates 46 UHF 47 UHF
Bandung, Cimahi, Padalarang, Cianjur, Sukabumi 44 UHF 45 UHF
Semarang, Ungaran, Kendal, Demak, Jepara, Kudus 41 UHF 42 UHF
Makassar, Maros, Sungguminasa, Pangkajene 41 UHF
Pontianak 31 UHF 41 UHF
Samarinda 49 UHF 31 UHF
Bandar Lampung, Kota Metro 22 UHF
Pekanbaru 30 UHF 33 UHF
Kupang 36 UHF
Jayapura 22 UHF 34 UHF
Surabaya, Lamongan, Gresik, Mojokerto, Pasuruan, Bangkalan 56 UHF 27 UHF
Manado 32 UHF 35 UHF
Medan 41 UHF 30 UHF
Pematang Siantar 38 UHF
Palembang, Prabumulih 22 UHF 35 UHF
Bengkulu 36 UHF
Jambi 41 UHF 32 UHF
Sumedang 35 UHF 41 UHF
Situbondo
Balikpapan 56 UHF 44 UHF
Palangkaraya 47 UHF 42 UHF
Pangkal Pinang 58 UHF
Mamuju 22 UHF
Ambon 30 UHF
Ternate 30 UHF 40 UHF
Batam, Tanjung Balai Karimun off air 46 UHF
Mataram 62 UHF
Cirebon 50 UHF 41 UHF
Kediri, Pare, Kertosono, Jombang, Blitar, Tulungagung 56 UHF 48 UHF
Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan 41 UHF 44 UHF
Malang, Kota Batu off air 27 UHF
Madiun, Magetan, Ngawi, Ponorogo off air 30 UHF
Garut 44 UHF 40 UHF
Kendari off air
Manokwari 56 UHF
Cilegon, Serang 44 UHF 46 UHF
Tarakan 29 UHF
Purwokerto, Banyumas, Purbalingga, Kebumen, Cilacap off air 40 UHF
Jember off air 48 UHF
Pandeglang 40 UHF
Pematang Siantar 38 UHF
Nunukan 28 UHF
Tasikmalaya, Ciamis 42 UHF
Lhokseumawe 38 UHF
Rantau Prapat 39 UHF
Tanah Grogotˑ 37 UHF
Tanjung Redeb 34 UHF
Bireuen 37 UHF
Sibolga, Pandan 39 UHF
Kandangan, Rantau, Amuntai, Barabai 35 UHF
Padang Sidempuan 38 UHF
Meulaboh 38 UHF
Siborongborong 47 UHF

 

26 COMMENTS

  1. Semoga penuh, jangan ada lagi penonton gratis meski cuma di bukit, banyak yg sakit hati uda bayar sama2 kepanasan kehujanan eh situ gratis modal akamsi jalur penguasa, yg sakit hati sama harga akomodasi dan ruwetnya saat pulang semoga sudah move on

    • Hey itu sirkuit bisa berdiri juga karena partisipasi masyarakat sekitar…
      Gak usah pusing mikirin mereka dapat privilese dong

      Mereka pun gak semena mena masuk VIP room, makan gratis disana…

      Tolonglah lebih objektif dalam melihat, mungkin kacamata kita boleh minus namun jangan dengan pemikiran kita.

      Kalo mau diangkat tuh orang yg masuk Mandalika akibat tiket gratis dari beberapa BUMN, 🤣 yang bingung mau nyebar tiket kemana lagi …

  2. mesti pada kapok dah, sama panasnya, dmna tribun yg belom tertutup, sama akses ,fasilitas nginep, makan yg harga melambung tinggi😂

  3. Jujur aja , sebagai calon penonton dari luar pulau Lombok, bingung dengan transportasi ke/dari sirkuit, minim info dan jarang ada publikasi dari promotor/penyelenggara/pemprov dan blogger besar juga gak ada yang info, misal nih transportasi apa menuju sirkuit Mandalika kalo dari kota Mataram? Apakah ada free shuttle, kalo ada dari titik mana aja, kalo bayar berapa, dan jam berapa aja, kalo pas pulangnya apakah ada shuttle juga menuju tengah kota?
    Ini penting karena calon penonton dari luar pulau banyak yang belom paham akses ke/dari sirkuit Mandalika, jadi susah manajemen waktunya + atur persiapan dana juga.
    Beda kalo di Sentul, istilah kata merem pun orang bisa sampai.

    • kalau transport publik sudah jelas, nyman dan dapat diandalkan, bagaimana akamsi mau menjebak turis naik taxi 15min 100rb nanti ?.bawa mobil parkir 50rb

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here