TMCBLOG.com – Team Principal LCR Honda, Lucio Cecchinello sudah sempat menegaskan bahwa di musim 2024, Johann Zarco akan tetap membalap di LCR Castrol Team. Namun lagi-lagi, Zarco ini agak ‘nakal’ yaa, mungkin dia berpikir kalau di LCR Team atau di Repsol Honda, kan motornya sama. Dan tentunya support pada Repsol Honda Team tentu akan jauh lebih masif dalam hal teknis dan segala macam hal lainnya. Di Mandalika, Johann kembali buka suara soal potensi mengisi posisi kosong ini.

“Bagi saya tidak ada bedanya apakah saya tetap bersama LCR atau bergabung dengan tim pabrikan, karena kontrak saya menyatakan bahwa saya mendapatkan motor pabrikan dan melakukan pekerjaan pengembangan.” Begitu Johann memulai penjelasan megenai apa yang ada dipikirannya soal kesempatan yang terbuka di HRC.

“Tetapi tentu saja ada hubungannya dengan gengsi ketika Anda mengisi tempat Marc di tim pabrikan. Sebagai seorang pembalap tentunya ingin memanfaatkan kesempatan ini. Saya harus menunggu lebih lama lagi sampai jelas bagaimana Honda ingin membentuk masa depan, karena saat ini Honda belum mengungkapkan posisinya sendiri. Tapi karena saya punya kontrak dengan Honda, masuk akal bagi saya untuk menggantikan  posisi Marc.”

Zarco menjelaskan, akan ada beberapa diskusi selama akhir pekan di race weekend Mandalika ini. “Dan kemudian kita akan memiliki gambaran yang jelas tentang apa yang ingin dilakukan Honda. Karena kekurangan pengemudi, saat ini mereka hanya punya tiga pembalap [Mir, Zarco, Nakagami]. Namun mereka butuh empat orang pembalap. Itu sebabnya mereka juga harus berbicara dengan banyak pembalap lain.” tegas Zarco.

Patut dicatat bahwa saat ini kita sudah bertemu pada pertengahan bulan Oktober dan dengan window transfer pembalap yang terus semakin menyempit, sudah seharusnya ihak pabrikan memikirkan hal-hal lain yang sifatnya lebih teknis ke pengembangan motor guna persiapan musim kompetisi di tahun depan. Soal line-up pembalap memang sangat logis mengambil dari dalam dimana sini Zarco bisa dibilang sudah masuk di dalamnya (walau secara fisik masih di Pramac). – @tmcblog

14 COMMENTS

    • Setubuh..!!
      Secara doi kan paling lama pegang rcv.tapi yg gantiin di idemitsu siapa?kan harus dr asia,apa iya si bocah thailand bisa?diliat prestasinya musim ini naik drastis sih..

      • Mending Ogura sih, terbukti lebih cepet adaptasinya dibanding HTA yang lain. Tapi kalau bener Chantra, lebih menarik sih karena Furusato pasti naik buat gantiin & yah di moto3 jadi tumbal lagi karena harus all new rider.
        Tapi ya bagusan Ogura sih

  1. Emang aneh sih satelit di Honda ini.. hampir ga ada penjenjangan sama sekali, siapa terakhir kali LCR bisa supply rider ke Repsol? Terakhir kali Repsol ambil rider dari satelit/ tim independennya ya cuma Dovi dari JIR Scot.
    Setelah itu mana pernah, apalagi langsung bisa dapet rookie sefenomenal Marc yg bisa nemenin & ngalahin seniornya aka Daped. Eh pas si Puig masuk makin acak-acakan lagi dh lineupnya. udah depak Daped, cari penggantinya ga bener, penjenjangan di satelit juga terabaikan. payah emang

  2. Skenario nya honda ngambil basic rcv yg akan datang dari inputan zarco, sehingga tidak masalah dia ditaruh di tim mana toh jg HRC tidak sedang berburu gelar juara dunia tp mau membangun motor untuk pembalap masa depan😁

  3. KTM kelebihan pembalab, Honda malah kekurangan pembalab. Ironis sih pabrikan sebesar Honda ampe ‘kesusahan’ nyari rider, hal yg ga pernah terbayangkan di era sebelum Puig, apalagi di era 990cc. Dunia emg udh berbalik pabrikan yg tadinya kuat bgt skrg jadi papan bawah, Puig bukan satu2nya pengacaw pemilihan rider, pasti byk pula sosok titipan spongsor laen dibakang layar yg bikin Honda jadi kaya skrg. Kayanya tim pabrikan Honda harus balikin homebase ke Jepang, jgn di Spanyol lg. Klo mau teteup di yurop, ya ke Inggris ato Jerman aja dah. Ketibang kru ama sembalab harus dari KTP Esbanyola, pdhl belon tentu kompeten. Giliran ada yg kompeten malah terkesan asal pilih, nempatin Rins di LCR contohnya, bukannya nempatin dia di Repsol malah naekin Mir ke Repsol. Padahal skill Mir di motogp tergolong mediocre, jurdun pun faktor hoki, itu jg secara teknis juara liga eropa bkn jurdun asli. Di Suzuki konsisten papan tengah, naek Honda auto papan bawah sementara Rins pernah nyelametin muka Honda dgn bisa menang seri taon ini. Repsol Honda skrg ini kebanyakan blunder. Klo tetiba yg masup Repsol rider antah berantah lg, udh deh jadi tim papan bawah lg.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here