TMCBLOG.com – Aleix Espargaro pada hari Ahad yang lalu kita bisa lihat akhirnya menyelesaikan balapan Grand prix lebih cepat akibat rasa sakitnya pasca cedera akibat crash pada Tissot Sprint Qatar 2023 yang terlalu menggangu. Namun akhir pekan ini ia hadir di Valencia dan walaupun belum 100% pulih, ia memaksakan untuk ikut Grand prix dengan tujuan 100% bersedia bantu Jorge Martin untuk meraih gelar Juara Dunia 2023, entah dengan cara apa.

Jorge Martin ketinggalan 21 poin di belakang Pecco Bagnaia. Pecco sendiri seperti sobat semua bisa baca di artikel TMCBlog sebelumnya, punya kesempatan menyegel gelar pasca Sprint jika ia berhasil finish dengan 4 poin lebih banyak dari poin yang diperoleh Martin di Sprint. Walaupun ada 37 poin maksimum, TMCBlog sendiri berpendapat bahwa kans Martin sebenarnya lebih kecil dibandingkan beberapa balapan sebelumnya. Namun ya never say never, mungkin yang dipikirkan oleh Aleix sehingga bersemangat untuk niat membantu Martin.

“Saya 100% bersedia membantunya (Jorge Martin), itulah salah satu alasan mengapa saya ada di sini, dalam segala hal yang saya bisa, berbicara dan di lapangan. Kami telah berbicara banyak dan sesuatu yang membuat saya sangat bangga adalah bahwa setiap Saat dia mempunyai ide atau rencana, Jorge, yang lebih gugup dari saya, meskipun dia mungkin tidak terlihat seperti itu, datang dengan cepat untuk memberi tahu saya, kami berbagi banyak hal. Jorge [Martin] hanya punya satu pilihan, yaitu tampil dan menyerang ”

Minta Maaf Ke Morbidelli

Setelah itu Aleix mengatakan bahwa salah satu agenda utama di hari Kamis ini buatnya adalah datang ke Franco Morbidelli dan meminta maaf kepadanya. “Saya pergi ke Morbidelli untuk berbicara dengannya dan meminta maaf. Tidak penting apakah itu salah saya atau dia: reaksi saya buruk. Tiga detik itu memproyeksikan saya sebagai orang jahat, dan saya bukan orang jahat. Itu sebabnya saya duduk bersamanya di sofa dan saya meminta maaf,”

“Saya akan bekerja untuk melihat bagaimana saya bisa menghadapi situasi ketegangan tinggi dengan lebih baik, sehingga situasi ini tidak terulang kembali. Musim semakin panjang, tapi saya harus belajar. Saya sudah bekerja dengan psikolog, tapi tidak seperti menekan sebuah tombol. Saya telah mengubah beberapa hal tentang lingkungan saya dalam dua bulan terakhir, dan itu juga tidak membantu.”

“Saya menerima kritik. Saya tahu apa yang akan saya terima atas apa yang saya katakan, tetapi saya tidak peduli atau apa yang mereka katakan kepada saya di jejaring sosial; Saya pergi untuk berbicara dengan Franco karena itulah yang saya rasakan di lubuk hati saya yang terdalam.” tutup Aleix Espargaro.

31 COMMENTS

  1. Sayangnya MotoGP bukan kejuaraan olympic, melainkan kejuaraan open, jadi yang menang bukan negaranya, tapi team dan individu pembalap itu sendiri…

    • Ini gimana sih wkwkw

      Di contoh yg deket aja deh. Veda kemarin juaranya, kita yg orang Indonesia bangga juga kan

      Atau kalau pembalap Gresini menang race, yg heboh kita juga orang Indo karna sponsornya banyak dari Indo toh. Padahal yg menang tim Gresini, pembalap eropa, pabrikan eroa

      • iya maksudnya, kalaupun teman senegaranya bantu gak akan pengaruh ke negara itu atau rekan senegaranya, karena yang menang 1 rider saja, 1 team saja, dan mereka bukan perwakilan negara/utusan negara

    • Kan katanya tujuannya hadir utk membantu martin, bisa aja mengalah terus dan memgawal seperti kasus valencia 2015 walaupun misalkan dia lebih kencang

  2. siapa bilang mereka gak bawa2 negara?gak lihat setiap selesai penyerahan trofi ada apa?pemutaran national anthem alias lagu kebangsaan,dan dalam setiap tampilan profil pembalap pasti terpampang jelas nama negara dan benderanya,dan ini sebuah branding image bukan hanya untuk pembalap tapi negara.

  3. Daripada bekoar2 mo bantu org laen, mending fokus benerin tingkah laku sendiri yg kaya gadis pms wkwkwk

    Satu dari 3 rider terbaek, dalam hal bisa betahan dimotobiji tanpa prestasi membanggakan. Bahkan Lorenzo ama Pedrosa aje karir motogpnya lebih pendek dari dia. Kurang hebat apa coba bekingannya ekekekek

    • Sudah pasti dorna bantu martin, sprint race qatar kemarin nyikut bbrp kali gak kena turun posisi, giliran bezz ga kontak ama marquez aja disuruh mundur 1 posisi, pengakuan martin selama ini ga pernah masalah ama ban cuma qatar kmrn saja, lha iyalah selama ini dpt ban bagus terus, ditambah banyak pengawal, beda dgn pecco, marini aja ga pernah mau bantu pecco

  4. Maklumlah, kalau martin menang dibilang pecco kalah skill, kalau martin kalah dibilang sabotase, pdhl martin dah sering dibantu darno seperti peraturan berat sebelah, dia agresif nyikut rider lain ga kena turun posisi, race dulu yg dlm 1 race sapu jagat bbrp rider di tikungan 1 dan setelah itu bikin jatuh marini, dihukumnya juga setelah desakan banyak pihak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here