Tmcblog.com – Pada sekitar 10 menit terakhir sesi Practice MotoGP Valencia 2023 kita bisa melihat Strategi yang cukup membuat banyak menghadirkan penafsiran Fans MotoGP tergantung preferensi Hati mereka berada. padahal Saat melakukan Pit In terakhir Martin sempat melakukan Hot-lap, laptime sektornyanya ketika mengikuti Pecco semua merah dan diperkirakan bisa melewati Laptime pimpinan timesheet kala itu . . Namun ia rela membatalkan lap karena harus masuk Pit mengikuti apa yang dilakukan Pecco di depannya. Setelah itu Martin mengikuti Bagnaia lagi keluar dari pit untuk run terakhirnya, bahkan sempat melewati dengan ‘tegas’ manajer tim pabrikan Davide Tardozzi di depan Pit Box yang terlihat geleng geleng kepala sambil tersenyum simpul melihat aksi sang Martinator.

Saat pit-out di Usaha Run Time attack terakhir, Di Pit Lane, Bagnaia sempat ngeh akan niat Martin, ia menoleh ke belakang dan memberi isyarat kepada Martin, yang kemudian malah berpegangan pada buritan GP23 Bagnaia. Netizen pun anggap ini mirip ‘gaya kucing kucingan ala Marc Marquez’. Pecco berusaha melepaskan diri dari antrean pebalap di belakang dengan masuk ke area run off di Back Straight, dan tetap diikuti Martin yang menunjukan niat sebenarnya Pembalap Spanyol ini.

Setelah itu Martin terus menjaga jarak persis di belakang Pecco. Dengan Martin menjaga jarak di belakangnya ditambah Crashnya Pol Espargaro yang langsung menghadirkan Yellow Flag di sektor 2, Bagnaia gagal menembus sepuluh besar pada akhir sesi ini yang menyebabkannya harus mengikuti Q1 pada Hari sabtu ini. Kepada motogp.com Martin mengakui niatnya yang ingin bikin Pecco kesulitan ini. “Bukan masalah besar, tapi setidaknya dia punya beberapa kesulitan.”

“Saya pikir penting untuk dekat dengan rival saya, mencoba memahami di mana dia cepat, di mana kami bisa meningkatkannya. Saya melihat dia sedikit kesulitan hari ini. Tapi yang pasti, kami perlu memberikan tekanan dalam beberapa hal dan saya pikir inilah caranya.

“Saya hanya mencoba untuk dekat [dengan Pecco]. Saya sendiri tidak tahu apakah saya akan memasuki Q2. Saya sudah siap untuk ikut Q1, bagi saya itu bukan masalah. Tapi akhirnya, kami masuk [10 besar]. Namun tahukah Anda, bukan itu yang ingin saya lakukan, tapi terkadang Anda perlu melakukan hal-hal sulit…”

Martin didenda 500 Euro karena memposisikan diri di depan pebalap yang melakukan start latihan. Pada dasarnya Pembalap yang mencapai area latihan start tidak boleh melewati/ memposisikan diri di depan pembalap yang sudah bersiap untuk melepaskan kopling untuk melakukan latihan start.

Melihat Strategi Martin yang sedikit banyak mewarnai sulitnya Pecco Bagnaia di Sesi Practice ini, Pecco berkomentar “Saya pikir dia harus lebih fokus pada pekerjaannya saat ini, karena dia bukan yang tercepat dan melakukan itu pastinya bukan momen yang tepat. Tapi sejujurnya, itu menyenangkan. Saya melaju sangat lambat sehingga saya [tahu bahwa saya] akan kesulitan untuk masuk ke Q2, sejujurnya dia tidak berhasil. Juga karena saya selalu memiliki 5 atau 6 pembalap yang mengikuti saya sepanjang sesi ”

“Sejujurnya, saya memperkirakan untuk tidak kompetitif. Ini bukan hari yang mudah sejak pagi dan sore hari pun sama, biasanya kami berhasil menyelesaikan pekerjaan pada hari Jumat tetapi hari ini kami tidak bisa. Tapi jujur, memeriksa data setelah timeattack, saya kehilangan lima persepuluh [detik] di tiga tikungan.

Jadi, lebih mudah untuk memahami di mana harus meningkatkan seperti ini. Namun lima persepuluh [detik] di tiga tikungan adalah waktu yang sangat banyak. masih Ada waktu untuk meningkatkannya dan kami akan mencoba untuk melakukan segalanya dengan benar.”

“Saya tidak memiliki kepercayaan diri yang besar di front end, saya tidak bisa membuat motor saya mengalir dan saya kehilangan banyak waktu memasuki tikungan pada 1, 2 dan 6. Besok pasti akan menjadi Q1 yang sulit, kami akan mencoba melakukannya yang terbaik dan temukan solusi seperti biasa. Kami tidak wajib memenangkan gelar besok, dalam hal ini saya cukup tenang.”

Bagnaia sangat yakin bisa mengubah performanya di hari Sabtu ini. Pecco Bagnaia berpeluang meraih gelar keduanya di Balapan Sprint Sabtu ini jika mampu mengalahkan Martin dengan selisih minimal empat poin dan membuatnya berjarak 25 point jelang Balapan Utama Hari ahad. Dan Jika Ia bisa melakukan ini di Hari sabtu ini tentu menjadi sebuah ‘pembalasan yang elegan’ terhadap strategi Martin yang bikin dia susah di Hari Jumat.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

37 COMMENTS

  1. Gw lebih suka mindgame gini daripada di mikrofon atau sampe kontak fisik langsung,

    tapi kalo udah tire games ya gak bisa berkutik apa2

    • Bener sih lebih asyik mind games yg model begini, tapi mbah Rossi juga bisa besar seperti saat ini ya krn kelihaian dia memainkan psikologis lawannya, mikrofon no jutsu, menggiring keluar tikungan no jutsu seperti Masia kemaren juga pernah dilakukan mbah,

  2. tenang di luar lintasan, tapi kalau udah di track, ngeri ngeri sedap Pecco ini.
    Kayak pekerja keras, lu punya masalah, bukan salahin sana sini, tapi cari solusi nya. Kemudian improve. Makanya kalau liat team nya support dia, karena dia mampu membuat suasana Garasi nya tenang, under control, dan tetap positif kalau setiap masalah pasti ada jalan keluarnya.
    All in Pecco bagnaia.

  3. Emg ga ada cara lain buat Martin utk ngalahin Pecco yg tekanannya lebih dikit krn unggul 21 poin, Martin mesti buat mental Pecco terganggu sambil berharap doi crack dan buat kesalahan sendiri,

  4. Gading ini bener2 petarung sejati, cuma sering apes aje. Bayangin disaat doi tampil prima kaya sponsornya, malah DNF. Mana 2 kali. Itu jg akibat dengerin bisikan syaiton utk milih ban belakang kompon absurd bukannya cari aman pake kompon umum. Kalo kaga apes dia secara jumlah kemenangan udh sejajar ama Piccolo dna poin mgkin diatas. Kemaren jg dia apes lg akibat terlalu parno ama tekanan ban ditambah apes dapet ban bapuk. Kita anggep ini kebetulan aje, jgn pake teori kontrasepsi. Secara umum Gading bener2 mata dor, cuma ga hoki aje. Dilain sisi Piccolo kuat banget dan konsisten. Siapapun yg jurdun, ya emg pantes. Jadi ga perlu perang opini. Toh mereka bedua kaga ada yg pernah salah ngitung lap ato maki2 mekanik cuma pekara salah liat jadwal, apalagi nampar rider laen kaya cewe pms. Cowo mah nonjok wkwkwkwk

  5. Masih ingat gp lusail, dari 22 pembalap hanya jorge martin yg startnya ngesot-ngesot padahal sebelumnya di sprint race baik2 saja.

  6. Gregetan wak lihatnya, kelihatan banget pengen ganggu nya… Tp tetep salut sama pecco ga keliahatan esmosi, coba dibalik kynya ud marah2 lapor ke pak RT…

    Mudah2an besok sprint n main race bener2 balap yg seru, ga main cara kotor kyk moto3 lusail kemaren…

  7. mau menang disprint atau balapan utama, atau bahkan juara dirace terakhir nanti. itu udah sangat elegan dan berkelas setelah apa yang dilakukan klan spaniard ke pecco.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here