TMCBLOG.com – Pecco Bagnaia yang menyelesaikan test Valencia satu jam lebih cepat dari jadwal meninggalkan Sirkuit Ricardo Tormo dengan senyum terkembang. Walaupun tidak finish top-3 karena memang tidak di-plot untuk time attack , impresi pertama Ducati GP24 tidak seperti pengalamannnya ketika pertama kali mencoba GP22 tahun 2022 silam. Menurut Team Manager Ducati – Davide Tardozzi “Bagnaia tidak tertarik melakukan time attack, tujuannya di pengujian adalah memberikan umpan balik sebanyak mungkin kepada para insinyur atas pekerjaan yang harus mereka lakukan sepanjang musim dingin ini.”

Menurut Pecco, Ducati GP24 memiliki keseimbangan bobot mirip dengan motor GP22 dan ini yang membuatnya merasakan test Valencia ini berbeda dari test Valencia dua tahun belakangan. “Saya tahu bahwa pengujian ini akan menjadi hal yang mendasar karena selama dua tahun kami meninggalkan pengujian bulan November dengan keraguan tentang fitur-fitur baru. Pada tahun 2021 karena kami berada di Jerez dengan kondisi sempurna dan semuanya berjalan baik dan kemudian di Sepang semuanya menjadi bencana. Namun tahun lalu (test Valencia 2022), kami pergi dari sini dengan perasaan tidak yakin akan banyak hal.”

“Saya senang dengan tes ini karena kami berhasil melakukan pekerjaan dengan baik meski tidak menemukan kondisi bagus, anginnya mengganggu. Namun para insinyur Ducati berhasil menghadirkan mesin baru yang sudah berjalan seperti mesin lama dan sudah menjadi nilai plus. Terlebih lagi, di area dimana saya diminta untuk bekerja, seperti masuk tikungan, saya telah menemukan hal-hal yang lebih baik. Tidak ada cara yang lebih baik untuk pergi berlibur.”

“Belum ada perubahan besar pada motor baru (GP24) dan fakta bahwa dalam beberapa hal berada pada level yang lama adalah hal yang positif, tetapi dalam beberapa hal bahkan lebih baik. Saya sangat senang, meski Valencia bukan sirkuit terbaik untuk melakukan tes tertentu. Terakhir (GP23) delivery powernya terlalu lembut, sementara saya lebih suka koneksi yang lebih langsung dengan throttle saat akselerasi. Sekarang kamu bisa merasakan kekuatannya,”

“GP22 memungkinkan Anda memberikan banyak kecepatan saat memasuki tikungan dan membantu Anda berbelok, sementara GP23 meningkatkan traksi dan pada fase pengereman pertama, kehilangan sedikit kekuatan saat masuk tikungan. Saya pikir di GP24 keseimbangan bobotnya lebih mirip dengan motor 2022.”

Dari penjelasan Pecco Bagnaia di atas, minimal ada dua poin positif dari Ducati Desmosedici GP24 yang membuatnya punya potensi lebih baik dibandingkan GP23 yakni:

  1. Koneksi throttle dengan feel torsi mesin yang lebih instan
  2. Keseimbangan bobot (weight-balance) yang lebih baik dalam menghadapi tikungan

Dan Team Manager Lenovo Ducati – Davide Tardozzi pun tak ingin ketinggalan memberikan penilaiannya terhadap GP24 yang menurutnya akan lebih jauh perbedaannya dengan GP23 ketimbang perbandingan antara GP23 dengan GP22. “Pada sepeda motor Enea, Pecco dan Martin, kami memperkenalkan beberapa pengembangan tambahan yang, bagaimanapun, menimbulkan beberapa masalah bagi kami baik dalam hal keandalan dan kinerja. Jadi menurut kami inovasi ini tidak boleh digunakan untuk tim Satelit. Saya pikir perbedaan antara mesin pabrikan dan motor tahun lalu akan sedikit lebih besar pada musim depan, tapi kita lihat saja nanti.” tutup Tardozzi dari Valencia.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

 

 

37 COMMENTS

    • Buat MM93 perbedaan antar Ducati 23 vs 24 tidak menjadi persoalan, paling tidak skill dan intuisi pembalap masih bisa diupayakan untuk menjadi kompetitif.

      Berbeda dgn kondisi Honda RCV ataupun Yamaha saat ini yg ketinggalan teramat jauh dengan Ducati, dan pengembangan/ perbaikannya butuh waktu dan tidak bisa diperoleh secara cepat.
      Kumpulan pembalap juara dunia yg berada di Honda dan Yamaha mendadak menjadi seperti pembalap rookie yg tidak memiliki keistimewaan.

      Saat ini, daripada Honda dan Yamaha, masih lebih baik memakai motor KTM atau Aprilia, dan masih lebih baik lagi memakai motor Ducati spec 1 tahun sebelumnya, buat bersaing dengan pembalap Ducati motor spec terkini.

      • Aneh emang fans MM, lah idolanya kan emang dpat motor 1 tahun lebih tua,masa mau mendptkn upgrad dn dapt feell yang sama,
        Namany amotor pabrikan ya ada inovasi yang harus nya lebih baik dari versi sebelumnya,lah kok dibilang sabotase,wkwwkwk

    • Jelas terlihat, para petinggi Ducati begitu memperhatikan MM93 saat naik Ducati…
      Petinggi Ducati tidak bisa mengatur rumah tangga tim Gresini.

      MM93 ini adalah termasuk pembalap motoGP dengan kemampuan adaptasi yg cepat, yg bisa langsung podium saat debut di kelas motoGP, dan selanjutnya konsisten podium pada keseluruhan musim pertama di kelas motoGP.

    • Namanya motor baru ya penyempurnaan motor lama lah, otomatis ada peningkatan disana-sini. Masa motor baru kaga ada gapnya ama motor lama? Terus lu maunya GP24 setara ama GP23 krn Marquez disana gitu? Ato Marquez dapet GP24 padahal dia cuma pay rider Gresini yg dapet jatah GP23? Mau Ducati ketar ketir ato kaga, secara pemikiran bodohpun motor baru yg berhasil didevelop maka akan ada peningkatan. Pengembangan GP24 dikatain sabotase ato kerar ketir, Diliat dari sisi dengkul manapun, pemikiran ama logikanya tetep keliatan aneh wkwkwkwk

        • Terus motor baru ga boleh ada gap ama motor lama? Biar kaya Honda gitu motor barunya sama aja ama motor lama kaga ada gapnya? Tinggal akui aje klo ada gap artinya Ducati sukses bikin peningkatan di GP24, dan terima fakta Marquez cuma dapet jatah GP23 yg artinya apapun hal baru di GP24 itu wajar, bukan kentar kentir ato sabotase ato apalah. Faktanya bos2 Ducati aje pada bilang mereka ga pengen Marquez Marquez yg dateng sendiri via Gresini aka bahasa kasarnya beli jok. Terus ketika Ducati utamain tim factory dan kasi Marquez motor sesuai jatah dia lu bilang efek Ducati kentar kentir ke Marquez? Aneh apa manuk akal? Wkwkwkwk

  1. Rider berbahaya menang pun ikut senang…klo kata warkop DKI mah maju kena mundur kena…slamat ducati di atas krtas msim 2024 msih mliknya

  2. Menarik, kyknya berbeda 180° dr pendapat Martin yg kyknya agak bermasalah dgn GP24 nya, dan juga cukup kaget ternyata Pecco bukan rider yg sehalus itu, nyatanya doi kurang suka dgn karakter mesin dgn power delivery yg lembut,
    Dan menarik juga mengenai kiprak Bestie tahun depan, krn tahun ini doi sempat kesulitan adaptasi di GP23 yg diperparah cedera berkepanjangan, dgn karakter yg berbeda lagi, apakah Bestie bakal kesulitan lagi adaptasi di GP24 ?

  3. Davide tardozzi mengatakan “Bagnaia tidak tertarik melakukan serangan waktu”

    Marc, “Saya samasekali belum melakukan serangan waktu, masih menyesuaikan gaya berkendara”

    😝 Ternyata sama2 belum melakukan TimeAttack

  4. Bezeki nyesel nih ga Nerima penempatan di Pramac,kalo gitu kan dia bakal dapat gp24 yg karakternya mirip dgn gp22 yg kelihatannya emang cocok banget dgn style dia

  5. martil kmgkinan lebih cocok dengan GP23, sementara bagiono, enea lebih senang dengan GP24 yang kurang lebih pengembangan dari GP22. Tahun depan masih OMR ducatong, tinggal siapa yang cepat beradaptasi dengan motor.

  6. Bukannya si pekokok ini ga suka feeling power yg instan/ngejambak ya, makanya dulu (kalau gasalah awal tahun 2022) gp22 antara punya dia dan martin sampe afa spek a dan spek b

    • bener juga, spek awalnya yg dipake martin kan ? terus finalnya ke spek yg pecco minta agak alusan

      maybe buat pecco 2023 terlalu alus kali. Makanya sempet ngomong klo gp23 terlalu stabil mgkin ada kaitannya juga

  7. Marc masih perlu pembuktian kehalusan delivery pasca longstraight lalu hard braking. Apakah naluri stop and go nya masih dipakai. Secara di ducati gak semudah honda yg mungil utk dipaksa angkatan cepat. Ducati sekarang lebih ke bagaimana pintar meratakan kecepatan. Martin salah satu yg berhasil maksa ngalir, cuma kurang bijak jaga ban. Pecco adalah kombinasi mempertahankan ban tapi tetap ngalir. Late braking cuma kalau dogfight.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here