TMCBLOG.com – Seperti yang sudah sebelumnya TMCblog share di X, perkembangan paling mutakhir dari dokumen regulasi 4 kelas ARRC untuk musim 2024 sudah mulai disebar ke tim tim peserta. TMCBlog sendiri sudah mencoba membaca pelan pelan paling tidak 1 kelas yang cukup memiliki perubahan krusial di 2024 yakni kelas Asia Production 250 atau AP250. Dalam artikel yang lalu sudah sama-sama kita diskusikan bahwa untuk musim 2024, motor pesaing akan sangat heterogen, nggak akan hanya terdiri dari satu platform mesin yang homogen seperti tahun tahun sebelumnya.

Secara umum akan mirip seperti gelaran WSSP300 yang juga terdiri dari beberapa model sepeda motor dengan berbagai platform mesin, kelas AP250 musim 2024 akan sangat heterogen. Mesin yang akan jadi pesaing yang bisa dihomologasikan di kelas ini tersebar mulai dari mesin platform 1 silinder, 2 silinder dan 4 silinder. Di dokumen tertera bahwa ada ada 8 motor yang bisa dihomologasikan di kelas AP250 2024 ke FIM Asia ARRC Technical Committee  . .

  • Honda CBR250RR
  • Honda CBR300R
  • Kawasaki Ninja 250
  • Kawasaki Ninja ZX25R & ZX25RR
  • KTM RC390
  • TVS Apache RR310
  • Yamaha YZF R25
  • Yamaha YZR R3

Dan di artikel ini kita akan coba fokus sebentar di 3 motor berspesifikasi mesin 1 silinder (CBR300R, KTM RC390 dan TVS Apache RR310) melihat tiga list ini, TVS Apache RR310 adalah sosok yang paling siap untuk ikut balapan tahun depan karena mereka sudah beberapa tahun memiliki basis data balapan di beberapa sirkuit ARRC dari ajang balapan TVS Asia One-Make Championship.

Satu kubikasi saja, ada equalizernya, apalagi berbeda kubikasi dan berbeda jumlah silinder, Pasti ada regulasi equalizer penyeimbangnya dan dari dokumen yang TMCblog baca minimal ada dua basis penyeimbangnya yakni bobot (dan bobot kombinasi) minimal serta limit maksimum raungan RPM mesin.

Untuk motor satu silinder termasuk TVS Apache RR310, selain kesiapan data, salah satu yang bisa TMCblog coba share ke sobat sekalian dari data dokumen regulasi adalah penentuan batas bobot maksimum dan maksimum raungan mesin untuk ketiga motor nermesin satu silinder. Untuk bobot ketika motor sama sama harus berada di bawah 125 kg untuk bobot motor dan 190 kg bobot kombinasi (motor + pembalap).

Untuk regulasi maksimum Rev Limit motor motor satu silinder, mereka memperoleh keleluasaan berupa mesin yang tidak dilimit maksimum putaran mesinnya. RPM mesin tidak dilimit (inlimited RPM) alias ‘Los Dol ‘. Selain itu piston yang dipakai di mesin mesin satu silinder boleh merupakan produk aftermarket dengan spek dimensi (bentuk, ukuran) yang sama walaupun bahan dan metode pembuatan bisa berbeda.

Jujur TMCblog kepo sama TVS Apache RR310. Karena laptime, pace dan perfoma mereka di sepanjang musim Kejuaraan TVS Asia One-Make Championship cukup hebat dan nahkan beberapa kali berada di atas rata-rata umumnya laptime dan pace Honda CBR250RR spek AHRT. Untuk analisa selanjutnya kita jelas harus membandingkan regulasi OMR TVS ini dengan reguasi AP250 2024 khusus mesin 1 silinder. Tapi kalau memang sama atau setaraf, mesin mesin satu silinder akan berpotensi kompetitif sejak awal musim nih  . .

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

27 COMMENTS

  1. Tinggal beli lisensi desmodromic,bisa makin jengat-jengat itu
    Selama gak sering jebol aja,kayak jaman UB135 yg kilikannya selalu mendekati ajal (mesin) dulu 🤣

  2. Terus limit rpm cibier 2 silinder ttp dipotong kah nanti kaya kemarin ? Dari 15.000 ++ ke 14.600, hampir 1000 dipotongnya. Belum dipotong lagi karena jarak poin diklasemen jauh.

  3. Kalo mau adil CBR250RR jangan disunat, apa adanya dong, soalnya kehadiran R3, Zx25R, TVS yang laptime bisa kencang di event ARRC 2023 ni

    Biar semakin seru
    AHRT belum pasti ikut Ap250, masih kunyah kunyah REGULASI 2024
    Asb1000 ✅
    Ss600 ✅
    Ap250 ❓

  4. Menang banyak dong yak, data udah kekumpul banyak dari ajang OMR jadi ga perlu riset lama2, dpt regulasi rpm unlimit, tinggal cari rider yg bisa maksimalin potensi motornya,

  5. Paling siap ya KTM, mereka ampe rilis motor khusus wss300 dan di seri2 awal langsung dominan kemudian Dorna nerf abis2an via rpm dan bobot biar yg 2 silinder 400cc ama 321cc kaga malu kalah ama 370cc silindet jomblo. Cuma kaga tau dah KTM India bakalan rilis RC390 race ready jg apa kaga.

  6. Jelas koneksi sponsor ARRC pendukung ya begitulah, ada jalan mudah ☺️
    Pake riders Hiroki Ono, vorapong udah jelas untuk riset berjalan
    Masa iya one make race pencarian bakat pake riders kawakan jam terbang tinggi ☺️

  7. Ingat KTM RC 390R yang berlaga dikelas wssp 300 tahun 2018 dengan rider Luca Grundwald, di tengah musim dorna terpaksa mengeluarkan regulasi baru untuk mencegah laju tim KTM ini dengan memangkas limit rpm dan menaikan bobotnya padahal pesaingnya kala itu kawasaki, honda, yamaha, memakai mesin twin yang kubikasinya apalagi si honda sampai 500 cc 😂😂
    Nah bayangkan kalau si jomblo RC390 ini main di kelas AP250 dikasih kebebasan alias los dol, lalu menang, bisa bikin suasana rusuh dikelas gado2 ini dengan catatan regulasi berlaku dari awal sampai akhir musim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here