TMCBLOG.com – Seperti Kita ketahui, Secara umum semenjak hadirnya sosok Massimo Rivola di Kubu Aprilia MotoGP, Pabrikan Asal Noale ini tidak pernah Latah Ikut Ikutan Melakukan hard-copy-Paste apa yang dilakukan Ducati Soal Aerodinamika. Ya Memang Ducati tetap Jadi Pionir soal Pemanfaatan Aerodinamika, namun yang dilakukan Aprilia adalah sesuatu yang berbeda. Termasuk Soal Winglet Buritan.

Jika Ducati mempelopori penggunaan Winglet Buritan berupa gabungan sepasang (kombinasi) sayap mengarah ke atas di sisi kiri dan Kanan ekor sepeda Motor, Maka Yang dilakukan Aprilia Ketik Pertama menghadrkan Winglet Buritan Mereka adalah Lebih mirip Formula 1 dimana spoiler yang dipasang tinggi di bagian atas.

Pada mobil balap Winglet Buritan Model ini Biasannya hadir Untuk untuk membantu menancap Grip di permukaan asphal terutama saat menikung dengan kecepatan yang tak terbayangkan. Sementara menurut Aprilia keunggulan versi Winglet ini Untuk sepeda motor lebih menonjol di lintasan lurus/ Straight.

Menurut Aprilia Gaya tekan ke bawah (downforce) yang dihasilkan winglet membantu menjaga roda belakang tetap tetap di permukaan asphal, terutama saat hadir pengereman keras di ujung lintasan lurus, tepat saat pengendara hampir melakukan stopie saat memasuki tikungan, saat roda belakang biasanya tidak dibebani.

Secara umum Aprilia Baru baru ini Mendaftarkan Desain paten Winglet ini dan Menuliskan dengan Blak blakan apa yang ingin mereka capai dari Fungsi Winglet Buritan ini dalam Aprilikasi Paten tersebut  . . Cek deh sob  “…spoiler memungkinkan terciptanya gaya aerodinamis pada roda belakang. Gaya ini terutama efektif selama Trail Braking, yaitu pengereman mendadak, dan bertujuan untuk mengurangi pantulan roda belakang, meningkatkan cengkeraman sepeda motor dan dengan demikian memudahkan memasuki tikungan.

Selain itu, beban lebih besar yang dihasilkan pada bagian belakang sepeda motor berguna pada lintasan lurus yang bergelombang, seperti lintasan menuruni bukit, yang mana sepeda motor mencapai kecepatan sekitar 350 km/jam [217 mph] dan cenderung kehilangan grip “

Nah Kalau Yang mengungkap Fungsinya adalah Institusi yang mengerjakan sudah dapat dipastikan Kebenaran dan Keabsahannya ya sob. Lega deh Sekarang ya . .

Taufik of BUitenZorg | @tmcblog

20 COMMENTS

  1. BTW Trail Braking itu bukan rem mendadak wak. Tapi teknik mengerem yang releasenya dalam, hampir sesaat sebelum apex. Jadi rider akan ngerem dan dikontrol pressurenya sambil belok, Biasanya kalau untuk motor gede, saat direm dalam waktu lama ini, beban motor dan rider akan pindah ke depan (hence, weight shifting). Kalau entry speednya kenceng, maka bisa dipastikan roda belakang traksinya akan berkurang bahkan lifting (stoppie).

    • setuju bang, trail braking disini rem ditekan terus sampai apex tapi tekanan rem disesuaikan sehingga menghasilkan jejak pengereman (trail). jadi bukan rem ditekan sejadi-jadinya terus dilepas, tapi rem tetap ditekan sampai apex dengan diatur tekanan remnya. dalam hal ini makin dekat titik apex tekanan rem semakin dikurangi

  2. Mungkin mesin Honda yg tahun depan digeser lebih kedepan lagi,makanya mereka ganti stego ke spoiler ini biar ban belakang tetap mencengkeram

    Yamaha jg,biar gak spinning setelah disuntikkan tenaga lebih oleh marmorini

    • kalo ga salah model stegosaurus itu malah kepakenya pas nikung atau ngadepin long corner yg butuh speed corner. mangkanya sekarang ducati juga bagus di tikungan. nutupi kekurangannya dulu di sektor tikungan. cmiiw

    • dibuat miring supaya ada downforce pada saat nikung rebah, dan supaya kalau motor dalam keadaan tegak gak bikin drag, itu hampir sama kenapa front winglet itu juga bersudut/miring kaya kumis, gak lurus/sejajar dengan motor, contoh paling bisa dilihat ada di front wingnya aprilia

  3. Untuk saya yang awam, entah gimana itu aliran udaranya, padahal waktu ngerem pembalap bakalan naekin badannya buat bikin drag. Kalau lagi tuck in oke lah nyerupai kabin mobil

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here