TMCBLOG.com – Insinyur dari Selandia Baru – Paul Trevathan – Adalah Salah satu Crew Chief paling Berutung di era MotoGP jaman sekarang. Sejatinya, ia sudah menjadi Crew Chief Kelas MotoGP Sejak tahun 2004 Di WCM saat itu. Lalu Sempat menjadi teknis Buat Ohlins sampai akhirnnya menjadi salah satu Teknis dan Insinyur yang menyaksikan dan Ikut membangun KTM MotoGP Dari awal bersama rombongan Mike Leitner. Kini pasca menangani Pol Espargaro, di 2024 ia akan menangani Salah satu Pembalap Muda Fenomal yang dijuluki Next Rossi, Next Marc Marquez – Pedro Acosta. Dan ternyata ia akhirnnya menyadari ada talenta Khusus Yang dimiliki Oleh Juara Dunia GP termuda sepanjang Sejarah ini yang ia bisa saksikan ketika menanganinya selama sehari full di Valencia Test . . Berikut yang bisa ia ceritakan kepada Mat Oxley mengenai Pedro Acosta di hari pertama di atas MotoGP  . . .

“ Dia Berusia 19 tahun, Namun menurut saya ia adalah Orang Yang sangat Mature ( Dewasa). Dia bukan seorang anak kecil yang berusia 19 tahun. Dia suka ngomong langsung apa adanya ‘ jangan kasih saya omong kosong, beri saya fakta ; apa yang akan kamu lakukan, apa yang anda ingin saya lakukan ‘ . Mengenai talentanya sudah jelas, ini adalah sesuatu yang bisa anda lihat di TV ketika ia keluar dari Box untuk pertama kalinya dan Menggunakan Bahasa tubuhnya di Trek dan anda akan langsung bilang, ‘ apa ? Kamu Serius ? ini baru lap Pertama ! ‘

“ Ia mengeksplorasi apa yang bisa tubuhnya lakukan Untuk Motor ini. Ia Mendeskripsinya Motornya sebagai ‘ Motor balap ‘ Lagi. Yang ia benci dari Moto2 adalah Motor itu merupakan persimpangan antara Motor balap dan motor Produksi massal. Moto3 merupakan Motor balap di mana anda akan menemukan Kekakuannya dan rigiditas. Motor MotoGP adalah seperti ini lagi, namun tentunya dengan tambahan ‘steroid ‘. Ia mengatakan bahwa ia menyukai Motor balap ini dan ini adalah sesuatu yang ia nikmati.

“ Dia itu – seperti Pedrosa, Casey Stoner, Marc Marquez –  memiliki sesuatu di mana mereka bisa mengedarai Motor dengan Mudah dan ketika melaju dengan [kecepatan] 90 [mph] mereka masih memiliki kapasitas otak untuk memikirkan hal hal lain dan menggunakan beberapa Angka. Ini adalah sesuatu yang sangat jelas Saya lihat di diri anak ini. Mengendarai Sepeda motor dengan talenta Murni dan di luar itu ia memiliki kemampuan untuk memikirkan apa yang sedang terjadi.

“ Sebagai Contohnya nih ketika saya memberikannya instruksi dimana anda harus melakukan Hal berikut; Ini adalah fase pengereman, Untuk bisa cepat, untuk bisa late Brake dan Menghentikan motor dengan baik kamu harus melakukan hal berikut ini, ini dan ini. Ia melakukan run dan apakah ia melakukannya 100%? Tentunya tidak. Namun ia melakukannya.

“Dan ketika anda duduk bersamanya dan melihat datanya , maka anda akan mengatakan ‘ apakah anda serius ? ‘ dan ia mengatakan ‘ ah saya melakukan ini dan saya merasakan hal ini. Mungkin saya membutuhkan setup pengereman seperti ini karena akan membantu saya melakukan hal ini ‘ dan saya langsung merasakan WOW merasakan ia seperti melakukan Fast-Forwarding dari reaksinya.

“ Jadi Maksud saya adalah  apa yang ia peroleh dari  Sudut pandang pengendaraan di 50-60 lap hari itu ( Valencia test ) adalah sesuatu Yang fenomenal. Ini adalah Talenta. Augusto ( Fernandez) – saya tidak mau bilang bahwa ia memiliki talenta yang lebih sedikit – Ia meletakkan semuanya pada apa yang ia kerjakan dan ia melakuan dengan fantastis. Namun Orang ini ( Acosta) memiliki sesuatu hal lain dimana ada orang lain yang juga memilikinya, namun ada juga yang tidak memilikinya. Dapat menggunakan Otak dan sekaligus kapasitasnya adalah sesuatu yang Fenomenal. ”

“ Pada diri Dani ( Pedrosa) pada Masa aktifnya, pasca run ia bisa menjelaskan pada lap keberapa Ia mengubah ( setup/ map) dari Engine-brake. Lap 8 lakukan ini, Lap 12 Lakukan ini, dan ketika anda lihat datanya maka anda akan terkesima. Dan kapasitas itu meningkat dan naik menuju ke limit.

Bisa menjelaskan apa yang ia lakukan dan Menerangkan Perasaaannya dan ini adalah yang membuat saya terkesima dengannya, Pedro Acosta. Karena ia memiliki kapasitas yang bisa dikerek naik, ia bisa merasakan impuls apa Yang diberikan Oleh Motor. Walaupun ia juga berharap merasakan perubahan Yang berbeda, ia bisa kembali ke kami dan menceritakan hal tersebut.”

@tmcblog

15 COMMENTS

  1. Apa iya bakatnya.. bisa menutupi kelemahan motornya katiyem utk bisa fight dgn ducati cup, apalagi ada marc & martin.. yg klo dah mode determinasi susah di overtake sekalipun ma pecco.

    Sangat menarik sekali.. jadi pengen liat race motogp 2024.

  2. Pak Paul gak singgung Pol espargaro untuk menghargai Acosta, karena kalo dibandingin yaa jauhh … Gimana terujinya pol membangun sebuah MotoGP, KTM mahakarya, Hobda RC213V Generasi yang buat Marc Marquez prustasi bukan prestasi jelas langkah maju gigi-R

    Btw Acosta sangat mampu membayar kepercayaan tim untuk kolaborasi dengan motor apapun selama brandnya KTM mulai CEV Moto3, Redbull Rookies, Moto3, namun ketika Moto2 dia harus adaptasi untuk geiar jurdun Moto2,: setidaknya talenta dia sangat mengesankan untuk saat ini dibandingkan Raul Lemos, Augusto, Remy Gardner, Iker, bahkan mungkin Miguel Oliveira

  3. Sudah sering dikecewakan dengan sambutan bombastis semacam ini di dunia sepakbola, Bojan Krkic, Robinho, Kleberson, Hachim Mastour, Bebe, dst, yang pada akhirnya mungkin hanya 1 dari 5 anak berbakat yang benar-benar menjadi bintang. 2005 saat menjelang laga El Classico, Ronnie (Ronaldo Nazario) berkata ke Zizou, “Dibanding Ronaldinho saya lebih takut anak ini (Messi).” Empat musim kemudian Messi mendapat balon d’or pertamanya.

    Tidak seperti di dunia bola, wonderkid tidak begitu diagungkan di sini. Pedro Acosta, entah bagaimana saya punya kecenderungan berpikir dia akan menjadi seperti yang orang-orang bayangkan. Maka akan sekali lagi Spanyol punya alien selanjutnya.

  4. Ditangan Paul Trafathar cabutan dr Ohlins ,WP kayaknya udah makin matang,kenapa gak seriusin pasar road bike dan road racingnya?

  5. Blom yakin seh…msih perlu di buktikan di lintasan…klo acosta prnah menang meski start dr blkg di moto2 mungkin bs aga prcaya…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here