TMCBLOG.com – Pada hari kedua pengujian / test WSBK 2024 di Circuito de Jerez – รngel Nieto, Andalusia, Nicolo Bulega melanjutkan dominasinya. Setelah menjadi yang tercepat di hari pertama, Bulega juga menjadi yang tercepat di jari kedua serta mencetak rekor laptime 1:37,809, sekaligus meninggalkan pesaing terdekatnya lebih dari setengah detik. Sebaliknya, rekan setimnya Alvaro Bautista mengalami kesulitan, finis di urutan ke-16, dengan 1:39,583.

Ducati menunjukkan kekuatannya dengan Andrea Iannone (Team GoEleven) mengamankan posisi kelima sementara Sam Lowes (ELF Marc VDS Racing Team) juga memberikan performa solid dengan finis ketujuh. Danilo Petrucci (Barni Spark Racing Team) menempati posisi kesembilan sementara Michael Ruben Rinaldi (Team Motocorsa Racing) berada di urutan ke-15.

Jonathan Rea (Pata Prometeon Yamaha) memamerkan kehebatan Yamaha, mengamankan tempat kedua dengan waktu 1:38,345, sementara rekan setimnya Andrea Locatelli melengkapi sepuluh besar. Remy Gardner (Tim GYTR GRT Yamaha WorldSBK) mengamankan posisi ke-8, sementara Philipp Oettl (GMT94 Yamaha) menempati posisi ke-12.

Secara mengejutkan, Scott Redding (Bonovo Action BMW) menjadi pembalap BMW tercepat dengan catatan waktu 1:38,572, mendorong Toprak Razgatlioglu (ROKiT BMW Motorrad WorldSBK Team) ke posisi keempat. Garrett Gerloff (Bonovo Action BMW) juga tampil bagus dengan mengamankan posisi keenam. Michael van der Mark (ROKiT BMW Motorrad WorldSBK Team) finis di urutan ke-13 dengan waktu terbaik 1:39,224.

Memimpin kubu Kawasaki, Alex Lowes (Kawasaki Racing Team WorldSBK) finis di posisi ke-11, fokus pada kecepatan balapan, dengan Axel Bassani meningkat ke posisi ke-14. Tito Rabat (Kawasaki Puccetti Racing) berada di urutan ke-18.

Honda mengalami hari yang penuh tantangan, dengan Xavi Vierge (Tim HRC) memimpin tim di urutan ke-16, dan rekan setimnya Iker Lecuona finis di urutan ke-19. Paddock WorldSBK akan pindah ke Sirkuit Algarve – Portimao, melanjutkan program pengujiannya pada tanggal 29 dan 30 Januari 2024 nanti.

23 COMMENTS

    • Jangankan CBR, lah RCV yg motir prototypenya aja kalah laptime dgn motor sbk lain pdhal topspeed beda jauh , mau bilang ini decoy? Ngga jg mnrut gua bradl udh mentok jd pengembang maybe skillnya udah limit,

      • @churut: bukannya test rider hny tugasnya mengetes? Rider development itu bukannya main ridernya? Misal, sblmnya kan RCV dikembangkan oleh Mamakes sesuai keinginan dia. Jdlah motor yg bs digunakan hny olehnya.

        Sama kyk Yamaha, blkgn mtr jd nyeleng krn main ridernya yakni Fabuo ingin ngembangin Yamaha ke arah power yg diutamakan. Mslh belok ktmya serahin ke Fabio. Jadinya? Ya begitu Yamaha skrg. Makanya Kucluk sbg test rider ga bs berbuat apa walau dia udh koar2 klo Yamaha blm butuh power lg melainkan mslh power delivery nya dan keseimbangan yg lbh baik.

    • M1 ama RC213V udh waktunya diproduksi massal buat lawan V4R. Di motobiji mereka harus berani bikin motor baru dari nol lg bukannya evolusi mulu. Apalagi M1 perhatiin aje itu bentuk casis ama cover mesin ga jauh beda ama besutan Rossi-Lorenzo 8 taon lalu, bukti bahwa M1 kaga ada revolusi besar. Jejepangan udh waktunya bikin revolusi, evolusi udh ga nolong lg diera skrg.

    • Lah liatnya sama sama waktunya pembalap inti lah jgn pembalap tes,,laptime moto gp tetep 1,5-2detik lebih cepat dari wsbk di sirkuit pendek karakter pelan dan 2-3detik di sirkuit karakter cepat

  1. Bulega ga nyangka juga bisa konsisten ya, setidaknya di test kali ini, Bau2 katanya lagi ga enak badan, jadi ga bisa efektif dalam test,

  2. top speed RCV lebih tinggi 15 kph dibanding panigale tapi lap time kalah hampir 1 detik. ini pengaruh rider atau ban michelinnya ya?

    • Mungkin Bradl emang gak niat bikin laptime kencang,karena fokusnya ke ngerasain feedback part barunya,dan gak sampe rusak part percobaannya yg biasanya cuma sebiji,sekalian sandbaging biar gak gampang ditebak kompetitor

      Karena secara logika dgn cakram carbon,dan full SSG harusnya gampang banget kentutin motor yg bobotnya lebih berat,cakram baja,dan girbox biasa

  3. Kayaknya bmw bakal kuat neh,namun rea bs klik dgn yamaha, toprak jg bakal kuat, bulega ngeri meski baru latihan beda 1 detik. bs jd akan bertarung trio toprak,rea,bulega 2024.

  4. Kalo Bautista posisinya saat balapan seperti ini terus, saya ucapkan selamat untuk para “pembunuh” Bautista dengan regulasi badutnya.

    • Lah Batistuta win jg krn regubasi badut, kalo kaga ada regubasi badut Rea kaga keputus dominasinya, Toprac spesialis runner up, Batistuta ada di grup tengah. Realistis ajelah jaman regubasi belon diutakatik Rea menang mulu ampe diakalin reverse grid lah, turunin serebu rpm lah, isi kop silinder harus standar lah. Kalo John Petrucci, Bolega, ama Lanone sering didepan sementara Batistuta ga dominan lg ya itu bukti nyata selama ini Batistuta yg paling diuntungkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here