TMCBLOG.com – Di sesi pagi hari , Jorge Martin berhasil menorehkan Laptime 1:57,273 yang lebih cepat dari Rekor Laptime resmi MotoGP di Sirkuit Sepang (01:57,491  ). Namun ternyata itu belum berakhir, pasca rehat Siang jam 17:31 waktu sepang atau menjelang akhir Hari kedua Giliran Pembalap pabrikan Ducati Lenovo, Enea bastianini yang berhasil naik ke atas Timesheet berbekal Laptime yang lebih tajam lagi 1:57,134 . .

Setelah menorehkan Laptime cepat itu, enea sebenarnya Mungkin bisa menjadi pembalap pertama yang menorehkan laptime 1:56-an di lap berikutnya, Namun sayang ia melakukan kesalahan di Sektor ketiga. Namun Di hari Kedua ini, Baik team Ducati Lenovo memang secara umum sudah Mulai fokus ke Solusi paket Ducati Desmosedici GP24.

Dan Pada hari kedua, Bastiaini dan Juga Pecco mulai menggunakan Paket Aerodinamika baru yang berupa Kombinasi antara solusi Diffuser Downwash Duct yang sudah lama digunakan Ducati dan solusi baru Fairing Konkav Ground Effect.

Pada hari pertama kemarin Mesin GP24 digunakan Bastianini dikombinasi dengan Paket Aero 2023 . . dan Enea Masih merasakan adanya beberapa kelemahan yang Sepertinya mulai bisa dijawab ketika memang paket mesinnya komplit digunakan dengan paket Aero terbarunya. Sementara itu Jorge Martin hadir sebagai yang tercepat kedua disusul Brad Binder yang juga sebenarnya menorehkan laptime lebih cepat dari rekor Pecco

Selain Ducati, hal menarik Juga dilakukan Aprilia di hari kedua ini dimana Miguel Oliveira, Maverick Viñales, dan Aleix Espargaro melakukan run bersama di bawah terik matahari untuk melihat apakah Aprilia telah menyelesaikan masalah mereka dengan cuaca panas dengan keadaan Close racing. Di Thailand tahun lalu, Vinales dan Fernandez terpaksa pensiun lebih dini dari Balapan dan Espargaro mengatakan dia “tidak bisa bernapas” karena panas yang keluar dari motornya.

Ditambah lagi, mereka mempunyai masalah keandalan yang serius pada suhu yang lebih panas. Keduanya perlu diselesaikan jika Aprilia ingin menjadi pesaing serius di tahun 2024. . . sinyalemen lain, Aprilia sedang mecoba efektifitas dari bentuk aero buritan yang disinyalir Punya fungsi menghasilkan dirty air

Hal yang ‘di luar Nurul’ juga hadir di Yamaha dimana Fabio Quartararo berhasil torehkan Top Speed yang sangat tinggi 338,5 km. Ya, slipstream dan kesalahan dalam mengukur penanda pengereman bisa berperan dapat berperan. Namun ini tetap tanda positif lain yang muncul dari kubu Yamaha yang bisa diartkan bahwa kerja dari Luca Marmorini di sektor Mesin berasil membangkitkan beberapa tenaga Kuda Tambahan di mesin Inline 4 Iwata.

Taufik of BUitenZorg | @tmcblog

26 COMMENTS

  1. ada kebijakan open data
    ga heran Pecco “nyante” aja, toh motor yg terbarukan udah terbukti makin powerfull. “Tinggal perhatikan dan pelajari” disektor mana rival lebih kenceng
    jangan ambil resiko berlebih biar ga kejadian kyk Raul atau Morbi

    btw si raja FP; Vinalez; kenapa ya? biasanya dia lumayan gacor klo urusan time-attack single-lap

      • jalanin tugas okelah, memang bener.
        tapi kenapa Vinalez doang yg terlihat struggle
        pak RT Aleix kaga dpt tugas buat kekurangan motor gitu ?
        wong Aleix di top 10, masa kalah ama wong tuo yg kerap dikatai medioker ?
        jadi Vinalez doang yg ditugasin gitu ?? kaga dpt kebebasan buat all-out di akhir practice ?
        mukanya pun di kamera rada terlihat senyum kecut
        pake logika dikit lah

      • lalu wong tuo Aleix kenapa top 5 ?
        ga ada kebebasan untuk sekadar all-out di menit2 akhir sesikah buat Vinalez ?
        logik dikit dong

  2. Semenjak yamaha ikut sertakan insinyur ahli telemetri viral X dan diduetkan luca marmorini ,M1 mulai bertaji,minim aero dan fokus akselerasi ditikungan dan topspeed..

  3. Gua kasi tau aja terserah kalo mau Denial bilang sand bagging atau apa. Tapi faktanya dia emg beneran struggle wkwk. Bayangin dia kabur dari Honda karna masalah rear end yg ga bisa teratasi, eh sekarang di Ducati malah susah handle front end. Dia kira pake Ducati lgsg tune in kali, nyatanya malah dihadapin sama masalah yg berbanding terbalik wkwk ya dia emg ga tau sih sebelumnya. So nikmatin.

    Kata gua mah jangan kepedean dulu auto jurdun 2024 dah. Itu anak baru lap time 11 12 sama binder

    • biar merasakan apa yang dirasakan simbah waktu pindah ke ducati, malahh ducati jaman simbah lebih parah tidak motor juara kaya ducati sekarang

    • ya silakan aja liat hasil latihan ke 3
      udah main di 1:57 tuh
      lumayan
      lupa pra musim 2019 ?
      Marc saat itu bahkan kaga top 5 di pra musim sepang,
      di luar 8 besar klo ga salah

  4. Sayang si Raul out duluan, sudah habisin duit banyak nih si trackhouse buat gaji Davide Brivio biar semakin didepan. Si Oliviera moga bisa bertaji lagi tarung di depan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here