TMCBLOG.com – MotoGP pit lane reporter Simon Crafar sempat mengatakan sinyalemennnya untuk Marc Marquez yang menurutnya melakukan sandbagging di hari kedua test resmi Sepang. “Dia secara konsisten melebar di tikungan terakhir. Itu bukanlah hal yang dilakukan oleh seorang Juara Dunia delapan kali. Mungkin dia sedikit melakukan sandbagging.” Namun apa benar begitu?

Yang pertama jelas adalah secara data, di sektor terakhir (Sektor 4) Marc Marquez memang umumnya menorehkan waktu sekitar 30 koma kecil dan ini sebenarnya angka yang standar saja buat pembalap MotoGP. Angka tercepat di sektor ini kemarin itu ditorehkan memang di angka 29,6 detik oleh Enea Bastianini, namun secara umum Bastianini pun menorehkan 29 koma besar atau 30 koma kecil di sektor terakhir pada hari kedua kemarin.

Yang kedua soal melebarnya Marc Marquez di tikungan terakhir yang artinya setelah back straight panjang adalah dia masih memiliki masalah dalam hal pengereman Ducati GP23. “Memang benar cara menghentikan motor Ducati berbeda. Tapi, pada titik pengereman, saya tidak kalah. Saya memperoleh keuntungan dibandingkan dengan pembalap Ducati lainnya. Saya perlu memahami grip belakang. Memang banyak, tetapi anda perlu memahami cara menggunakannya.”

Secara umum Marc menjelaskan alasan permasalahannya di Sepang adalah karena ia masih merasa kesulitan untuk menghilangkan gaya balap di atas motor Honda ketika membawa Ducati GP23. Seperti yang kita ketahui Marc adalah salah seorang pembalap dengan gaya meng-handling front end yang kuat. Ibarat kata, silahkan saja rear-end bermasalah, asalkan front-end kuat, maka skill Marc bisa menutupi kekurangan rear-end. Namun sayangnya Ducati didesain oleh Gigi Dall’igna sangat bergantung pada rear-end grip dan pembalap harus bisa mengekspolitasi rear-end. Di sini masalahnya . .

“Sangat setuju (dengan pendapat Marini soal perbedaan Honda dan Ducati). Benar-benar berbeda, cara penggunaan ban belakang,” kata Marquez usai tes hari kedua (Rabu) di Sepang. “Oleh karena itu, saya masih mengendarai Ducati seperti Honda. Di Valencia ok, Tapi di sini? Tidak. Saya perlu menghilangkan kebiasaan 11 tahun dengan satu motor, Ini sulit.”

“Dalam time atatck, Anda tidak berpikir. Anda pergi berdasarkan insting. Jika saya membalap berdasarkan insting, saya mengendarainya seperti Honda. Itu bukan cara terbaik mengendarai sepeda motor ini. Selangkah demi selangkah, itu adalah sebuah proses.” – @tmcblog

25 COMMENTS

  1. Saat di honda dia pernah membalap dengan gaya yamaha.. saya lupa tepatnya dimana.. sepertinya di thailand waktu lawan kuartarao.. dan sukses mengalahkan kuartararo.. (bukan hanya di tikungan terakhir) tp di beberapa tikungan cepat..

    Artinya apa? Di tikungan cepat memerlukan rear grip yg lebih baik.. yg artinya dia bisa menyesuaikan gaya balap dengan mudah di ducati..

    Ingat kata2nya bahwa dia masih menggunakan setingan standar.. dilihat hari ini aja hasilnya.

    Sepertinya doi lebih memilih longlap guna mengetahui ketahanan lengan kanannya dan konsistensi lapnya ada dimana.

    • sayangnya banyak yg udah pada berpikiran negatif
      padahal Simon Crafar aja masih percaya ada yg msh disembunyikan ama Marc
      Plus ada kebijakan open data di Ducati
      biarkan lawan dan para hater songong berekspektasi rendah

      • Lagi lagi cukup setengah musim Marc bisa jurdun kata para fbm nya , ingat itu dulu sekarang usia sudah tidak muda lg , kan dibilang Marc itu tumpul ngga tumpul tajam juga ngga tajam, apalagi setelah cedera panjangnya , masa prime Marc udah habis bisa dibilang.

  2. Brarti klo pke gaya honda d ducati ga cocok
    Pdhal motor ducati lbh cepat
    Apakah gaya pengembangan ala honda bisa menyaingi ducati atau harus mmg bnr2 pke pengembangan ala ducati?
    Klo mmg harus dgn pengembangan ala ducati, honda mmg harus membuang marquez d akhir 2023 sih

  3. Crafar bisa saza benar. Marwoto merahasiakan kekuatannya. Kayak yang dia lakukan di portimao.

    Tujuannya agar pebalap lain nggak gemetar dan panik, terus pulang dan tidur siang 😂😂

    Time will tell lagh…🤭🤭

  4. Crafar bisa jadi benar. Marwoto merahasiakan kekuatannya, seperti yang dia lakukan di portimao.

    Tujuannya biar pebalap lain nggak panik gemetar, dan kemudian pulang untuk tidur siang heheheheh

  5. fbm be like : semoga junjungan kita beneran sand bagging.
    stoner be like : your ambition overweighs your talent.

    kabooorr ahhh … aghihihihih …

  6. Jan percaya gaes, pura2 stragel die mah. Tau sendiri Marquez sekali betot gas auto P1 yg laen pada gemeteran pesen tiket pulang. Masa sekaliber Marquez ada diposisi tengah stragel, katanya selama ini Honda lebih jelek dari Ducati, Ducati motor jawara, ga masuk akal bet ini mah seorang Marquez kaga ada bedanya naek Ducati ama Honda. Sand beggingnya kebangetan takut Ducati ketar ketir kemudian tuker Mesin Marquez pake mesin GP18 biar ga jurdun. Asli, ini mah Marquez nyembunyiin kemampuan aslinya biar ga dikata selama ini kebantu motor inputan Pedrosa dan kali ini kebantu motor jawara.

  7. Kayak gak tahu Marc saja …dua hanya pura pura ..sebenernya dia bisa kencang banget…Marc dan vale adalah pembalap hebat…pinter bikin drama…

  8. Test doang ngapain jadi tercepat??…

    Pebalap kawakan macam Rossi, marquez Test pra musim buat Explorer motor, pebalap medioker macam Vinales anggap Test adalah jadi tercepat, kencang..

    Vinales aja udah tobat, juara Test pra musim MotoGP

  9. Berarti bisa diartikan di sirkuit yang menuntut pengereman ekstra dan banyak stop-go, Marc masih harus belajar lagi, selain itu gass

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here