TMCBLOG.com – Secara umum regulasi balap untuk kelas AP250 ARRC 2024 yang race weekend-nya akan dimulai pada hari Jumat ini lumayan banyak berubah bila dibandingkan dengan musim 2023 yang lalu. Pihak promotor dan FIM Asia mencoba membuat sebuah regulasi keseimbangan yang adil untuk motor motor yang berkompetisi tahun ini dimana bisa dibilang akan semakin beragam dengan kehadiran contohnya dua motor homologasi baru kelas ini yakni Kawasaki Ninja ZX25R/RR dan Yamaha YZF R3.

Dalam dokumen paling mutakhir regulasi ARRC 2024 yang tertanggal 1 Desember 2023, ada 8 motor yang bisa dihomologasikan di kelas AP250 2024 ke FIM Asia ARRC Technical Committee untuk musim 2024 ini :

  • Honda CBR250RR
  • Honda CBR300R
  • Kawasaki Ninja 250
  • Kawasaki Ninja ZX25R & ZX25RR
  • KTM RC390
  • TVS Apache RR310
  • Yamaha YZF R25
  • Yamaha YZR R3

Namun begitu sampai menjelang FP1 seri pembuka Jumat ini di siruit Chang – Buriram, entry list hadir 22 pembalap dimana jenis motornya hanya terdiri dari 4 jenis, yakni Yamaha R3 (6 entry), Yamaha R25 (1 entry), Honda CBR250RR (13 entry), dan Kawasaki Ninja ZX25R (2 entry).

FYI, motor motor di atas diatur keseimbangan performanya mengguakan beberapa variabel, dua antara variabel itu yakni bobot motor – bobot kombinasi serta juga batas raungan/putaran mesin (rev-limit). Nilai nilainya bisa sobat lihat dalam daftar berikut ini :

Motor AP250Kubikasi (cc)Bobot Min (kg)Bobot Komb Min (kg)Rev Limit (RPM)
Honda CBR250RR24914020513.500
Yamaha YZF R2524913520013.500
Yamaha YZF R332114020512.500
Kawasaki Ninja 25024914020513.500
KTM RC390373,2125190unlimited
TVS Apache RR310312,2125190unlimited
Honda CBR300R286125190unlimited
Kawasaki Ninja ZX25R/RR24916022516.000

 

Nah sobat bisa lihat bahwa secara umum walaupun memiliki jumlah silinder paling banyak , ZX25R/RR memperoleh limitasi paling besar yakni bobot paling berat dengan rev-limit dibatasi hanya boleh sampai 16.000 RPM. Sementara semua motor satu silinder memiliki regulasi rev-limit paling ringan yakni unlimited alias tak terbatas. Tentu saja akan dibatasi oleh material jeroan mesin yang mereka pakai sendiri sob.

Untuk ukuran diameter venturi throttle body, Honda CBR250RR, Kawasaki Ninja 250R danYamaha YZF-R3 adalah 32 mm sementara untuk Yamaha R25 memperoleh regulasi ukuran diamater venturi 34 mm. Untuk ZX25R TMCBlog beum mendapatkan angka updatenya.

Selain regulasi di atas, FIM Asia bersama dengan Komite Teknis ARRC berhak menerapkan metode penyeimbangan pada sepeda motor di kelas sesuai keinginan mereka. FIM Asia bersama Komite Teknis ARRC akan meninjau posisi performa antar merek sepeda motor. Berikut beberapa cara yang bisa mereka dilakukan dan akan dikaji ulang dari waktu ke waktu selama musim balapan:

  1. Penyesuaian bobot
  2. Batas rev-lmit dasar (dengan penyesuaian melalui sistem ECU ARRC aRacer Spec).
  3. Penyeimbangan ukuran throttle body
  4. Konsesi suku cadang mesin
  5. Konsesi handling dan suku cadang suspensi
  6. Dan metode penyeimbangan lain yang sesuai bila diperlukan

Yang hadir di buku regulasi adalah beberapa step dimana FIM Asia bersama dengan Komite Teknis ARRC berhak menyunat rev-limit lebih rendah lagi buat pembalap yang secara poin terlihat terlalu OP alias Over Power. Regulasinya menyebut bahwa :

Step equalizer pertama : Setelah keunggulan 25 poin diperoleh oleh pembalap yang berada di posisi 5 teratas (peringkat) dibandingkan kompetitor lain (peringkat ke-6 & lebih rendah) di Kejuaraan dimana akan dikenakan pengurangan 200 RPM pada rev-limit RPM dasarnya pada putaran/ronde/seri Kejuaraan berikutnya.

Step equalizer kedua : Setelah keunggulan 50 poin diperoleh oleh pembalap yang berada di posisi 5 teratas (peringkat) dibandingkan kompetitor lain (peringkat ke-6 & lebih rendah) di Kejuaraan dimana akan dikenakan pengurangan 200 RPM lagi pada rev-limit RPM dasarnya pada putaran/ronde/seri Kejuaraan berikutnya.

Step equalizer ketiga : Setelah keunggulan 75 poin diperoleh oleh pembalap yang berada di posisi 5 teratas (peringkat) dibandingkan kompetitor lain (peringkat ke-6 & lebih rendah) di Kejuaraan dimana akan dikenakan pengurangan 100 RPM lagi pada rev-limit RPM dasarnya pada putaran/ronde/seri Kejuaraan berikutnya.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

9 COMMENTS

  1. Konsep jualan motor mass-production kan memang sengaja bikin “ada yg beda” dibanding kompetitor sekelas kubikasinya, biar jadi nilai jual utk calon konsumen.

    Akhinrnya begitu mau turun tanding, panitia yg kerja keras mikir suapaya “seimbang”

  2. Bedanya dengan OMR TVS apa ya
    Ngeliat laptime lebih cepat daripada ap250
    Dan aneh juga ga ada yg nyoba KTM
    Padahal itu potensial banget sih

    • Karena AP250 sangat tinggi Gengsi Pabrikan/ Factorynya di Asia, Maka Jawabannya Yang mungkin adalah Karena factory KTM di Asia masih belum Greget

    • Kalo TVS OMR itu kan udah spec buat balap, meskipun tulisannya TVS 310, tapi speknya udah dilebihin dari AP250, knalpotnya aja ala KTM RC250 Moto3 di era sebelum 2020. Makanya gak heran kalo lebih kenceng dari AP250, meski bobotnya aku yakin gak seenteng Moto3 maupun motor di ATC. Spec nya agak dibawah ATC dikit.

  3. lha di hadapan ktm rc, klo ada yg berani pake cbr300 ama apache mah terlalu berani wkwkwkwkw

    dan yg paling berani masi ada yg pake r25 dong wuih salut !!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here