TMCBLOG.com – Johann Zarco memiliki empat musim sebelumnya di MotoGP dengan mengendarai Ducati: dari tahun 2020 hingga 2023. Kini setelah ia beralih ke Honda, yang jelas merupakan motor yang kurang kompetitif, namun ia tetap menemukan alasan untuk tersenyum terutama melihat bagaimana Marc Marquez menemukan kegembiraan membalapnya kembali dengan Ducati.

Menurut Zarco, Marc Marquez akan perlahan-lahan dapat mengambil posisi yang semakin penting di dalam Ducati, sedemikian rupa sehingga mengganggu hierarki saat ini di mana sudah ada dua menara kembar di sana : sang juara, Pecco Bagnaia sebagai referensi mutlak, dan Jorge Martin adalah talenta yang terus berkembang yang dapat diandalkan.

Sebagai penonton dari kejauhan, Zarco mengaku tertarik menyaksikan kejadian di Portugal ketika, tiga lap jelang akhir GP. Clash antara Marc dan Pecco menimbulkan sejumlah keraguan tentang akan bagaimana bagaimana keduanya akan hidup berdampingan di merk Italia ini ke depan meski keduanya tidak berada di garasi yang sama.

Mengenai ini Zarco berkomentar di Canal+: “Saya hampir senang bisa pergi, tepat pada saat kedatangan Marc di tim Italia. Saya pikir perannya adalah seperti rubah di kandang ayam. Pecco adalah pria yang sangat tenang, tapi pembalap Spanyol itu tahu bagaimana caranya mengganggu. Ditambah lagi, di level pemasaran, dia sangat berarti.”

“Menurut saya, dia (Marc Marquez) sangat bertekad untuk bisa memenangkan beberapa balapan. Saya juga yakin dia sudah memikirkan gelar. Keinginannya adalah mengalahkan Valentino Rossi dalam hal jumlah gelar dan mengenai clash? Mungkin Marquez terlalu mempersempit lintasannya, dan Bagnaia terlalu optimis. Biasanya, kesalahannya terletak di tengah-tengah.”

Pemegang rekor gelar Juara Dunia sepanjang masa adalah Giacomo Agostini – 15 gelar, di mana delapan di antaranya diraih pada kelas utama pada masanya, yakni 500cc. Ángel Nieto menyusul dengan 13 gelar (tidak ada satupun gelarnya diraih di kelas 500cc), dan kemudian Valentino Rossi, Mike Hailwood, dan Carlo Ubbiali yang masing-masing memiliki 9 gelar (Ubbiali tidak pernah menjadi juara dunia di kelas utama). Marc Márquez menempati urutan ke-6 pada klasemen dengan torehan 8 gelar juara (enam diraihnya di kelas utama, MotoGP).

17 COMMENTS

  1. Sudah menjadi rahasia umum lagh itu. Perihal ambisi marwoto mengalahkan pencapaian mbah kakung.

    Time will tell lagh

  2. Pembalap besar macam VR46 maupun MM93 tentu ambisinya adalah berkompetisi menuju juara dunia.

    Cerita tentang VR46 dengan MM93 akan selalu menarik, diperbincangkan dan diperdebatkan dalam sejarah motoGP… karena kehadiran mereka di motoGP beririsan sangat lama selama 9 tahun, dengan berbagai clash, drama dan kontroversinya.

  3. Bayangin dia jadi pembalap “lengkap” bisa front end n bisa rear end ( lagi progress berjalan), begitu ada yg gak beres d front, dia bisa maksimalin rear end gitu juga sebaliknya…

  4. Ya baguslah. Orang itu harus terus punya keinginan supaya hidup nya bisa terus maju. Lagian klo semua pembalap ga berambisi ingin juara, bisa dibayangkan balapan jalan nya seperti apa

  5. Menarik wak haji. Pecco yang dari luar imejnya terlihat kalem, justru yang paling terusik dengan kehadiran mm93.

    Jorge martin yang agresif, justru bisa menempatkan diri ketika berhadapan dengan living legend di lintasan.

    Justru sangat menarik, kalau motogp dipenuhi oleh ambisi dan drama seperti ini 😀

  6. Jika nantinya Marc berhasil mendapat gelar ke-9 atau 10, tetap dia tidak akan mengalahkan kharisma Vale.
    Vale adalah ikon motogp modern, representasi Motogp itu sendiri.

    Sejago-jagonya Lebron James, tetep Michael Jordan ada di pucuk sana.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here