TMCBLOG.com – Mengawali balapan dari grid ke 8 merupakan permulaan yang baik untuk Fabio Quartararo, meskipun setelah lampu start padam sempat melorot ke posisi 10, tetapi Quartararo sanggup bertahan dengan race pace yang tidak tertinggal jauh dari pack terdepan. Mengenakan livery khusus LeMans bersama Monster Energy Yamaha, Quartararo mengungkapkan bahwa tim telah melakukan perubahan besar pada setup M1-nya saat sesi warm-up yang kemudian dipertahankan untuk Grand Prix. Tengah berada di posisi 6 sambil mencoba bertahan dengan rider Aprilia dan Ducati, sayangnya Quartararo harus menelan pil pahit crash di depan fans-nya di balapan kandang sendiri. Merupakan posisi terbaik Quartararo sejauh ini di Grand Prix, Ia sudah berada 9 posisi di depan pembalap dengan motor Jepang berikutnya yakni Johann Zarco.

“Sayangnya, kami terjatuh, tapi ini adalah pertama kalinya tahun ini kami melihat para pemimpin klasemen begitu dekat. Jadi semoga kami bisa menjalani lebih banyak balapan seperti itu. Saya balapan pada batasan motor, tapi saya merasa lebih baik terjatuh saat berada di posisi P6 daripada saat di P12,” kata Quartararo yang kami rangkum dari TNT sports. “Jadi hari ini adalah hari yang baik. Kami cukup cepat, jadi semoga kami bisa melanjutkan dan merasakan kecepatan itu pada balapan-balapan berikutnya,”

“Sejujurnya Saya senang karena pertama kalinya merasa tampil kompetitif musim ini dan bisa bertarung dengan banyak pembalap yang dulu jadi sainganku seperti Espargaro dan Vinales. Sayangnya pada 10 lap tersisa Saya crash, namun sanggup berada pada posisi ini dan mengetahui Saya mampu memberikan yang terbaik. Di pagi hari kami melakukan perubahan pada motor dan merasakan peningkatan yang cukup baik, Aku memilih memakai setup ini untuk balapan, sekaligus meminta tim untuk memakai setup ini sebagai dasar setup motor di balapan berikutnya,” tutur Quartararo.

Dalam penjelasannya saat media debrief pasca MotoGP Le Mans – Prancis, Quartararo mengungkapkan bahwa adad agenda khusus untuk tim Monster Yamaha yaitu sesi tes privat yang akan diselenggarakan pada sirkuit Mugello, Italia selama dua hari pada tanggal 14 – 15 Mei. Sesi tes ini dipergunakan selain untuk menguji parts baru yang dihadirkan Yamaha, juga tambahan agenda yakni untuk melihat apakah base setup yang ditemukan tim Quartararo pada sesi warm-up Le Mans apakah bisa jadi pegangan Yamaha untuk race ke depannya.

“Lusa kami akan menguji motor selama dua hari di Mugello dan di sana juga lah kesempatan kami untuk memverifikasi setup yang kami dapat ini, apakah bisa bekerja dengan baik pada trek dengan karakter yang berbeda [dari sirkuit Bugatti], bagaimanapu juga hari ini kami balapan dengan baik dan berharap bisa tetap seperti ini. Apa saja yang meningkat? Pertama-tama adalah grip ban pada saat memasuki tikungan.

“Menurutku kami masih harus mengulas elektronik motor lebih lanjut, karena kami belum menemukan setup elektronik yang terbaik, melihat bagaimana pergerakan motorku pada tikungan 5 dan 6 dibanding motor lain, M1 lebih berat dan tidak meng-kurva saat menikung, tetapi kami mengalami peningkatan secara bertahap dan berada dalam arah pengembangan yang benar.” ungkapnya kemarin.

Fabio Quartararo dalam balap Grand Prix semalam sanggup mencatatkan waktu tercepat kesembilan, atau terpaut 0,579 detik dari catatan fastest lap yang dibuat oleh Enea Bastianini di atas sadel Ducati GP24, namun harus pergi dari Le Mans menuju Montmelo – Catalunya dengan 0 poin. Sedangkan rekan setim Quartararo – Alex Rins – berhasil melewati bendera chequered di posisi 15 dan mengemas pulang 1 poin untuk manufaktur Yamaha dan Monster Yamaha Factory Team. | @tmcblog

17 COMMENTS

    • daaaah balikin aja ecunya.

      kalo ducti mau pake ecu sekarang yaaa silahkan. mau diooprek2 juga silahkan. yg penting balikin aja regulasi kebebasan pakai ecu

  1. jgn seneng dl, sapa tau bagus gr2 di kampung halaman..
    rins ayo dong..
    morbi ayo.. practice bagus..
    gt race kedodoran..
    enaena jg..

  2. Mau m1 ngikutin rider (dan test rider, dan juga mekanik rnd) yg lebih suka lembut dari bertahun lalu. Tapi buka puasa jurdunnya, dan tetep masih gacornya, digeber sama Taro dan preferensinya.

    Ini kalau sampai yamaha bisa nempelin performa eropa eropaan, Taro bakal jadi tokoh sejarah penting yamaha setelah Rossi. Membawa Yamaha m1 ke era yang benar benar baru. Gak sabar menantikannya 👀

  3. Mudah2an ini bukan fenomena yg kebetulan,
    Sebenarnya drpd jepang yg satunya, kubu garputala agak mending meskipun cuman didukung dgn 2 motor, tahun depan kalo jadi didukung dgn 4 motor gw percaya mereka makin cepat lulus konsesi,

  4. saya tidak begitu yakin dengan fabio bisa seperti vr yang bisa membangun motor bahkan di awal M1nya dengan revolusi besar.
    apakah sayap depan yang terlalu lebar bisa jadi sedikit penghambat kurang luwesnya motor saat menikung, bandingkan dengan luasan volume wing KTM dan Ducati yang minim namun bertingkat.

    • Beda jamannya. Dulu teknisi top honda termasuk ie. J. Burgess(yg notabene factory langganan juara) diboyong VR ke yamaha. Ibaratnya sekarang yamaha harus bajak pentolan teknisi ducati, minimal sekelas Gigi dal’igna. Baru Quartararo bisa diberi label rider pengembang kek VR.😁

  5. Leman sirkuit yg stop n go rcv taun lalu aja bs pole atau le 2 kayaknya jf g bs jd patokan. Fq abis ttd kontrak skg g ngeluh lah.. dah kipas² dolar..ahahah ky marono sunmory sing penting slamet smpe finis dibayar mahal

  6. jngan senang dulu. Setahuku Le Mans mmg track yg bersahabat dengan Yamaha dr dulu. baru kalau lintasan dengan tikungan lebar dan bs kompetitif, artinya ada kemajuan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here