TMCBLOG.com – Marc Marquez mengatakan bahwa salah satu alasan utama dirinya ingin bergabung ke tim pabrikan Ducati Lenovo adalah karena di Ducati ada sosok Gigi Dall’Igna. Kepada Mela Chercoles, Marc berkata; “Saya di Ducati untuk Dall’Igna, dia adalah insinyur yang membuatnya memenangkan apa yang telah dia mainkan. Hal pertama yang saya katakan kepadanya ketika kami mulai berbicara adalah: Anda masih di tahun 2025 dan 2026, kan? Karena kalau tidak lanjut kita tidak perlu duduk bersama.” Sementara itu pada hari yang sama ketika Ducati mengumumkan penandatanganan Marc Marquez untuk tim pabrikan Ducati musim depan dan bertandem Pecco Bagnaia, General Director Ducati Corse – Gigi Dall’Igna – membenarkan bahwa memilih Marc Marquez ini adalah ujung dari serangkaian taruhan keputusan sulit yang diwarnai dengan beberapa kali keraguan.

“Kami telah memilih Marc untuk memiliki dua pembalap perebut gelar Juara, dengan dia dan Pecco di dalam satu box, peluang untuk menang meningkat. Ini merupakan keputusan yang rumit, baik dari sudut pandang olahraga dan kemanusiaan, tetapi sekarang kami yakin bahwa kami memilikinya. tim terbaik dalam sejarah Ducati,” ujarnya.

Kepasa SkySport MotoGP, meski meyakinkan bahwa itu bukan keputusan mudah, Gigi menjelaskan motivasi Ducati dengan jelas soal pemilihan Marc Marquez ini, “Mengetahui bahwa Márquez dapat membuat perbedaan dengan Ducati. Motor kami telah mencapai level yang luar biasa, jadi memiliki dua pembalap seperti Marquez dan Bagnaia di tim resmi akan meningkatkan peluang memenangkan Kejuaraan Dunia, yang merupakan tujuan kami. Apa pun bisa terjadi di balapan, jadi memiliki dua pembalap yang mampu bersaing memperebutkan gelar adalah yang terbaik,”

Meskipun ada banyak kekhawatiran bahwa kedatangan pembalap kelas berat seperti Marc Marquez ke dalam box Ducati dapat mengganggu ‘harmonisasi’ tim, Dall’Igna punya teorinya. “Dari sudut pandang pengembangan motor, saya tidak khawatir, kami memiliki filosofi kami, kami tidak fokus pada satu pembalap tetapi kami memperhitungkan semua pembalap untuk pengembangan motor, jadi Marquez sudah membantu kami tahun ini,” katanya.

“Di sisi lain, saya lebih peduli pada manajemen olahraga: atmosfer yang kami miliki saat ini di tim Ducati sangat bagus, dan tujuannya adalah untuk terus mempertahankannya tahun depan. Bagnaia telah menunjukkan kemampuannya, dia sedang melakukannya. hal-hal fantastis di atas motornya, ini adalah andalan kami, kami menandatangani pembaruan dengannya sebelum dimulainya kejuaraan.”

Menurut Gigi, keputusan akhir Ducati dipengaruhi oleh pendapat CEO perusahaan, Claudio Domenicali, serta pengaruh media dan pemasaran dari karakter Marc Marquez. “Saya bukan orang pemasaran, pilihan Marquez murni karena olahraga, meski di perusahaan pasti ada yang mengambil pilihan ini juga karena alasan pemasaran. Di dunia ini Marc punya banyak penggemar,” aku Gigi.

Pada race weekend GP Mugello, tensi sempat memanas setelah Marc menyatakan tim Pramac Racing bukan opsi 2025 untuknya dan sempat dibalas oleh Pramac via Gino Borsoi dengan berencana tidak memberikan kesempatan Marc untuk bergabung dengan mereka dan mendapatkan GP25. Setelah manuver Ducati Corse pasca pemberitaan Martin, malah kini Pramac berada diambang kepergian ke Yamaha, Ducati kini berisiko kehilangan Pramac ke Yamaha. Mengenai hal ini Gigi pun ikut berkomentar.

“Risikonya pasti nyata, bagi kami itu akan mengecewakan, Pramac dan (Paolo) Campinoti sudah lama bersama kami, mereka adalah bagian dari kesuksesan kami. Semuanya harus dievaluasi, tapi sebenarnya masalahnya ada,” dia berasumsi. – @tmcblog

 

37 COMMENTS

    • Sayang KTM udh keburu pepanjang kontrak Binder. Pdhl klo dibilang tajam, akhir2 ini merosot performanya ga terlalu jomplang dgn Miller. Andai bilamana jikalau apabila Marc ke KTM, mgkn MotoGP lbh seru krn pabrikan yg menang ga itu2 aja. Pedro di KTM thn dpn agak lumayan menjanjikan ikut duel. Tp Binder? Kok ragu.. Ujung2nya bakal Ducati cup aja kyknya ni sesekali aja diselingi Aprilia n KTM

  1. Marc ada di Duacti krn Gigi, kalo Gigi pergi maka Marc akan pergi,
    Gigi adalah seorang pure seorang insinyur/saintis, doi pengen maha karyanya di gunakan oleh orang terbaik saat ini krn bgmnpun pasti doi penasaran sampai sejauh mana potensi mesin ciptaannya, dan cuman Marc kyknya yg bisa,

      • Yoi, tapi siapapun juga tau siapa rider terbaik yg masih aktif saat ini, Pecco memang udh 2 kali jurdun MotoGP, tapi tidak se fenomenal Marc, era rookie dan 2019 nya, dan liat sendiri apa yg doi bisa lakukan di GP23 yg katanya tak dpt dipungkiri kalo motornya lebih lambat 0.2 detik per lap dan per race nya bisa lebih lambat 4 detik, itu Marc sendiri yg bilang di wawancara ini, makanya doi pengen bgt dpt senjata yg setara dgn Pecco dan Martin,

        • Kalo secara valuasi penilaian saat ini after hasil mm pake gp23, jauh mm nilainya diatas mereka. Nilai pemasaran, skill, dll

    • Dall’Igna punya teorinya. “Dari sudut pandang pengembangan motor, saya tidak khawatir, kami memiliki filosofi kami, kami tidak fokus pada satu pembalap tetapi kami memperhitungkan semua pembalap untuk pengembangan motor, jadi Marquez sudah membantu kami tahun ini,” katanya
      —————–
      Maaf di copas
      Takutnya gak kebaca artikel nya…
      Atau kadang emang bacaan masih salah jadi artinya bisa beda

  2. Ada yg berteori kalo masuknya Marc ke Factory Duacti itu krn ada campur tangan Dorna dan Liberty Media, you know biar tahun depan makin rame lagi, krn 2025 tepat 10 tahun peringatan clash Mbah dan Semut, belum lagi Pecco x Marc seperti mengingatkan Rossi x Lorenzo era sekat tembok China FIAT Yamaha, wkwkwk

  3. “…….sebenarnya masalahnya ada”
    Apakah maksud’a ini kekecewaan Pramac karena pembalap’a 2x d php in ducati….??
    Time will tell lahh…..

  4. segi marketing Audi Ducati lihat potensi untuk narik image Champion MM dari Honda sepenuhnya. Image orang akan MM93 = werpack orange dicoba dikonversi jadi MM93 = werpack merah

  5. Masalahnya Pramac gak mau berbagi GP25, mereka Keukeh harus punya GP25, alias satelit nomor Wahid!!…

    Padahal bisa bagi satu ke Gresini, aman deh Marquez di jafih GP25 berikut teknisi Ducati yang nambah ke Paddock Marc

    Jadilah Ducati yang kelabakan, Marc gak mau ke Pramac, Atau cabut aja ke Aprilia, KTM, karena pergerakan Marc gak bisa diprediksi (contohnya sudahi kontrak HRC untuk ke Gresini) akhirnya jajaran Ducati putar otak agar jangan kehilangan Marc, Martin yang sudah dijanjikan factory akhirnya di kasih info pait akan di evaluasi hingga waktu yang tidak dapat ditentukan.

    Akhirnya Martin sign Aprilia, agar aman 2025 factory bukan satelit lagi satelit lagi…

    Salahnya Martin terlalu plek ketiplek berguru ke pak RT, atuh pak RT secara marketing gak menjual gak branding dirinya

    Padahal Martin lebih hebat dari pak RT, tapi dia menjalani kehidupan seperti pak RT yang udah kaya dari dulu…

  6. Ambisi Marc Marquez adalah menajamkan rekor juara seri dan juara dunia mengalahkan #46 dan semua rekor yang ada, baru setelah itu pensiun (mungkin)

    • Selain itu “memblokir” rentetan pak eko jurdu mulu dgn memakai amunisi yg setara.. Sementara terbukti 2 kali jurdu beruntut pake pabrikan merah. Marc ga ngasi pak eko utk nyalip rekornya utk jurdu 6x di kelas MotoGP.

  7. Aldeguer terlantung2,apalagi performanya jg naik turun kayak jungkat-jungkit
    Malah lebih konsistenan Sergio gracias

  8. Ducati seperti ga berubah ya sejak jaman dovi atau lorenzo seperti mendeskreditkan pembalap dan bicara kalo motor mereka itu lebih dari pembalap itu sendiri,

    Well see kita lihat
    Apakah 2007 pecco ke Yamaha dan nakagami join Ducati lenovo

  9. setelah era fantastic four berakhir dan berefek nyungsepnya rating MotoGP, sepertinya tahun ini ratingnya akan kembali naik , meski tanpa bumbu drama di luar lintasan.

  10. At least, comment Ducati cup, atau Ducati anak kesayangan Dorna, akan mereda 2 tahun ke depan.
    tapi bisa dipastikan, kalau pecco menang, bakal comment, anak emas Ducati, atau mentang mentang italiano, atau motor rekan setim nya disabotase, wkwkwkk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here