TMCBLOG.com – Walau secara umum Aprilia masih merupakan prioritas buat masa depan 2025 Maverick Vinales dan juga sebaliknya, namun pembalap ini memang sedang memikirkan rencana lain yang akan menunjukan potensi berpisah dengan Aprilia. Pada hari Sabtu, saat event Aprilia All Stars di Misano, Vinales tidak ingin berbicara terlalu banyak tentang masa depannya. Perekrutan Jorge Martin – yang diketahui Maverick setelah pengumuman – sepertinya tidak terlalu membuatnya senang. Salah satu sinyal yang ia utarakan adalah keengganannya meneruskan ban kapten di 2025 nanti.

Berkat rekomendasi Aleix Espargaro, Vinales datang ke Aprilia Racing tiga tahun lalu setelah perceraiannya dengan Yamaha di tengah musim. Setelah itu permulaannya tidak mudah, namun tahun 2024 ini dimulai dengan baik, dengan kemenangan Tissot Sprint di Portimao dan dua kemenangan di Austin. Semua bahan untuk melanjutkan cerita dengan Aprilia sudah ada, tetapi risiko terhentinya cerita tersebut di akhir tahun adalah nyata.

Kemana rencana Vinales? Saat ini ada dua pilihan. Pilihan pertama akan mengarah pada Honda, sebuah pilihan yang berisiko. Walaupun diperkiraan Vinales memikirkan HRC karena unsur Aleix Espargaro yang rumornya akan menjadi test rider di sana, namun bergabung dengan perusahaan Jepang ini mungkin merupakan langkah yang menguntungkan secara ekonomi.

Tapi Vinales harus paham bahwa saat ini RC213V adalah motor yang paling mengalami kesulitan di grid MotoGP. Tidak ada yang berpikir bahwa HRC tidak dapat kembali ke puncak, namun tidak akan mudah dan tidak akan cepat untuk mengatakannya. Begitu pun Vinales, jika mau bergabung ia tentu paham soal resikonya dan mungkin tidak akan meletakkan harapan terlalu tinggi.

Vinales akan beralih dari motor yang sangat kompetitif ke motor yang sebaliknya dan kita hanya perlu melihat penampilan Johann Zarco dan Luca Marini untuk mengerti betapa susahnya berkontribusi dalam project ini. Aspek positifnya adalah berada di tim pabrikan, karena Joan Mir dirumorkan sedang berpikir untuk hengkang dan oleh karena itu dia menawarkan dirinya ke tim Gresini, meniru jalan Marc Marquez dan beberapa tempat lain termasuk ke Trackhouse Aprilia.

Namun potensi kedua akan jauh lebih menarik jika direalisasikan oleh Vinales: KTM. Mirip seperti Enea Bastianini yang kehilangan seat karena Marc Marquez, Vinales akan mencari tempat di Tech3 KTM karena secara umum akan ada dua tempat kosong di Tech3 musim depan. Namun memang efek samping lainnya adalah hadir orang yang akan menanggung akibatnya yakni Jack Miller.

Finansial di tim Tech3 pasti lebih sedikit, tapi RC16 akan menjadi motor yang tepat untuk mencapai prestasi yang belum pernah dicapai atau bahkan dicoba oleh pembalap MotoGP mana pun: memenangkan balapan dengan 4 motor berbeda. Maverick telah sukses dengan Suzuki, Yamaha dan Aprilia (satu-satunya yang melakukannya dengan 3 merk berbeda) dan potensi sejarah akan bisa terus tercatat bila Ia bisa menang dengan RC16 nanti.

Namun bagaimana dengan Jack Miller? Menurut TMCBlog, salah satu solusi terbaik untuk Jack adalah pulang ke ‘ibu pertiwi’ yakni Honda HRC. Ia dan terutama jika dikombinasikan dengan timnya termasuk Christian Pupulin memiliki banyak pengalaman dan insight yang sangat berarti bagi pengembangan motor HRC karena telah melanglang buana ke Ducati dan KTM sebelumnya. – @tmcblog

 

24 COMMENTS

    • :numpang komen

      agak aneh kalau ada berita honda menawari mv gabung
      di yamaha aja yg gak sebapuk honda dia dikatain moody seperti roler coaster & banyak komplain, bleyer gas diatas limit.. gimana mau naikin rcv, ditambah ketemu puig hahaha

      komplain normal sih, tapi kalau dibanding mir.. ya jauh si mv
      mir sudah jurdun, minim komplain ke honda di depan media…

  1. 2025 2026 praktis 2 tahun waktu berpotensi terbuang krn menurut saya HRC pasti dilema utk habis2an dlm pengembangan RC213V yg umurnya 2 tahun lagi, IMO, kalo fokus prestasi dan kesenangan dlm balapan kyknya masuk HRC bukan jalan yg bagus buat Vinales,

    • Kalau fokus prestasi ya dia stay aprilia lah

      Bisa ngeklik sesekali gini aja baru musim ke 3 cmiiw pake acara pindahpindah lagi 😂

  2. Tebakan ane beliau pilih hando. Alasannya apa? Jelas uang!
    Umur udh masuk tua buat ukuran pembalap motogp. Skill udh mentok gabisa nambah, jadi mustahil masih ngejar jurdun. Alasan pindah buat develop motor? Beliau bukan developer rider. Jadi faktor ekonomi bakal jadi alasan paling logis buat batmack pilih hando.

  3. Mentalitas doi yg jadi penjegal buat jadi jurdun. Padahal pabrikan kek sijuki & yahama malah jurdun setelah doi tinggal. Kalo orientasinya duit dah paling bener gabung haerce, gabung katiem buat pecahin rekor doang.

  4. mir jangan pengsiun dulu lah, coba ke gresini dulu. nyobain desmo, kangen bgt liat dia fight di depan. gitu2 mir ini rider agresif

    • Seinget gua di Suzuki jg Mir cuma papan tengah, jurdun hoki aje. Klo kangen liat Mir agresip fight didepan, suruh die balik mototri bre.

  5. Zarco juga pernah coba yamaha, suzuki, ktm, ducati. Tapi gak bawa apa2 ke honda tetap aja sunmori. Apalagi miller yg cuma cobain ktm & ducati

  6. Yaelah,ganti minyak brand nya sendiri
    Jadi kayak Suzuki ecstar
    Padahal KTM aja udah gak pake motorex,tapi pake mobil,satunya motul

    Shell mana nih Shell,katanya dulu sempat mau nikung repsol,atau Petronas
    Atau gull kek,biar masih tetap ada nuansa Oren nya

  7. Mack ke hrc aja mayan 2 tahun dapet dana pensiun. Udah ga usah mikir persaingan apalagi develop motor…bottom 5 sampek 2026 udah cukup

    • Takut kalah ama teamate, sama ama waktu di Yamaha sadar diri bakal kalah ama Quartararo dia bikin drama buat kabur. Skrg jg bakal bikin drama belaga cari tantangan baru padahal takut ama Gading dan butuh dana pensiun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here