TMCBLOG.com – Fabio Quartararo jelas jelas merekomendasikan nama Fabio Di Giannantonio untuk bisa diambil Yamaha Racing sebagai pembalap di tim factory independent mereka tahun 2025, PraYa alias Pramac Yamaha. Namun perkembangan terakhir, Ducati kukuh tak ingin lagi kehilangan banyak sumber daya dan kekuatan mereka tahun depan. Ducati dikabarkan bersedia mengabulkan permintaan Diggia akan status kontrak pabrikan dan motor pabrikan tahun depan agar Fabio mau membalap di Pertamina Enduro VR46 Racing Team. Kita tinggal menunggu peresmian saja. Lalu bagaimana soal Pramac Yamaha? Ya, mereka harus berpaling ke calon kandidat lainnya yang pasca GP Jerman di Sachsenring dua calonnya menjadi condong kepada Miguel Oliveira dan Jack Miller.

Pola dan karakter kerjasama dari hadirnya Pramac Yamaha di kubu Iwata secara umum memperlihatkan perubahan arah Pramac dari awalnya merupakan tim junior atau bahkan tim satelit referensi ketika bersama Ducati, menjadi sebuah tim yang memiliki level setara dengan tim pabrikan Yamaha MotoGP. Hal ini juga mempengaruhi pemilihan pembalap di Pramac Yamaha. Karena tujuan utamanya bukan lagi untuk melatih pilot junior melainkan untuk memastikan bahwa merek tersukses kedua di kelas utama dapat bersaing secepat mungkin. Sooo . . jelas, PraYa akan mencari pembalap profesional yang sudah berpengalaman.

Dalam daftar Campinoti dan Yamaha ada seorang pembalap, Miguel Oliveira. Davide Brivio pun dalam penjelasannya di race weekend Sachsenring bahwa Oliveira, walaupun ingin dipertahankan oleh Trackhouse Racing, namun ia sedang dalam negosiasi dengan Pramac Yamaha. Dari sudut pandang Yamaha, pembalap asal Portugal itu sepertinya memenuhi semua kriteria yang diinginkan. Pengalaman dengan dua brand, pemahaman teknologi tingkat tinggi, dan usia yang cukup ideal yakni 29 tahun.

Jack Miller juga memiliki profil serupa. Ia juga hampir berusia 30 tahun, Miller memiliki pengalaman dengan Honda, Ducati dan KTM. Empat kemenangan tercatat dalam CV karir MotoGP miliknya, dengan 2 kali kemenangan bersama Honda dan tiga kemenangan lainnya bersama Ducati saat membela tim resmi Ducati. Dan juga dengan sikapnya yang santai, pembalap asal Australia ini menjadi salah satu figur periklanan atau representatif merk paling efektif di paddock. – @tmcblog

25 COMMENTS

    • Sebetulnya bisa2 aja Ducati nyari duit dg Branding Marketing tiada duanya, 2 Ace Rider cukup buat nyari Gelar Jurdun & Gresini buat nyari data…

      Team VR di isi oleh Rossi & Agostini… Nol poin sekalipun kan tidak dilarang 😎🔥

  1. jadi iannone belum masuk radar pramac nih. mungkin fokus pabrikan iwata di tahun 2027, 2025 – 2026 mungkin nggak akan revolusioner perubahan performa motornya

  2. Semoga Yamaha cepat membaik dan bisa cepat bersaing dengan barisan motor eropa….
    Secara asia jelas pengin pabrikan asia di depan lagi,dan secara hiburan pastinya akan lebih seru….

  3. Olivia masih pantes dapet kontrak 2 tahun.
    Ngiler pasnya 1+1. Setelah tahun pertama, yamama bisa perpanjang atau diselesaikan.

  4. kalau Oli okelah pernah segaram 2 brand sebelumnya, bisa ngomongin embel embel “pengalaman lintas brand”

    Tapi kalau Miller ? Udah pake 3 seragam, jadi adaptif atau gacor pun ya so so aja, kaga peduli terakhir cabut dari ktm grgr kena php atau begimana, tetep heran kalau sampe dilirik. Alasan yg terpikirkan cuma perkara dorna/yamaha cari pamor di Aussie doang 😅

    • bagaimana kalau remy + Sergio García aja om?
      Kan lebih mudah tuh dapetnya, sekalian umurnya juga masih muda dibanding yg 2 itu.

    • FYI dgn umur yg relatif sejajar prestasi dan pengalaman Miller dimotobiji justru lebih banyak dari Aloevera, jadi ya wajar Pramax ngincer Miller krn mereka lebih tau siapa Miller ketibang org KTM apalagi penonton, naluri owner Pramax jg tergolong tajem bkn tipikal owner tim keledai yg mandang skill cuma dari beberapa seri kebelakang.

  5. PraYa, klo lengkap jadi Prima PraYa.

    Hhhmm….

    Leh uga buat jd nama Rumah Sakit atau Restoran. Sa ae emang kang Taufik jajajajaja……

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here