from detik-bandung 🙄 weleh polepossition niy he he he he :mrgreen:

Bro sekalian, Jika kita sedang berada di selatan Kota Bandung Khususnya di persimpangan Jalan Soekarno Hatta – Buah Batu dan pada beberapa persimpangan lampu merah lain seperti Jalan Pasteur-Rumah Sakit Hasan Sadikin dan Jalan Ahmad Yani-Jalan Riau akan dengan mudah kita temukan sebuah daerah khusus di belakang Zebra Cross dimana tak satu pun kendaraan Roda Empat diperbolehkan masuk area tersebut. Area tersebut dinamakan Ruang Henti Khusus (RHK) Sepeda Motor. Sebuah Ikhtiar Satlantas Poltabes Bandung, Dinas Perhubungan Kota Bandung, dan Puslitbang Jalan dan Jembatan setempat untuk menertibkan persimpangan akibat aksi saling serobot pengguna Jalan.

istimewa

RHK sebenarnya juga telah di aplikasikan di Luar negeri, disana dinamakan Advanced Stop Lines (ASL) Yang jadi pertanyaan bagaimana hasil Ujicoba ini? Nah kebetulan Institut Teknologi Bandung melalui Penelitinya Bapak Muhammad Idris di desertasi thesis S2 Transportasinya meneliti Bagaimana pengaruh RHK sepeda motor terhadap Konflik Lalu lintasnya . . . penasarann kan pengen tahu hasilnya. Di akhir abstraknya, penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa Secara keseluruhan ujicoba RHK pada lokasi studi dinilai berhasil !!

Berhasil nya Kayak apa? Gimana Parameternya? Jadi Begini sang peneliti mengobservasi Lokasi studi Via Video baik pada pagi dan siang hari sebelum dan sesudah RHK di berlakukan di tempat tersebut (persimpangan Soekarno-Hatta-buah batu) . Ada 103 sample waktu Rush Hour baik Pagi dan Petang (total 206) dan menyangkut 20.087 Unit motor dianalisa pada RHK tersebut dan Hasilnya :

  1. tingkat konflik  menurun dari 133,39 konflik/1000 kend.mp menjadi 24,68 konflik/1000 kend.mp untuk waktu puncak pagi
  2. tingkat konflik  menurun 111,10 konflik/1000 kend.mp menjadi 24,10 konflik/1000 kend.mp untuk waktu puncak sore
  3. Tingkat keparahan konflik menurun dari 1,83 menjadi 1,43 pada waktu puncak pagi
  4. Tingkat keparahan konflik menurundari 1,96 menjadi 1,38 pada waktu puncak sore

Dengan turunnya Konflik disinyalir membuat para biker pengguna jalan jadi semakin merasa nyaman melewati persimpangan ini, ini diperkuat oleh angka kenaikan Jumlah lalu lintas yang melewati persimpangan  baik pada waktu puncak pagi dan sore masing-masing dengan 11,92% dan 12,31% . . . Nahhh sudah jelas nih parameter keberhasilannya . . . gimana nih Jakarta Kapan Menyusul?

tmcblog sendiri merasa RHK sepeda motor merupakan salah satu solusi yang positif, manusiawi, motoriawi (kata Kombes Royke), dan tepat untuk Mengurai tingkat kemacetan di kota kota besar semacam Jakarta, Surabaya, Medan, Jogja dan kota kota lainnya . . . Nah gimana menurut bro gimana setuju atau tidak dengan pola RHK ini . . .monggo di share pilihannya, dan semoga artikel ini berguna

Taufik of BuitenZorg

and last . . . silahkan simak kartun benny mice ini . . .profesi lampu merah

1 COMMENT

  1. Mantappp tuh ide,efektif tambah tertib kendaraan bermotor… Ide spele tapi koq baru kepikiran… Itulah innovatif… Maju terus indonesia

    Guest
  2. Aktualnya ga juga kang..
    Masih banyak supir mobil yg belum ngerti..ditegur malah ngambek.. (indonesia bgt dah) mungkin sosialisasinya masih kurang..
    Overall saya setuju banget..deket rumah ortu tuh..hehe

    Guest
  3. Sangat berguna karena biker cenderung tidak tertib dengan membentuk lajur kedua atau lebih di persimpangan hingga menutup lajur membuat arus kendaraan dari arah berlawanan “terkunci”. Di bogor pernah ada, persimpangan jalan talang dari arah pemda kab cibinong diatur oleh polisi n supeltas tapi sejak persimpangan jalan tsb dilebarkan, tidak ada lagi karena kepadatan menurun.

    Guest
  4. pa idris ya …. jadi kangen PU bag lalu lintas dan jalan — disana saya liat foto2 awal di tahun 2009 kalau gak salah pernah diuji cobakan di perempatan soekarno hatta -buah batu ,…

    Guest
  5. pa idris ya …. jadi kangen PU bag lalu lintas dan jalan — disana saya liat foto2 awal di tahun 2009 kalau gak salah pernah diuji cobakan di perempatan soekarno hatta -buah batu ,…

    tapi emang pengaruh banyak mas taufiq soalnya menurut pa idris dulu .. motor lebih cepat dalam melaju di awal sehingga cepat meninggalkan perapatan

    Guest
  6. Nambahin dikit, di beberapa persimpangan biker menutupi lajur “belok kiri langsung” dan berani melanggar pembatas jalan sehingga menutup arus dari arah berlawanan. Klo ada tempat henti spt di bandung akan pastinya akan meminimalkan kemungkinan tsb.

    Guest
  7. bagus kok, motor jadi terpisah dari musuh utamanya(angkot). heheh…
    coba dibahas juga tentang penggunaan penunjuk waktu di lampu merah, kenapa seringkali lampu hijau lebih singkat dibanding lampu merah?
    nuhun.

    Guest
  8. Sebagai Salah satu Bikers di Bandung, saya setiap hari selalu melewati persimpangan yang ada RHK-nya, memang sayang berfungsi sekali buat saya, nyaman, tidak perlu “senggol-senggolan” dengan mobil, pokokke lancar. mohon diperbanyak lagi RHK nya pak pulisi 😀 Modal Cat Merah Hasil Melimpah (Kaya panen aja ya hahahaha)

    Guest
  9. @sof
    Kalo diserobot angkot? Semua bikers adalah brother, mari bersatu dorong angkot tak tau aturan itu ke selokan terdekat
    Hihi.. Biar tertib
    Selama ini angkot kan selalu songong, mau belok kanan,eh ambil kiri, macet dah

    Guest
  10. @risflank
    Jelas secara umum merahnya lbh lama bro.
    Misal utk yg pembagiannya sama-sama hijau 15 detik, berarti yg laen dpt merah 45 detik..(untuk perempatan) karena dari 4 arah yg hijau 1 yg merah 3..

    Guest
  11. @rifslank
    Kalo lampu hijau sama waktunya dengan lampu merah..kasian yang lain yg dr lawan arah kelamaan nunggunya om…hehehe..
    Asumsinya waktu lampu hijau itu 1/4 waktu lampu merah..kalo di perempatan..biar adil…(maksudnya adil, tp altual banyak yg kacau juga)

    Guest
  12. berguna banget bang haji, tapi namanya kok “Ruang Henti Khusus” ???? knpa gak “Area Henti Khusus”???
    yang namanya ruang khan harus ada atap, lantai dan dinding.

    Guest
  13. berguna banget kang haji…
    tapi namanya koq “Ruang Henti Khusus” ????
    knpa gak “Area Henti Khusus” ?????
    khan yg namanya ruang ada atap, lantai serta dinding pembatas…..??%%%%

    Guest
  14. SETUJUUUUU 1000%!!!!
    Kalau perlu setelah 10 detik lampu merah menyala langsung keluar pagar pembatas dari garis terdepan supaya beberapa detik menjelang lampu hijau tidak ada motor2 yang melanggar….

    O IYA saya setuju juga dengan adanya timer dilampu merah. pengendara juga jadi tau berapa detik dia harus menahan hasrat menggebu2nya untuk tarik gas…

    Guest
  15. Gimana kalo ditambahin peneduh sepanjang jalur itu? Jadi kalo ujan ato panas pengendara spd motor ga kehujanan ato kepanasan….

    Guest
  16. mangstab,
    oot dikit nih bang haji,,
    bagus deh, lebih baik terlambat, daripada tidak sama sekali, padahal di luar negri sono dah lama diterapkan, mudah2an segera menyusul di kota2 lain, kalo gini kan mangstab, nggak perlu studi banding sampe ke yunani segala belajar etika (kayak tetangga sebelah 🙂 ) , tapi manfaatnya jauh lebih mengena dan dirasakan oleh masyarakat. tambah curhat dikit nih, di daerah saya yang sudah menerapkan belok kiri, harus mengikuti sinyal lampu merah, malah tambah macet, 🙁
    tapi gambar yang ke dua seram amat,, gak kebayang ukuran ‘belalainya’ kalo segitu,,,

    Guest
  17. Kalo di Surabaya ada tuh yg mirip kyk gt tapi lajurnya khusus disamping walopun msh khusus spdmtr ama plat kuning yg sudah dipisah kyknya jadi lumayan enak aja ridingnya

    Guest
  18. awal yang baik, tumben yang diperhatiin motor, biasanya motor menjadi obyek penderita, suruh minggir lah, makek lampu siang bolong lah, gal boleh masuk jalur cepatlah, nah untuk yang ini nampaknya motoriawi, dimana motor jadi obyek tapi bukan penderita

    Guest
  19. @ rere

    mungkin karena:
    1. diadopsi dari bahasa inggris…
    dalam fisika, jarak ditulis s
    s adalah singkatan dari space (ruang)
    kalo diindonesiakan jadi spasi..
    dalam benak kita, spasi itu jarak (satu dimensi),
    namun pengertian sebenarnya adalah ruang (3 dimensi)
    seperti, “give me some space”
    space nggak perlu ada atapnya kan?

    2. biker dan motornya kan 3 dimensi…jadi butuh ruang juga untuk berhenti..
    kalo 2 dimensi, nanti bikernya sama motornya jadi tempe penyet

    (ngawur.com)

    Guest
  20. setuju banget,, tapi untungnya jayapura belum semacet itu yak,,
    .
    fungsinya penting banget, n skaligus memberi ruang bagi pengguna jalan lain, pjalan kaki. MATABS!!!

    Guest
  21. Eh….kirain bisa sambil ngopi am nyocol colenak bandung …ah…manis..manis asem…. bagus lah..masa banyak pakar transportasi gak bisa benerin…sekalian benerin tuh brandalan motornya…makin parah kayaknya..!!!

    Guest
  22. belum semua jalan ada tapi mas..
    baru di Pasteur, Martadinata, Peta,
    mudah2an setiabudhi ada…
    buat sepeda ontel juga…

    Guest
  23. @ 52. Bonsai Biker..
    itu yang gak boleh masuk jalan cepat, tapi kemaren banyak MOGE ngeliwatin jalur cepat gak ada yang nyemprit tuh bons, padhal kan MOGE masih mongtor-mongtor juga…
    Dzigh…

    Guest
  24. @18. tigerpiceks
    saya dengar juga begitu . . .disana pit onthel dapet ruang khusus ya . . . sip

    @23. Dani Ramadian
    hah, kamsute gmn ????? jebakan betmen iki yo?

    @45. Rere
    jadi begini
    kalo belum ada motornya itu memang seperti layaknya area . . .berdimensi 2 variabelnya panjang dan lebar seperti gambar ini:

    tapi kalo udah diisi penuh kayak ini :

    maka akan menjadi ruang karena membutuhkan dimensi tinggi . . . betul toh

    kalo disebut area . . .nanti semua motor nggak boleh didiriin . . .harus rebah semuah soale nggak boleh ada tinggi nya . . .walah walah koq jadi tambah ruwet jawabannya xixiixixi :mrgreen:

    yowes tapi benang merahnya dapetkan? , cmiiw

    Administrator
  25. @wong ndeso & @scooterman512
    makasih om atas pencerahannya, soale bingung dengan perbedaan timing lampu hijau/merah… kadang di beberapa spot malah bikin repot apalagi ketika ada oknum pejabat yang gak bisa merakyat, bikin tambah macet…
    *nyesel kemarin gak nanya kanit lantas yang lagi main ke rumah temen…
    **info dikit: jalan sukajadi atas akan diberlakukan jalur searah, hanya ke arah utara(lembang).

    Guest
  26. Bagus nih ide yang diterapkan Poltabes Bandung, coz emang menurut Gwa perlu adanya Ruang Henti Khusus di kota-kota besar, seperti halnmya jakarta juga perlu soalnya khn untuk mnegurai kemacetan akibat kendaraan2 bermotor yang saling nyerobot gt

    Guest
  27. Boljug tuh di aplikasikan di jogja.
    BTW, kartunnya kurang gede Kang, ga bisa di Zoom.
    But, nice inpoh.

    Guest
  28. Bang haji,.. di tangerang ada juga tuh ruang henti sepeda motor cm blm sempet difoto aja. Cuma beda penulisan dan warna saja, di Tangerang satu kotak besar warna kuning tertulis SEPEDA MOTOR.

    Guest
  29. @67. gcm
    walah saya juga belom ngerti penjabaran teknisnya bro . . .musti baca desertasinya full dong . . .manteb kayaknya 😀

    @70. Aa Ikhwan
    boleh tuh spysotnya bro 😀

    @69. satriafu150
    dapetnya itu doang . .. itu juga boleh ngerampok pagi2 di mbah google 😀

    Administrator
  30. Klo bisa didukung dengan undang-undang pemakaiannya Mas, contoh : RHK hanya boleh digunakan utk Motor, Utk Mobil yg berhenti di RHK akan ditilang.
    Jadi tambah sip, krn akan ada Pemantauan tambahan dari Bpk2 Polisi di Lapangan … 😀

    Guest
  31. gw baru2 ini tinggal di mbandung dan gw rasa RHK itu cukup dangerous catnya,sangat2 licin,nggak ujan aja licin apalagi klo ujan (kyknya bahan catnya different ama bahan cat busway…)

    trus satu lagi mas,RHK itu mendorong pemotor untuk terus maju pantang mundur menerobos antrian kendaraan lain d lamer sampe akhirnya k RHK….bayangin aja klo kondisinya lagi penuh bgt d lamer dan RHK sudah penuh juga dan pemotor2 ini masih berusaha maju sampe k RHK…inilah yang terjadi di per3an pasteur setiap weekend…

    Guest
  32. asyik kebuka semua nih pengunjung yang orang bandung… dah lama nih nggak balik ke bandung…ntar dilihat hehehehe…
    pokoknya setuju deh untuk ketertiban pengguna jalan..
    btw kartunnya kekecilan Kang…

    Guest
  33. untuk di tangerang hanya ada di Persimpangan Daan Mogot – Tanah Tinggi (depan perumahan bea cukai) dan cat nya sudah pudar. Atau memang baru uji coba, sehingga kualitas cat hanya sementara? mohon pencerahan…

    Guest
  34. seneng banget ya ngeliatnya motor pada berhenti rapih gitu… setuju deh kalo RHK diterapin di persimpangan2 padat…

    Guest
  35. Setuju sekali. Kadang suka gontok-gontokan sama motor. Kadang saya suka lupa (pas mengenderai mobil), lewat tuh marka… akhirnya ada yg kasih tau … malu deh.

    Pas giliran pakai motor, nyaman sekali. Sip deh.

    Guest
  36. Wah kang haji ngebahas RHK Bandung toh he3, ane kebetulan sering lewat jalan perempatan ahmad yani dan riau atau buah batu-soekarno hatta, dan betul RHK ckp membuat pengendara motor lbh teratur dan menghindari konflik dg kendaraan roda 4.
    tapi ada yg disayangkan klo selama ini yg disebut2 kendaraan roda 2 itu byk yg tdk taat aturan trnyta setelah ada RHK ini mulai terlihat pengendara mobil jg trnyta byk yg tdk taat aturan, ane udah bbrp kali (malah sering) mergokin mobil yg dg santainya berhenti di RHK sehingga menyebabkan setengah ruang RHK habis oleh dia malah terkadang RHK nya habis oleh 2 mobil dan sayang seringkali tidak ada polisi yang mengatur, akhirnya terpaksa pengendara motornya ngalah dan selip2an lg diantara mobil krna g kebagian RHK.

    Guest
  37. @93. GODJIE
    harusnya emang ide ini diperkuat dengan peraturan tertulis . . .kalo belum masuk ke UU lalulintas
    mungkin bisa dijadikan peraturan daerah atau semacamnya
    jadi yang berwajib pun bisa punya pegangan ayat buat penindakan, cmiiw
    sekalian
    abisin podium 100 ahh

    Administrator
  38. @jendral
    waduuh maap jendral saya nggak tau jendral ngicer sikurus jugak xixixiixxi :mrgreen:

    @103. ^SIMO
    ditunggu poto potonya bro buat artikel mendatang he he he

    Administrator
  39. Di Bali, Denpasar khususnya juga diterapkan RHK om Topik,per september kyknya, emang sih jd teratur,rapi, tp d beberapa titik, megaphone – nya mati,,kyknya kurang konsisten nih pemerintah,,polantas khususnya,,,

    Guest
  40. Be Savety Riding,,,,
    kalo tertib gitu, kan bisa lebih aman dan nyaaman,,
    Kalo bisa jangan d bandung ajah,,,
    d kota2 lain juga d terapin,,,
    apalagi yang jumlah kendaraannya dah padat banget,,
    alangkah senangnya, dapat kendaraan yang nyaman dan aman, trus berllu lintas pun juga aman,,,
    setuju banget dah,,,

    Guest
  41. oke dech bang haji, kembali ke benang merah….
    thx penjabarannya….
    moga kota kota laen bisa mengekor….
    entah itu kota yg udah sering terjadi kemacetan ato blom.

    Guest
  42. Setuju banget dah…
    semoga di tempat gw jg cepat diterapin hal yg positif kayak ginian.
    mempermudah pengendara motor pas lagi berhenti lampu merah. he he

    Guest
  43. Setuju banget dah…
    semoga di tempat gw jg cepat diterapin hal yg positif kayak ginian.
    mempermudah pengendara motor pas lagi berhenti lampu merah.
    he

    Lam bikers

    Guest
  44. Jangan terlalu yakin mas Taufik. buktinya di Bandung yang di Pasteur malah sering dimati’in lampu’nya n dipasang tali rafia (alias semua wajib belok) akhirnya di dpn perempatan ga mcet tapi macetnya dipindah ke jalan2x tikus di mana kendaraan harus pada balik 180 derajat / potong jalan

    Guest
  45. awalnya emang kerasa aneh,, tapi lama2 emang kerasa manfaatnya buat pengguna R2.. bangga jadi orang bandung.. 😳

    Guest
  46. setuju sama bro Soekotjok soal licin..
    konsep RHKnya ok, layak diterusin, tapi ya itu, kalo hujan jadi licin. bahaya banget kalo harus hardbreaking (bener gak ya istilahnya?). apalagi ditambah kebiasaan biker yg kalo kuning cenderung malah nge-gas, begitu kelihatan nggak dapat ya pasti hardbreaking..Nggak hujan pun juga relatif lebih licin dari aspal.
    Pernah sekali kepleset di zona aman sekolah yg dicat merah gitu juga sih..

    Ide aja, lantai merahnya dibikin bergaris2 melintang seperti di jalan cor gitu, kayaknya bisa membantu. Itu juga sudah diterapin di pabrik tempat saya bekerja karena ban forklift sering slip waktu melewati zebracross untuk pedestrian

    Guest
  47. weeeeew … sayah pernah nangkring di RHK om, tuh di gambar pertama coba cari sayah, itu di pasteur om … :mrgreen:

    Guest
  48. Semoga Ruang Henti Khusus (RHK) Sepeda Motor ini,
    Bisa Di aplikasikan di seluruh Indonesia,
    Sehingga lalu lintas dapat berjalan lancar,
    Mengurangin tingkat kecelakaan,
    Dan kemacetan lalu lintas,
    Dan yang penting adalah efisiensi Waktu.

    Guest
  49. emang tuh sekarang roda 4 udah kurang ajar ..!!’ mhasa lajur semua di isi sama mereka …mana jatah roda dua..!!! sampe harus mlipir naek2 trotoar….” nukan anti roda 4 ya mbo kalo mo pake roda 4 weekend wae..”….:)

    Guest
  50. seperti kata ^SIMO

    Di Daan mogot masuk ke daerah Tangerang, sudah ada itu “ruang khusus” dari kapan tahun.. (lupa :mrgreen: ).. tapi.. warna cat-nya KUNING..
    dan tidak berjalan semestinya… hehehe…

    yg namanya Truk, Angkot bisa maju memenuhi “ruang khusus” itu dan motor bisa sampe ke kanan, di jalan berlawanan arah (cuma ada marka di jalan, gak ada separator..)

    *tiap minggu pulang ke cilegon (dan balik ke jakarta) pasti lewatin “ruang khusus” itu..

    Guest
  51. bagus tuh setuju banget kalau bisa sih jangan cuma ruang henti aja tapi ada jalur khusus juga dong buat pengendara sepeda motor, soalnya sekarang kalo naek motor jadi serba salah diem di kanan diklaksonin melulu sama mobil trus diem dikiri banyak angkot berhenti jadi harus gimana doong…

    Guest
  52. wahh makin cinta nih sama bandung,mudah2an nambah yah jalurnya gak hanya di daerah bubat aja ,tapi di berbagai jalan yang lain biar pengendara sepeda motor bisa lebih tertib lagi di jalan kan jadi rapih tuh he..he..

    Guest
  53. Setuju sama kepolisian Indonesia…biar tertib dan aman harus seperti ini..tp ada saja mobil2 yg melanggarnya…kalau bisa di kota besar Indonesia ada jalur khusus untuk sepeda motor…agar keselamatan lebih terjamin.
    Sukses buat Indonesia..

    Guest
  54. wah klo segi positifnya sangat besar kenapa tidak dilanjutkan diseluruh kota bandung dan kota-kota lainnya seindonesia. klo bisa biar tambah nyaman ditambah atap diatasnya biar adem….. hehehehehhehe

    Guest
  55. Sebenarnya ini merupakan hal yang luar biasa..tapi akan jadi biasa kalu tetap saja pengendara motor nya tidak disiplin..hayoo, budayakan DISIPLIN!!

    Guest
  56. Setuju sekalii. Sudah seharusnya hal seperti ini diterapkan di setiap simpang jalan =]

    @ Setuju ma Mbah Sinto Gendeng
    Selain sarana pra sarana, budayakan juga disiplin dan aman dalam berkendara. Go safety riding.

    Guest
  57. Iyapp..sepakat dengan ini mas bro..Sukses di kota bandung RHK ini. Saya pun tiapha ri melewatinya, yang dijalan ahmad yani….cukup efektif ni…serasa di karpet merah..haa…bisa nyelip2 lagi klo ketinggalan di belakang eh ternyata didepan kosong…hee..ayo diterapkan di kota lainnya.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here