Bro sekalian baiklah saya mulai review Produk motor TVS Apache RTR 160 DD. Review ini diawali dengan Impresi fisik produk, Di artikel ini saya akan membawakan analisa TMC mengenai fisik TVS Apache berdasarkan gambar jepretan amatiran TMC sendiri terhadap motor ini, kita mulai dari gambar disamping yaitu bentuk fisik secara keseluruhan. Secara kasat mata Apache 160 terlihat lebih menyerupai sebuah sporty naked bike ketimbang sebuah touring bike. Bentuk stang rendah , batok depan dan muffler panjang dengan ukuran medium adalah 3 ciri yang menurut saya menunjang karakter sporty motor ini.
kualitas finishing cat di hampir seluruh body sudah memenuhi standar rapi bro. Striping minimalist di tangki cukup elegan dengan paduan dua garis tipis dan garis tebal, desain striping yang sdikit beraroma klasik ini banyak di temukan di motor-motor naked bike macam Ducati Monster dan Triump Thruxton . . .kalo nggak salah FZ 16 juga pake striping kayak gini ya?, cmiiw
Kedua Ban pada Varian DD ini menggunakan rem Hidrolik cakram. Depan menggunakan kaliper dua piston dan belakang menggunakan kaliper 1 piston. Saat saya pakai riding terlihat proporsi pengereman Depan : belakang kira-kira 2 : 1 , hal ini menurut saya sudah cukup tepat sehingga pengguna awal pun tetap bisa melakukan proporsi pengereman yang benar dimana rem depan tetap merupakan part pengereman utama. Desain cakramnya pun begelombang seperti yang bisa ditemukan di Ninja 250R dan Kawak Athlete . . . desain ini selain memperingan bobot cakram, juga dapat mengoptimalkan heat transfer, sehingga petal cepat dingin .. . pengereman pun diharapkan lebih ‘ngigit’
Segitiga atasnya diberi semacam penutup dari plastik untuk menunjang estetika. Setangnya berjenis clip on atau setang jepit mengisyaratkan aroma sporty/ Racy pada motor ini
Di balik Batok headlamp dapat kita lihat panel Digital berupa Takometer, Odometer, Spedometer, 2 mode trip meter, penunjuk bensin dalam bentuk bar, Jam sedangkan penunjuk Gear netral N dan indikator sen terletak di kiri bawah yang di cover dengan arkrilik berwarna smoke . . . kalau riding malam terlihat tapi kalo riding siang, kadang kurang terlihat he he he he . . . . Oh ya Visor yang tembus pandang juga berhasil menghilangkan efek glare pada panel LCD walaupun bro bawa saat riding ditengah hari bolong
Motor ini menggunakan Mesin berwarna Hitam legam dengan dimensi yang proporsional sehingga daerah dibawah Tangki bbm nggak terlihat terlalu ‘cungkring’/kurus. bro bisa lihat ada penyetel kabel kopling di gambar atas . . . dan emang cuma di situ yang bisa disetel, nggak ada opsi menyetel kabel kopling di tuas kopling handle bar seperti yang umumnya TMC temukan di sport-bike/ motor laki. Motor ini menggunakan satu busi dengan dua elektroda.
Lampu utamanya cukup terang, namun sayang masih menggunakan sistem AC sehingga masih sedikit terlihat kayak lampu spaneng bila motor dalam keadaan hidup idle he he he . .. yaah macam motor-motor bebek lah . . . Biasanya Motor sport sistem kelistrikanya udah DC, mungkin ini bisa jadi satu input pengembangan lanjutan Varian Apache ini.
Lampu Belakang merupakan perpaduan antara Lampu dan Mata kucing. Mata kucing menempati posisi di tengah, sedangkan lampu-lampu Led mengelilingi mata kucing tersebut. Penggunaan Lampu led cukup mengetengahkan aspek futuristis dari motor ini. Sedangkan untuk menerangi pelat nopol, sebuah lampu bohlam wat kecil digunakan di sebuah fitting khusus diatas tempat Nopol, mirip seperti yang bro dapat lihat di umumnya Moge-moge sport, Ninja 250R, pulsar series dan shogun 125.
Desain Tangkinya cukup Unik membesar dan melebar ke bawah ditambah shroud, rider yang nyemplak biasanya memperoleh impresi Big Bike Like kalo melihat tangkinya. Tutup tangkinya semodel dengan yang digunakan di Ninja series, dan Pulsar series . . . tapi kok nggak ada engselnya . .. jadi kalo di buka copot semua githu kayak tutup tangki vixi dan tiger. Striping tulisan TVS plus lambang Kudanya di tangki mungkin akan lebih ekslusif bila berupa decal 3D seperti yang dilakukan di varian Pulsar
Ok sekarang kita akan beralih ke sasis dan mesin. Sasis Double Cradel yang dipakai menopang mesin 160 cc ini terlihat cukup kukuh. Di cradle depan sepertinya da lubang mur yang tak digunakan. sepertinya di india sana lubang ini digunakan untuk menemplelkan bulbar/ engine guard . . . finishing detail berupa sisa sisa weldingnya cukup rapi, ini merupakan salah satu nilai plus. Eiiit . . . sampe baut-baut dan Bannyanya pun merk TVS bro weleh weleh 🙂 . .wew ada bonus engine cowl plastik abs tuh di bawah . . . desainnya juga cukup serius tuh 🙂
Foot stepnya terbuat dari bahan alumunium ada njendulannya tuh . . mirip varian motor-motor sport fairing. Motor ini terdiri dari 5 gear : 1 bawah 4 atas . . .mirip vixi lah. Tapi kayaknya agak sulit untuk mengaplikasikan footstep racing aftermarket, karena footstep ini nyambung ke footstep boncenger dibelakang bro
Sok belakang Gas Nitrogen, saya nggak tahu deh . . . sepertinya manufaktur sok breker di india sudah cukup maju ya. Sampai sampai Sok belakang untuk motor harian mengunakan gas Nitrogen sabagai fluidanya. Yang pastinya mereka bisa pmemproduksi massal sok bagus dengan cost yang rendah.
Separated rear Grip cukup sporty dan yang pasti mempermudah saat parkir.
Motor ini menggunakan Karburator Mikuni . . .lho kok berbeda sama di web site? . . . disana tertulis injection. Saya sudah kasih input ini ke TVS. Mudah-mudahan bisa ditindak lanjuti
nah yang saya lingkari hijau itu adalah sesuatu yang maih belum saya mengerti namanya dan fungsinya . .. kira-kira apa ya?
Oke deh segitu dulu ya buat impresi fisik . .. Artikel review Berikutnya akan berkutat ke review riding menyangkut ergonomi, feeling riding, performa, mileage dan hal-hal lain dalam rangka penggunaan motor ini untuk berkomuter . . . so stay tune di TMC ya, semoga berguna
Taufik of BuitenZorg
.















pertamaxxx
2kah?
pertamax
3…bacaaaaaa
keduax kah
ah..gagal pertamax…hix
@benny…..sori brow…wkwkkwwkk
terlempar ke 5 lumayan dapat point
Premium ajah…
baca dl
Ternyata nyangkut…
absen dolo
yang hijau itu barangkali PAIR..seperti di Suzi Thunder…CMIIW..
TVS ini alih teknologinya dari Suzuki khan ya?
kalo Bajaj dari Kawasaki..
yg mencolok adalah kualitas las-lasannya yg lebih oke dari Bajaj.
apa rahasianya?
tumben nomer kecil , biasana gede mulu 😛
13
wah masuk 10 besar….
@benny
mengenai kualitas las lasannya yang lebih rapi dari produk kompetitor . . .tadinya aku juga mo nyebutin merk kayak sampeyan . .. cuma nanti malah ngundang bakar bakaran lagi xixixiixxi
wah… luput! 😥
wah gagal masuk 10 besar 🙁
klo ga mas baca aja tabloid otomotif edisi sekarang ud dulas ko motor lai yag 125-150cc trs 160-200 dan 200-250 cc ud ad berikut konsumsi BBMnya
si ijo jg masuk cuma paling boros tp paling bertenaga
kapan ane pny duit kyk ms topik bs beli tu mongtor..hehe
klo bole dhibahin saya mau mas.hehe
Piss mas
yg dual disc harga sekennya brpa om??…coz yg rem belakang teromol aja hrga secondnya nyampe 11 jeti…wihh…bner2 terjun bebas…. 😯
@deden
untuk motor 4 tak yang dijual ATPM lokal sekarang ini . . . Ninja 250R is No doubt about performance !!
sampeyan bisa sangat mudah mencapai kecepatan 100km/per jam dengan beberapa kali betotan throttle gas saja
@asmarantaka
yah . .. memang TVS masih harus berjuang keras menancapkan mindset produknya di konsumen sini
dilihat dari depan-samping headlampna mirip ma fu..
keren ne mongtor..
kelamaan nunggu byson beli ini aja apa yah 😛
jambulna nantang euy 😛
Tvs mantepp,mga aja segera terbit yg full fairing,atau half fairing,tp jgn kaya mtor2 di india sana yg cm pake tudung.. Design jangan kalah ma minerva dong..
finishing detil rapi…
yang dibuletin ijo mungkin sensor klep
kang opik, kira-kira bocor alus untuk artikel kedua dari neh motor apa aja ya? trus, kalo udah dipake ngetes gini sama kang opik, menurut saya udah jadi motor rondo dong, CMIIW – minjem istilahnya mas 3. bisa gak ditanyain ke TVS, kang, bakal dijual gak motor2 ngetes kayak gini? kalo bisa sekalian juga dengan harga pastinya…. hehehe…..
@arif rahman
FYI saat kupakai . .. motor ini mileagenya sudah mencapai 1500-an motor ini dah diperawanin sama eyang edo dan test rider2 yang lain he he he . .. aku pakai insya Allah sampai Jumat pekan depan, so masih banyak waktu buat mempelajarinya . .. banyak banget deh mas yang sebenarnya mo saya bahas . . . akselerasi, respon throttle, isu2 yang sudah berkembang terhadap motor ini dan lain sebagainya . .. mengenai kemungkinan sampayan bisa nutupin ini motor rondho . . . silahkan hubungi TVS nya langsung mas he he he
amankan 30
wah, ketinggalan.
Pembahasannya detil seperti TMC biasanya. Mantab kang.
mangstabb mas opik…
Seperti biasa ….
Absen dulu….
secara kasat mata tampilannya lebih manis pulsar…..
kereeeeeeeeeeeen
Mangstraaab
40
alrozi hadir…
➡ wow, liputannya aktual, tajam, lengkap, komplet, spesifik, fokus, menjurus, to the point, kritis, dinamis…. xixixixi
Kayaknya ukuran ban dan pelek belum disebutin mas… trus koilnya TCI apa CDI? sorry banyak nanya ..he..he..
TMC emg top kayak biasanya…
artikele duooooooowooooo tenan….tapi siiip…mas…bisa menjadi gambaran bagi yg pengen meminangnya….
ngomong ngomong jatah bensin yg beliin sapa ya…pribadikah mas…xixixi
@elektra
sueeerr . . . bensin dikasih sama TVS mas . . . enaaak tho he he he he he 😀
@mas yudi
wks kelupaan
Ukuran ban depan 90/90 x 17″
Ukuran ban belakang 100/80 x 18″
terlihat ban depan lebih kecil dari ban belakang . . .artinya secara postur . .. motor ini akan menukik ke depan . . . mengejar ergonomi racing kayaknya .. . berbeda dengan Thunder 250 yang turing banget…sehingga pemilihan ukuran ban berkebalikan dengan apache ini depan ring 18 dan belakang ring 17
mengenai koil aku belom bisa jawab mas
Pipa kecil di samping kop busi…mempermudah yg mau pasang expansion thermal.
Gak suka bodi belakangnya, apalagi lampu stopnya! Asli jelek banget! Jauh lbh cakep punya Pulsar!
wah2.. gimana ya kalo disandingkan dengan r150vx?? IMHO, kalo model c kalah kren deh kayaknya, tebeng depan mimin udah mirip cbr125rr, blakang mirip cbr1000rr, spion ninin 250.. cmiiw.
50 besar.. hohohohoh
UG4 ku menang di kelistrikan DC, engsel penutup tangki bensin dan ban tubeless depan belakang yang sama dengan p200.
UG4 ku kalah di cakram belakang.
UG4?? apa itu??
oh las lasane apik bajaj to.
mas taufik, ban sudah tubeless belum ya?
ukurna diameter sok depan berapa ya?
nie motor kerennn …
cuman riding style nya kalo dipake turing bisa sakit badan lagiii
katanya bisa aplikasi oil coller tanpa bor ya nie motor mas taufik
gambarnyua buanyaaakkk jari beraaaat buka gblognya! hehehe
http://dededwinasis.wordpress.com
http://www.oneklikpulsa.com
@ alrozi. kamu lahirnya sabtu pon, cocoknya pakai minerva 150