R&D SportBike Yamaha Kenapa Berkiblat Ke India (lagi) ?

Bro sekalian, Seharian kemarin, hampir semua Media Online berbarengan membahas rencana Yamaha India Untuk membuat Sportbike 200, dan 250 cc. Membaca artikel artikel tersebut, disinyalir membuat  pertanyaan di banyak kalangan enthusisas roda dua RI . . . kenapa india lagi? Padahal seperti bro ketahui bahwa Yamaha Indonesia merupakan penopang profit margin paling besar di seluruh dunia. Sampai sampai YMKI merupakan satu satunya Yamaha Regional Yang berani Nempelin Image Brand nya di Livery dan Werpak tim MotoGP Yamaha Racing yang dibesut Lorenzo dan Spies . . . Tapi koq Kayaknya Yamaha seperti dikebiri dalam menentukan strategi perencanaan Line up Produksi, Khususnya segmen Sportbike? apakah sudut pandang ini benar adanya?

TMCblog mencoba untuk open mind. Kalao dipikir pikir Sebenarnya YMKI bukannya tidak diberikan keleluasaan perencanaan strategi terutama di segmen sport bike, karena kalo dilihat dari sejarah . . .  Walau menggunakan mesin yang secara umum di riset oleh Motori Minareli, Indonesialah tempat V-Ixion diriset . . . dan Hasilnya? Gak ada yang mengelak bahwa V-Ixion lah sang Giant Killer yang sempat beberapa Lama mengusai Market Sport Roda dua RI. Kasus kedua adalah Terlepas dari Pro dan Kontra, IMHO fisik dari New Scorpio Z merupakan kreasi YMKI asli atas dasar riset dalam negeri

Tapi Byson? Yup Si Kebo ini dasar desainnya memang berasal dari Yamaha FZ16 yang lahir di India, dan setelah YZF R15 ditambah lagi rencana sportbike 200 dan 250 cc yang akan didevelop di India. Kenapa India? menurut opini tmclob, Alasan Pertama adalah Market Motor Khususnya SPortbike 250 cc Tanah air yang sangat Segmented . . . jumlahnya sebelum Megelli 250R dan CBR 250R hadir hanya berkisar 1000-1500 Unit Perbulan. Gampangnya, Kalo cuma laku segitu, Opsi produksi tentu tidak akan Efesien dan akan bermuara pada hi-cost !!

So itulah sebabnya Kawasaki dan Honda memilih impor dari Thailand. Begitu pula dalam Kasus Sportbike Yamaha 250 cc ini. Yamaha Jepang berfikir bahwa Ia Harus memilih satu negara Yang akan dijadikan basis produksi sportbike 250 cc nya. Apa variabel pemilihannya sebagai variabel kedua?  Masalaah Kecepatan sumberdaya. Dibutuhkan sumberdaya Pen-suport Otomotif yang masif dan cepat untuk bisa menopang sebuah Pusat RnD, cmiiw

Dan sadly Indonesia memang sedikit tertinggal dalam hal ini, sebagai sebagaimana yang pernah diceritakan bapak Paulus Firmanto setahun yang lalu saat perilisan Xeon kepada tmcblog. . . ” di Indonesia Indonesia untuk membuat motor dari desain gambar sampai motor utuh dibutuhkan waktu sekitar 6-8 bulan lamanya. Sedangkan Thailand berhasil memangkasnya menjadi sekitar 3 bulan saja “. Ada banyak kendala dari Mulai support bahan dasar Logam sampai bahan bahan Petrokimia lainnya . . . So jika disimpulkan ada dua alasan Kenapa Pabrikan Yamaha Jepang lebih memilih membuat satu basis produksi di India menurut tmcblog. Pasar sport Bike Dibawah 250 cc India memang besar bila dibandingkan Indonesia ditambah kemajuan pesat industri plus suport bahan baku logam dan Petrokimianya yang membuat proses R&D akan semakin monceeer jaya . Lagi pula Secara Ekonomi memang lebih efesien membuat banyak denagn harapan harga bisa ditekan dan bisa kompetitif . . . silahkan dikomentari, semoga berguna

Taufik of BuitenZorg

Monggo klik link dibawah untuk mengikuti Survei tmcblog.com

  1. di india lebih laku motor sport timbang bebek, jadi ya maklum lah klo motor sport RnD-nya disana, klo bebek dimari (kayak pemberitaan santer kmrn2) ya maklum, yamaha di indo kan yg laku bebek 😀

  2. warung sebelah mengarahkan indonesia jd negara RnD Yamaha, bagus emang untuk melawan kompetitornya, dari warung kang Haji, jadi tau alasan RnD Yamaha tidak di Indonesia…..seperti halnya kompetitor lainnya.

  3. gagal podium 🙁
    emang sih, di indonesia sdm-nya kurang produktif.
    tapi kalo urusan komentar paling jago.
    buktinya: ane kira ane dapet podium, eh ternyata enggak :p
    yang jelas ini instropeksi buat kita semua..

  4. menurut penerawangan ane..slain sdm nya yg krang kompetitip, letak.geografis indonesia jg ngaruh mas bro.. untuk menekan biaya export jika utu produk global.. kalo di india kan di tengah2 eropa&asia:, cmiiw

  5. sebenarnya sumber daya (baik SDM maupun SDA) sudah tersedia di ina bahkan melimpah, tapi belum bisa dimaksimalkan,
    sayah yakin yamaha, honda sudah “greget” pengen memindahkan R&D ke ina, cuma tadi masalahnya …. sumber daya yang tidak optimal ….. akhirnya hilanglah peluang … dan sudah banyak peluang yang hilang …

    ini akibat dari KEBANYAKAN para pemimpin kita yang otaknya minimal (maaf) …. mereka jadi pejabat negara maupun pemerintahan cuma mengandalkan duit, tidak mengandalkan elmu dan skill …

    LIAT SAJAH, BUAT SEKOLAH SAJAH SULITNYA MINTA AMPYUUUUNNN ….. MAKANYA BANYAK ANAK BANGSA YANG PINTER DAN BERBAKAT TAPI HARUS MENGUBUR HARAPANNYA AKIBAT GAK PUNYA DUIIIIIIIIIIIIIITTTTTT
    buat sekolah ….

    SADARLAH HAI PARA PEMIMPIN YANG LEMOT, SADARLAH HAI RAKYAT INDONESIA … BANGKITLAH ….

    hidupkan kembali budaya malu untuk berbuat maksiat (korupsi, kolusi, nepotisme) …. jangan hidupkan budaya memalukan …….

  6. wajar aj motor sport di India laku keras, harganya itu loh yang ga nahan, seharga motor bebek atw bahkan lebih murah dari motor bebek di Indonesia.
    kebayang ga kalo harga motor sport di Indonesia seharga motor sport di India…
    bisa kebanjiran juga tuh…

  7. udien yg akan melahirkan namanya Hamiludien,
    udien yg boleh di makan namanya Halaludien, brarti ada Haramudien,
    pizz bro,

  8. disini laku 1000-1500 unit di sana sama juga malah ninja 250R 1000 unit selama 1 tahun. Disini 1 bulan. Alasan saya karena pasar india merupakan ladang emas bagi perusahaan atpm jepang di karenakan. Teknologi mereka sudah maju dan tingkat ekonomi mereka lbh maju di bnding negara asean.

  9. Alasan lain, karena di India mereka jadi bebek belur, jadi untuk menguatkan pasar dan image.

  10. @ Kang Taufik
    Kliatannya masalahnya ga cuman itu,
    Kl ngliat data (kl ga salah) penjualan Yamaha di India relatif kecil hanya No 5 dibawah Trio India n HMSI, seinget ane penjualan keseluruhan Yamaha India perbulan masih kalah dengan penjualan segmen Sport YMKI aja dlm satu bulan di Indonesia.

    jd kl krn Market mrk lebih besar ane rasa kurang tepat.

    ane lihat ini hanya kegeraman Yamaha akan gagalnya penetrasi di India seperti yg diharapkan, mrk berusaha memperbesar market di India, dan juga krn sebagian besar konsumen India suka motor sport. Liat aja keseriusan HMSI yg lsg CKD CBR 250 utk mengejar top 3 sales di India.

  11. Wah,padahal kalau tu Motor di PRODUKSI di INDONESIA saya yakin akan Laku Kerassssss tu Motor,kayak VIXION.
    Karena kl diPRODUKSI di sini kan Bisa Menekan ONGKOS IMPOR jadi HARGANYA BISA LEBIH MURAH.
    tapi apapun yang Terjadi kl ni MOTOR hadir diMari,GUE PASTI BAKALAN BELI.

  12. kalo r15? paling jatohnya 22-27 jutaan kalo produksi sini, tinggal nambah baju doank. bang tigor aja yg 25 bnyak yg beli, alesan yg aneh…

  13. Kok jd aneh om haji
    kalo teknologi mesin perasaan ada kbr bahwa basis mesin scorpio indo d ekspor ke berbapa negara termasuk jepang tp emang cc nya dgedein jd 250cc <<< Betul g toh ini?

  14. paling ga bakalan keluar di indo kaya R15 cma mimpi belaka yamaha Indo PRETdah kelamaan nunggu dah keburu beli CBR 250 padahan sebenernye gw pecinta yamaha…

  15. Wah Sayang sekali,
    Padahal kl ni Motor diPRODUKSI diSini,Bakalan Larisssss Manissss ni MOTOR,Kayak VIXION.
    karena Tentu Bisa menekan Biaya IMPOR so Harganya Bisa Lebih Murah.
    Tapi Apapun yang Terjadi,kl Ni MOTOR hadir Di Mari GUE BAKAL BELI,KALAU PERLU INDENT mulai SEKARANG!.

  16. alasan yang lain mungkin begini :

    Stake holder ATPM : “saya mau memindahkan R&D di sini,, bisa nggak,,,??”

    pejabat sini : “hhmm,,, bisa,,,, wani piro,,,,???”

    :mrgreen: :mrgreen:

  17. Di Indonesia Birokrasinya ribet, terlalu banyak pintu Kang..hehehe… Subsidi untuk Industrinya juga payah..

  18. @37. Safety Rider ex Legenda Rider
    betul bro
    maksut saya adalah segmen sport secara keseluruhan di India Yang cukup besar
    di indonesia berkisar pada angka 8-9% dari total 6 atau 7 jutaan Unit per tahun

    @32. dendy
    thks tambahannya 🙂

    @23. uDien D’kab 234
    nah itu faktor masalah good govermance

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP