TMCblog.com – Bro sekalian, pertengahan pekan Lalu atau tepatnya Kamis (24/8/2017) bertempat di Sofitel Hotel, Nusa Dua, Bali, Kementerian ESDM mengumpulkan mayoritas stakeholder yang terlibat dalam industri kendaraan listrik termasuk media massa dalam sebuah rapat yang dipimpin oleh Pak menteri Ignasius Jonan untuk membahas draf regulasi percepatan kehadiran Moda Transportasi Ramah Lingkungan yang akan diusulkan sebagai Peraturan Presiden (Perpres) atau Peraturan Pemerintah (PP).
Nah dalam rapat tersebut disepakati oleh Kuorum bahwa cara yang diambil untuk melakukan percepatan kehadiran Industri Kendaraan Listrik adalah dengan cara melarang penjualan kendaraan berbahan bakar Minyak/ Fosil / BBM baik Motor maupun Mobil . . Cuma masalahnya adalah kapan pelarangan produksi ini terjadi ? dan tarik ulur mengenai waktu tersebut pun terjadi, berikut adalah catatannya
- Mercedez Benz mengusukan pelarangan dimulai Tahun 2030
- Honda dan Toyota mengusukan pelarangan dimulai Tahun 2050
- Gesit yang sudah siap akan line Produksi Kendaraan listrik terutama R2 mengusulkan pelarangan dimulai Tahun 2020
Dan akhirnnya kementrian ESDM RI ambil inisiatif jalan tengah dengan mengusulkan tahun 2040 sebagai ambang batas waktu awal pelarangan penjualan Kendaraan termasuk Sepeda Motor BBM. Dan kabarnya usulan kemetrian ini disetujui oleh semua stakeholder yang ikut rapat kala itu dan tentunya Usulan 2040 sebagai tengat waktu awal pelarangan penjualan Kendaraan BBM akan disampaikan ke Presiden RI untuk bisa dimasukkan kedalam regulasi yang diharapkan akan rampung di akhir tahun 2017 ini.
FYI saja, Negara negara Lain sudah mencanangkan pelarangan penjualan Kendaraan BBM seperti Norwegia yang akan memulai pelarangan tahun 2025, Jerman, Inggris, Amerika dan India tahun 2030 serta Prancis yang akan memulai pelarangan penjualan kendaraan bbm tahun 2040 . .. . yap
TMCblog melihat juga bahwa upaya peralihan dan perepatan peralihan kendaraan dari jenis Bahan Bakar Minyak/ Fosil ke energi listrik ini adalah sebuah kesempatan emas untuk mengembangkan Perusahaan dan produk Asli Lokal Indonesia . . Soal Mobil atau motor listri, tmcblog sangat percaya sudah sangat banyak riset riset baik dari kalangan bisnis maupun akademis yang sudah memulai atau bahkan menuaikan hasil semenjak beberapa tahun Yang lalu
Kenapa tmcblog bilang kesmepatan emas . . Karena Momentumnya adalah seperti sebuah RESET . . . jadi semua berjalan dari Nol secara berbarengan sehingga diharapkan semua Brand baik lokal maupun interlokal bisa bersaing sehat berbarengan dalam kondisi yang lebih adil dan balance . . . just my 2 cents sih . . silahkan dikunyah kunyah dan opini sobat sekalian mengenai hal ini sangat banget tmcblog nantikan
Taufik of BuitenZorg





Lah kalo yang ke pelosok negri gimana wak?
Kan ada tuh desa terpencil yang naik motor aja bisa 2 hari sampenya, dan disana engga ada listrik
Jangan kota sentris dong, pikirin juga daerah2 disana
Bener banget, gweblek banget yang ngedukung kebijakan ini !!!!!
Indonesia bukan JAKARTA doang!!
Indonesia bukan KOTA doang !!!
Indonesia juga banyak DESA TERPENCIL !!!!
Silahkan main ke Kalimantan, disini mau ke pusat KOTA saja jaraknya paling cepet harus 3 jam perjalanan naik motor jauhnya…
Sayangnya untuk saat ini, kendaraan hybrid yang dapat menjadi jembatan untuk menuju kendaraan full elektrik masih dijegal dengan pajak selangit dengan alasan menggunakan 2 buah mesin. Padahal di negara lain justru diberikan insentif oleh pemerintahnya.
ironic
Yang lagi pengen beli motor, sebaiknya nggak usah beli motor baru. Beli aja motor second yang sekira tahun 2040 sudah rusak. Jadi nantinya nggak rugi2 amat kalo motor bbm jadi dilarang.
Cara kerjanya kayak motor pompa air gitu kali? Jadi nggak pake piston.
kalo mau adil…
kereta api dihapus ganti listrik semua..bye bye loko CC206
montor mabur ganti montor mabur listrik gak pake avtur yang mengotori angkasa
kapal api ganti kapal listrik
kalo BBM dilarang berarti pertamina tutup??
penginvestasi SPBU mikir nih,balik modal gak nih
kalo soal motor harus listrik sih mungkin semua periset kecil2an bisa buat Wak…
tapi kendaraan itu harus nyaman dan bisa dikendalikan..
nah apakah skutrik kayak Gesit ini nyaman?? sokbrekernya apaan sih? Showa?KYB?Ohlins?YSS?
bagaimana dengan sasisnya??apakah pe-riset lokal sudah semumpuni produsen kelas dunia dalam mendesain sasis??
isu yang diangkat motor listrik hanyalah “hemat” gak usah isi bensin,tidak mencemari lingkungan seperti mesin bensin dengan CO-nya,tapi belum di ekspos efek limbah baterainya yang masuk kategori B3 – Bahan Berbahaya Beracun.
Hmm, mungkin bisa kali ya pake metode gogoro kaya diatas tapi sistem penggantiannya kayak tabung gas elpiji atau air isi ulang. Jadi pas beli awal emang lebih mahal karena beli batrenya juga. Tapi kalo mau ganti batre (dengan catatan harus sama tipe) pas batrenya abis tinggal beli yg isi ulang dengan tipe yg sama, udah ada listriknya, dan dengan harga yg lebih murah. Tapi tetep harus ada pertimbangan umur pakai batre juga dan faktor ramah lingkungan,.
Hihi, just my thought,. 🙂
wak haji, fasilitas supercharge emang bakalan bisa jalan di indo ya?
tesla bisa ngisi 0 sampe 80% di supercharger hanya dalam 1-2 jam. (range sampe 300-400 km sekali charge)
mereka pun naro supercharger di area dengan public facility.
kalo systemnya seperti tesla yang superfast charge, mungkin masih possible. tapi kalo system charge nya universal (semua merk bisa masuk) dan waktu chargenya lama.
kebayang semua station bakal penuh motor-mobil mangkrak. apalagi macem2 merk performa chargenya pasti beda2. mungkin yang satu 1 jam cukup, merk lain 5 jam baru ngisi..
ricuhnya udah kebayang dr sekarang
Yg ku pikir malah kehidupan dari thn 2035 sampai 2040. Kalo emg bener di berlakukan pastinya kehidupan akan bener bener sulit. Bbm pasti langka yg berimbas pada ekonomi rakyat. Terutama nelayan.
Tidak semua lapisan masyarakat siap akan perubahan itu.
Makin asik kalo dikembangkan teknologi charging tenaga angin. Di motor ada baling2 & 2 baterai, satu baterai dipake – satunya lagi terisi pas jalan. Pemakaian bergantian. Paling tidak kelak bisa mengurangi ketergantungan pengisian di pom listrik umum. Hanya pendapat..
Yang akan dilarang itu kan sepeda motor berbahan bakar minyak, artinya dengan bahan bakar gas tetap boleh kan? atau konversi ke metanol seperti brazil.
Jika langsung tertuju pada mesin listrik, saya kira masih jauh untuk bisa digunakan, kecuali penggunaan fuel cell atau baterai nuklir yg saat sekarang masih dalam riset.
2 masalah besar untuk menggunakan mesin listrik pada saat sekarang adalah tidak praktis saat pengisian baterai dan high cost dalam penggatian suku cadang baterai, dimana harga baterai antara 30%-70% dari nilai kendaraannya, dan umurnya tidak akan lebih dari 2 tahun (5 tahun secara teoritis) dan bisa saja hanya akan berumur kurang dari 6 bulan saja.
Saat ini baterai pasaran yg sanggup discharge melebihi kapasitasnya (AH) barulah lithium ion, silahkan digoogling sendiri karakter dari baterai tsb.
Berpikir positif, mudah2an perkembangannya seperti handphone bisa dicharge di rumah, kapasitas baterai yg ukuran kecil tapi mAh besar, dan bisa fast charging
Selalu bawa powerbank,,, takut motor ny kehabisan batre dijalan…. Hahaha
naik sepeda lebih sehat dan ramah lingkungan
kebayang nonton motogp gak ada suaranya, kayak tv rusak speakernya….
wuss wusss tiba2 finissss…
wkwkwkw….
Teknologi solar panel kedepannya harus segera di kembangkan ke kendaraan listrik… Negara tropis kaya Indonesia ini punya cahaya matahari berlimpah… Jadi nantinya kendaraan sambil jalan bisa ngecas sendiri….
Semoga kita semua bisa diberi kesempatan menghirup bersihnya udara di tahun 2040… Amiiinn…