TMCBlog.com – Bro sekalian – Banyak pembalap saat ini memiliki pendamping dan advisor yang memiliki latar belakang sebagai pembalap untuk memberikan masukan, informasi, warning teknis . . Sebutlah Luca Cadalora di sisi Valentino Rossi, Alex Debon di sisi Jorge Lorenzo atau Sete Girbernau di sisi Dani Pedrosa . . . Biasanya mereka ini berada di sisi sirkuit terutama di bagian tikungan untuk melihat secara langsung seperti apa Pembalap mereka melewati tikungan dan juga mengamati bagaimana ‘ man to beat ‘ / kompetitor melewati tikungan tersebut

Kenapa Tikungan ? Biasannya kalau di straight itu masalah kencang atau tidak kencang lebih ke persoalan teknis seperti power, torsi, downforce dan lain lain . . Cepat di straight adalah biasa, namun bisa lebih cepat di tikungan adalah luar biasa . . . Yap para advisor advisor tersebut bisa melihat dengan mata . . namun namanya juga mata, ada keterbatasan . .. Pembalap Butuh teknologi lain yang bisa memperkuat untuk bisa lebih cepat 0,1 . . 0,01 . . . atau bahkan 0,001 detik di satu tikungan . .. dan disinilah cerita artikel ini bermula
Ketika itu Ahad 28 januari saya Taufik dan Nugie Jam 10:00 waktu Sepang baru saja sampai di media centre Sirkuit Sepang – Malaysia untuk meliput Winter test . . Perut kami keroncongan karena untuk bisa sampai di sepang jam 10 Pagi, kami harus Naik pesawat jam 5 pagi dari Jakarta dan kebayang Jam berapa Saya taufik dari bogor harus berangkat dan jam berapa Nugie dari bekasi harus berangkat . . . yap Jam 2 pagi sob hehehe . . . Namun langsung Saat itu Manuel pecino mendekati kami seraya berkata ” hey You Came here for work not eat ” sambil melihat kami yang baru saja merebus Mie Cup Instant heheheh . .. namun tentu itu hanya bercanda, karena setelah itu ia langsung bilang ” Taufik I have a full of bag of story to share ” . . dan salah satunya adalah mengenai soal Teknologi yang digunakan untuk menganalisa Pergerakan Lawan . .

Manuel langsung cerita bahwa Jika Kita pergi ke Service Road Track ( jalanan kecil di samping/ sepanjang Track untuk keperluan service ) maka saat ini sudah biasa kita melihat seseorang menggunakan semacam kamera Video yang diletakkan statis di atas tripod dengan moncong lensa mengarah hanya ke satu titik . . perbedaannya dengan kameraman Televisi adalah orang tersebut hanya menjaga Kamera yang menyorot hanya kesatu titik saja untuk mengambil multi shot image , sedangkan Kameraman TV biasannya menggerakkan Kamera Videonya kanan dan kiri . .
Manuel Meneruskan ceritanya soal ini . . . bahwa sebenarnya keberadaan service kamera seperti itu sudah lama terjadi . .. suatu lembaga menyediakan jasa protret Trace racing line pembalap yang bukan hanya bisa men-trace racing line, namun juga bisa men-trace angka angka seperti jarak, waktu dan lain lain . . dan menurut informasi dari Manuel Marc Marquez adalah orang pertama yang memakai jasa ini dan saat itu Marc ingin ekslusif . .. tidak ingin pembalap lain memiliki teknologi seperti ini . . . namun akhirnnya di tahun tahun mendatang banyak pembalap pembalap lainnya dari pabrikan lain pun memakainya . . manuel menyebut nama Valentino Rossi adalah salah satunya . . Yap ini bukan akal akalan bro, ini sepertinya legal dan bisa dilakukan . .
Dengan jasa seperti ini, Diainyalir peran advisor jadi terbantu untuk menganalisa karakter racing dari lawan sob . .. Kepo seperti apa hasilnya ? Cekidot deh . .
Bro bisa lihat, bahwa sebenarnya gambar di atas diambil dari dua moment berbeda dalm satu sesi , namun di satukan dalam satu foto dan menggambarkan seperti Apa Racing line marc Marquez dan seperti apa Racing line valentino Rossi di tikungan balik arah tersebut . . . namun foto diatas adalah foto lama sekitar tahun 2015-an .. . dan teknologi yang diperoleh sekarang walaupu idenya sama dengan di atas, namun Variable informasinya disinyalir lebih lengkap lagi . . ini baru satu cetita, masih ada beberapa cerita lain dari manuel Pecino yang akan tmcblog share di kesempatan mendatang sob
Taufik of BuitenZorg



gak pernah nyamar koment wak? tah jadi siapa gitu.
ada blog owner kaya begitu?
nggak bro, nyiapin content yang berkualitas buat bro2 aja sudah ngabisin waktu
saya nggak punya waktu buat gitu2 an .. useless !!
wkwkwk vale legend diatas legend ?? lebay lu
menang lawan banyak legend ??
kapan terakhir kali dia jurdun motogp melawan seorang legend motogp?
VR46 bahkan baru mulai jurdun setelah legend macam Doohan udah lama pensiun.
lu pikir pembalap lebih tua yg dia lawan saat muda itu macam M.Biaggi. A.Barros, S.Gibernau dll itu udah legend pada masanya ?? jurdun 500cc/motogp juga mereka kagak pernah.
kemudian berikutnya yg dia lawan juga cuma rider yg sedikit lebih muda yg masih 1 level dibawah skillnya macam M.Melandri (yg juga terbukti ga begitu sukses si WSBK), N.Hayden (yg secara skill – maaf imho – masih medioker), D Pedrosa (yg jelas2 ada kekurangan fisik), dll yg juga bukan legend saat itu
Begitu mulai era C. Stoner & J Lorenzo (yg akhirnya berpengalaman di tim utama) baru dia ketemu lawan setara. Apalagi saat ketemu Marc….habis dia dipake mainan ampe emosi.
Klo beneran legend ga perlu ada alasan kalah karena lawan menang motor. Dulu 2004 aja bangga bgt karena menang pake motor yg katanya kalah spek, kenapa sekarang banyak alasan begitu kalah melulu. salah ban, salah mesin, salah umur, salah setingan & strategi, salah cuaca, salah rekan setim, salah si marc, salah marshall, salah dorna, salah konspirasi spanyol, salah apalagi ??. semua disalahin ama lu tp lupa kesalahan VR sendiri (ga inget kejadian sachsenring 2016 ketika sang kakek legend unjuk kedunguan ?? dan mengulanginya lagi saat Brno 2017 seolah-olah ga kapok)
Rossi: Normally I’m the stupid one….. (ini rossi yg ngomong sendiri lho)
btw.
sori Wak Haji, klo hari ini saya terlalu banyak nyampah panjang lebar dikolom komentar ^^!
brarti sm ky era rossi yg jd legenda krna kurang alien yg sekelas,.
pas stoner n loren muncul,. dah mulai kerepotan dia..
n puncak nya d saat mamakes muncul,. makin tenggelam lah s rossi,.
yg trsisa adalah kenangan masa2 keemasan, saat dia main2 am lawan2nya yg stngh alien..
gw setuju sama bro kucing, JL itu typikal yang perfct dalam mengambil racingline, nyaris jarang keluar2…kecuali doi nafsu dan gak ngepas sama kondisi dia ( motor),,, makanya jl butuh banget motor yang nurut dan canggih dalam fast corner
yah mo argumen kaya apa aj,,,semua ada era nya sih…
hmm keren.
Wak haji, titip artikel khusus yg membahas bagaimana riset MM supaya lolos dari crash, sepertinya sdh berapa kali lolos dr DNF pada musim kemarin.
spertinya ia memang mempersiapkan teknis khusus dan jika lihat video persiapan fisik di winter break kemarin, ia banyak latihan fisik dan ia menjelaskan fungsi2 dari latihan fisik ersebut
saya pikir ia memang berlatih khusus untuk lolos dari crash terutama dengan elbownya itu, imho
Rider jaman now sibuk latihan meningkatkan kualitas diri tidak ada waktu buat bikin kontroversi sekedar menyenangkan hasrat ghibah fan macam Jimoo
S Rossi waktu itu belum bisa elbow down kaya s Marquez makanya melebar, akhirnya s Rossi mau gak mau harus ikut gaya balap s Marquez dengan gaya elbow nya, kalau tidak begitu s Rossi sudah tertinggal jauh
Sorrry mo gua koreksi..
Simoncelli yg sengaja ngipas, gerakan simoncelli sengaja berganti titik secara cepat sementara posisi motornya masih agak sejajar walopun sudah melewati separuh body motor barbera. Karrna kita tau waktu itu berat tubuh Simoncelli menjadi faktor lambatnya dia di straight.
Di qatar M1 bisa lebih dalem…
Di Aragon RCV bisa lebih dalem…
Itu sementara pengamatan yg sering saya liat.
Slow aja mas makimaki dan mas2 lain disini, dewasa dikitlah.. jangan kaya anak SD beragumen mana yang lebih jago, Superman atau Spiderman!
Debat kusir pakai argumen yang kurang logis.. Belum lagi pakai referensi dari blog yang berisi pandangan pribadi si penulis ya tidak bisa dipakai untuk argumen. Argumen harus dari tulisan yang jelas sumber data dan kompoten penulisnya.
Marquez mengakui stylenya banyak pengaruh dari Rossi dan pembalap2 lainnya, Rossi pun demikian. Ngapain kita ribut?
Diskusi sehat demi masa depan Indonesia yang lebih baik 🙂
Menurut pengamatan objektif gua sih malah MM93 lebih mirip stoner. Kelihatan jelas dari agresivitasnya meng-abuse ban depan.
Lagian kelihatan banget VR46 pre-ducati dan selama di ducati gaya balapnya masih gaya balap dari tahun 80.an yg dipelopori sama Wayne Rainey (knee down, minus elbow down). Nah selama kurun waktu itu banyak pembalap generasi baru yang mulai pake elbow down, spies, pedrosa, lorenzo, stoner, semua waktu nikung kepalanya lebih deket ke aspal. Sementara vale kepalanya masih jauh dari aspal.
Baru waktu vale balik ke yamaha vale mulai ngikutin gaya nikung pembalap2 depan yaitu elbow down.
Kalo masalah motong & nutup racing line lawan itu sih emang cara paling umum, semua pembalap ngelakuin itu waktu abis nyalip biar ga disalip balik, please lah mo wkwk