TMCBLOG.com – Pembalap Dimas Ekyy Pratama yang Ikut Moto2 Tahun 2019 bersama Honda, Pada Musim 2020 ini fix membalap bersama Victor Racing, Jika kemarin tmcblog masih belum mengetahui dengan pasti jelas mengenai motor yang akan dipakai Oleh Dimas, maka hari ini 3 Maret 2020 ARRC mengirimkan sebuah Informasi resmi Yang berupa List Update Peserta ASB1000 per tanggal 2 Maret dimana Di sana tercantum Nama Dimas Ekky Pratama yang akan membalap bersama Victor racing.

Dalam List yang dirilis ARRC, Pembalap Indonesia Yang notabenennya lama bergabung dengan team factory dari Astra Honda Motor ini pada Musim 2020 ini jelas menggunakan Yamaha R1 sebagai Kuda Pacuan balapnya di Kelas Ultimate balapan Asia ini. Ini Juga artinya Dimas akan Langsung jadi Head to head Competitor Pembalap Honda seperti Gerry Salim di kelas ini yang tahun ini akan menggunakan CBR1000RR-R.

Yes Total 17 Starter kelas ASB1000 per Tanggal 2 Maret 2020 nanti dengan Nama Terakhir yang masuk adalah Dimas Ekky Pratama. Tiga Pembalap pakai Yamaha R1, Empat Pembalap Pakai Yamaha R1M, empat Pembalap menggunakan BMW S1000RR, Dua pembalap menggunakan Ducati Panigale V4R, Dua Pembalap Pakai Kawasaki ZX10RR dan Dua Pembalap pakai Honda CBR1000RR-R.

Namun dari 17 starter ini Kabar dari ARRC Lima pembalap akan absen pada Race perdana akhir pekan ini di Sepang dengan alasan Kesehatan Proteksi terhadap Penyebaran Virus Corona Yakni dua pembalap Maxpeedingrods Chieton China, Li Zhengpeng dari Victor Racing dan Dua pembalap Honda Asia Dream, termasuk Gerry Salim.

Taufik of BuitenZorg

45 COMMENTS

    • R1M itu versi limited, dari R1, jok belakangnya pakai data logger, fairing full carbon pernak pernik lebih mahal drpd R1 pke shock ohlins, tapi soal jeroan sma. Makanya gada masalah tim balap pakai R1 atau R1M orang shock rem pasti ganti juga dengan spek kompetisi. Contohnya rem GP4 RR.

      In short ga ada perbedaan soal jeroan mesin

      Cuman upspec aja buat versi masspro. Ga kaya ZX10R dan RR atau Ducati V4R, V4R yang spek mesin agak beda V4R lebih tinggi kitiran mesin nya.

      Guest
    • Jelas dong, R1M lebih enteng, body carbon, suspensi Ohlins. R1 biasa suspensi KYB.
      Pasti gak disunat dong, rugi beli lebih mahal wkwkwk

      Guest
    • Kan udah saya jelasin dikomen saya di artikel sebelumnya dan ada dipenjelasan kenapa yudis turun kelas

      Guest
  1. Berarti setiap pembalap binaan yg sudah masuk moto2/motogp, lalu diganti dg pembalap lain, dia sudh ga punya ikatan lg ya dg pembinanya tsb. Sehingga bisa dipake tim dan motor merk lain. Klo ga ad yg kontrak, pembalap jd nganggur dong ya.
    Bikin artikel yg membahas hal ini pak ji.

    Guest
  2. Sekarang aturan maksimal umur di kelas 600cc udah gak berlaku lagi ya Wak? kok Yudis bisa turun kelas

    Guest
  3. Setahu ane, Istrinya Dimek itu kerja di AHaeM (Honda) ya wak Haji?
    Jadi betengkar gak itu nanti dirumah? hehehehe

    Guest
  4. Setahu ane, Istrinya Dimek itu kerja di AHaeM (Honndaa) ya wak Haji?
    Jadi betengkar gak itu nanti dirumah? hehehehe

    Guest
  5. Jozzz nih wak, udah gak dikontrak AHRT lagi berarti.
    Sudah menuju profesional seutuhnya (baik team AHRT maupun pembalap2nya). Gak kayak kubu sebelah, anak kecil mau berkembang eh dialang-alangin….. Yu No Wot Ai Min…………………..

    Guest
  6. nah kan ahm ngak ngekang rider asuhannya,

    kalu mau pindah yach silakan monggo.

    bebas, tidak ada ikatan dinas.

    Guest
  7. Ko bisa ganti motorr Honda ke Yamaha Wakk Haji ada apa gerangan ..
    Apa sudah ga ada kontrak dgn Honda ..

    Guest
  8. Dulu dinyinyirin. Setengah mati.. sekarang pindah merk lantas mo berkata bijak memuji2 ..HANYA KARENA BERGANTI MERK ,🤣🤣🤣🤣 MAKAN tuh omongan lu sendiri

    Guest
    • @eiscell Coba buka lagi gallery googlemu sob
      Tahun 2012 dimek sempet jadi bagian dari yimm di arrc jadi rookie of the year
      Satu lagi jangan memutarbalikkan fakta. Saya lihat kagak ada tu komen yg memuji muji dimek dari kubu beye. *Eh saya lupa mungkin agensi situ belum ngirim klonengan yg menyamar jadi kubu beye yah. Muak liat komen sampah ente. Kerja monggo tapi fitnah jangan. Itu beda hal
      Lagian soal kegagalan dimek ya wajar aja. Dia terlalu tua untuk kategorinya. Justru yg akan kelihatan hasil dari pembibitan ngahaem ya mungkin saat mario sa kebawah yg bakal terlihat. Untuk andi gilang n gerry salim ya ibarat orang masih babat alas.

      Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.