TMCblog.com – Toprak Razgatlioglu start dari posisi terdepan Pada Race 1 WSBK setelah meraih pole position beberapa jam sebelumnya. Namun begitu sebenarnya Alvaro Bautista terlepas dari pengurangan 250 rpm Rev Limit di seri ke 7 Imola ini, pada sesi Kualifikasi Superpole telah memperlihatkan potensinya soal pace cepat di akhir sesi sebelum Yellow Flag berkibar dan menghapus Laptimenya. Potensi ini akhirnya dibuktikan dengan memenangkan Race 1 Di Seri Imola 2023 ini.

Toprak Razgatlioglu menyentuh finish tiga detik di belakang Bautista diikuti Rea yang juga berhasil finish podium dan meraih 16 poin Dari race 1 ini. Race nya sendiri bisa dibilang ebragam terutama di awal setelah Start Balapan dimana Locatelli memimpin pada lap pertama disusul oleh bassani yang memimpin di lap kedua.

Nah di Lap lap awal ini Bautista yang tidak start dari Row pertama sudha menyodo di Posisi tiga. Toprak Sempat memimpin di lapĀ  5 sampai akhirnnya bautista berhasil Overtake di lap 11 dan Memimpin Hingga Finish di akhir Lap 19. Dengan hasil kemenangan ini, bautista memperkuat posisinya di Klasemeen sementara pembalap dengan 382 Point dan berjarak 98 point dari Kejaran Toprak di Posisi kedua. dan 194 Point dari Locatelli yang sementara di Posisi tiga

Btw, Menarik dimana Ketika Ducati Dikurangi 250 rpm dan Rea ditambahan 250 rpm ternyata secara peta kekuatan seperti tidak ada yang berubah . . Kita Lihat Superpole race dan race 2 nanti ya

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

 

15 COMMENTS

    • Kalo dari segi motor sepertinya memang iya, meski ducati yang lain di bawah Locatelli, tapi kelihatan banget pas Bautista Godek2 kemudian kesalip Rea pas sebelum chicane, langsung disalip bautista sebelum tikungan selanjutnya. Padahal jarak dari Rea ke Bautista jauh lho, sekitar 0,2-0,3 detik. Berarti emang bobot kombinasi ini yang ngaruh banget, apalagi juga Toprak setelah kesalip bener2 gak bisa ngejar.

  1. Kawak blm mutusin nambah rpm wak (meskipun poin konsesinya udah diambil buat tambah rpm). Ada beritanya di web lain. Masih kurang 1 item lagi supaya mesinnya sesuai design sebelum disunat sama dorna. Kayaknya Kawak nyiapin buat tahun depan

  2. Dah taw hasilnya,penggemar balap sdh tak antusias kok. Wkwkwk…berat paling ringan,motor tetap rpm plaing tinggi.

    • Ini dilakukan biar duc seneng bertahun tahun invest gak juara. Eropa masih klh dgn jepun. Harga motor sj plg tinggi dan nambah lagi didetik terakhir dan disetujui regulasi. Lawak kan…

  3. Gak harus jepang juga sih, cuma sekarang balapan GP/WSB itu seolah obvious buat yg menang ya itu itu lagi. Menurut gw ini emang cerdiknya pabrikan eropa manfaatkan gray area di peraturan dan face pacednya mereka adaptasi buat cari inovasi mekanikal.

    Yg mungkin jadi banyak suara untuk turunkan ini naikan itu, disebabkan dari bagaimana pabrikan jepang yg dulu melunak buat bolehkan ini bolehkan itu untuk membantu pabrikan eropa ngejar ketertinggalan dari pabrikan jepang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here