Gigi Dall’Igna : Anomali tekanan ban Marquez mungkin karena suhu lingkungan

TMCBLOG.com – Gigi Dall’Igna merupakan salah satu orang yang paling senang di Buriram akhir pekan lalu. Tiga posisi podium pada dua balapan disapu bersih oleh pembalap Ducati baik dari tim pabrikan maupun satelit. Sebuah awalan yang baik mengingat peningkatan yang hadir di pabrikan lain terutama Aprilia yang mengejutkan via Rookie Ai Ogura ( Trackhouse racing) yang bahkan sempat mengancam podium di balapan Sprint.

Dipakai oleh pembalap Rookie saja bisa mengancam Bagnaia yang punya banyak pengalaman di mesin GP24 dan Sirkuit Chang, apa lagi jika nanti Jorge Martin sudah 100% fit? Kepada Sky sport, Gigi mengatakan “Balapan pertama selalu yang paling rumit. Bahkan jika Anda datang dari musim yang hebat, Anda tidak pernah benar-benar tahu level Anda dibandingkan dengan yang lain,” katanya.

“Anda selalu datang dengan sedikit ketegangan dan karenanya menyenangkan untuk membawanya pulang dengan sangat baik. Marquez melaju dengan sempurna di akhir pekan, tetapi Pecco juga melakukannya dengan baik. Kejuaraan Dunia MotoGP bukanlah 100 meter, yang penting adalah finis dengan baik di akhir balapan dan di akhir kejuaraan untuk dapat memperjuangkannya.”

“Saya pikir kami belajar tahun lalu bahwa hasil lebih penting daripada kemenangan, jadi mereka berdua melakukan balapan yang sangat cerdas dan saya harap itu akan membuat mereka berdua berjuang untuk balapan di akhir kejuaraan.”

Gigi juga memberikan keterangan mengenai kasus tekanan ban depan Marc Marquez yang berada di bawah batasan regulasi. Tekanan yang kami berikan sudah pasti tepat, karena kurang lebih sama dengan yang kami alami kemarin di Sprint. Faktanya, hari ini suhu meningkat sedikit lebih rendah dari yang kami perkirakan, bahkan dibandingkan dengan margin yang biasanya kami jaga untuk menyelesaikan balapan.”

“Kami memiliki perangkat lunak yang seharusnya memungkinkan para pembalap untuk tidak melakukan perhitungan selama balapan, jadi kami menyarankan kepada para pembalap untuk berperilaku baik selama balapan, juga untuk mengelola kemungkinan yang dapat muncul selama balapan yang rumit.”

“Saya yakin Marc sudah menguasai motornya dan sudah tahu apa yang harus dilakukan. Katakan saja di sini dia jelas punya keunggulan dibanding yang lain, dan saya harus katakan bahwa menjalani seluruh balapan dengan jarak satu meter dari pebalap di depan, dalam kondisi seperti ini, juga dari sudut pandang fisik, sangat melelahkan, karena suhu motornya sangat tinggi.”

“Ini pertanda bahwa Marc juga sangat bagus dari sudut pandang fisik. Karena berbagai alasan, saya juga berpikir Pecco masih bisa berkembang dan saya berharap dia bisa menunjukkannya di balapan berikutnya. Marc jelas menjalani tes yang lebih mudah, sedangkan Pecco justru lebih bermasalah, dan itu mungkin bisa membenarkan dia sedikit tertinggal dalam persiapan balapannya.”

Terakhir Gigi Dall’Igna menjelaskan mengenai perbedaan antara Desmosedici yang dipakai pembalap pabrikan dan juga Diggia dengan Desmosedici GP24 milik 3 pembalap satelit Ducati lainnya. “Jelas ada perbedaan dalam beberapa detail antara motor pabrikan dan satelit.

“Kami jelas memiliki beberapa pengembangan lain yang direncanakan, tetapi kami akan mencobanya di uji coba Jerez, jadi untuk empat balapan berikutnya kami akan melakukannya dengan konfigurasi yang kurang lebih sama, dengan hanya sedikit detail evolusi,” pungkasnya. – @tmcblog

18 COMMENTS

  1. jadi kira2 gini ya? tekanan minimum ban depan pas start race 1,8 bar. tapi kalo dari awal udah segini nanti bisa naik gara2 motor skrg banyak pake aero. kalo dibelakang motor lain ga dapet angin dingin, tekanan naik, bisa kurang grip. jadinya tim pada nego minta dibolehin di bawah minimum pas awal race. nah karna marc dapet pole mungkin dia pasang di 1,7an dengan asumsi cuaca panas nanti bisa naik ke 1,8 biarpun ga dibelakang lawan. tapi kmrn cuaca ga panas2 banget, ada sebagian track yg adem. sok tau aja ini mah….

    • kalo emang sampe 1.7 sekian itu mah jatohnya cheating andaipun di izinkan, terus tim lain pake juga ga? mau cuaca terik panas 1.8 itu udah mentok.regulasi emg bisa dinego? Si Ducati si ngomongnya “udh aplikasikan โ€˜correct pressureโ€˜ yang mungkin bisa diartikan sama dengan 1,8 bar. Namun keanehan ini tetap terjadi pada Marc”

      kalo emang dia pilih yg paling riskannya 1.80 asal gak lebih dari 10 lap/60% dari long race mah ya halal

      • Ya bukan ceating,malah resikonya besar untuk pebalap,kan peraturanya 60% balapan tekanan ban minimal 1,8 psi
        Jadi 40 % bisa pake dibawah 1,8 psi
        Cuma ya itu tadi resikonya kalo suhu turan ya tekanan udaranya ikut turun,tetep sangat beresiko jika pake tekanan 1,8 psi di awal balapan

        • Keknya itungan lu salah deh bang Di bawah 1,8? Rear wheel kali itu ma. Kalo front wheel minimum 1,8 bar. Setau gua 60% dari balapan itu harus di atas 1,8 misal 1,81. Nah sisanya yg 40% baru sah di pake 1,8. Jadi kaga ada pake tekanan di bawah 1,8.

          Itungannya gini
          60% dari 26 lap= 15,6 lap buletin lah jadi 16
          40% dari 26 lap = 10,4 lap taro lah 10

          Mostly tekanan yg dimaksud disini kan lebih ke front wheel karna panas dari slipstream/ Aero jelek itu.

          Tau dah, cmiiw. Coba Wak Taufik itungannya bener gak ni?

  2. Peraturan waneh tur ngeselke tenanโ€ฆ Lha pye jal jenenge balapan ki pye carane gaspol paling awalโ€ฆ Harusnya teknologi ban dibikin kalau motor cepat bs menyesuaikanโ€ฆ Lha ini motor cepat tp disuruh pelan oleh banโ€ฆ Edyan cakk..!!

    • Justru dengan aturan ini tim bisa bikin strategi yang nguntungin. Tire pressure rendah kasih grip lebih, artinya pembalap bisa lebih PD. Kalau pressure terlalu rendah dikawatirkan malfungsi ban, jadi dibuat aturan ini demi jaga nama baik ban.

  3. Peraturan waneh tur ngeselke tenanโ€ฆ Jenenge balapan ki pye carane gaspol paling awalโ€ฆ Harusnya teknologi ban dibikin kalau motor cepat bs menyesuaikanโ€ฆ Lha ini motor cepat tp disuruh pelan oleh banโ€ฆ Ambyar… ambyar ..!!

  4. Lg rame katanya Marc main2 di race kmrn. Saya kira tdk ada satupun pembalap yg cukup gila main2 dgn cara spt itu, tdk jg Marc. Jadi tuduhan (berniat) main2 itu sebenarmya berlebihan. Pasti ada alasan teknis dibalik manuver itu.

    Tp faktanya, dgn melakukan manuver spt itu, yakni sengaja mempersilahkan di take over lawan, dgn nantinya mentake over balik, lepas dr alasannya yg tidak main2, jelas itu mempermainkan lawan2nya. Jadi dlm konteks ini seloroh Pecco ada benarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP