TMCBLOG.com – Pasca balapan di Silverstone, pembalap RedBull KTM Factory Racing Team, – Pedro Acosta memberikan pernyataan bernada tekanan yang dalam dan tegas kepada KTM atas kondisi yang saat ini ia rasakan dimana bisa dibilang KTM sudah lama tidak memberikan update untuk membuat performa RC16 lebih baik dan lebih kompetitif melawan pabrikan lain di MotoGP.
Pasca balapan yang ia anggap sebagai “balapan tanpa harapan” di Silverstone, Pedro Acosta mengatakan dia tidak akan “sabar” menghadapi kesulitan yang dialami KTM di MotoGP saat ini dan mengatakan dia tidak akan menunggu seumur hidup untuk menjadi juara.
“Yah, bukan balapan yang aneh. Itu adalah balapan tanpa harapan,” katanya. “Sangat menyedihkan melihat Anda mencoba untuk menjadi sempurna dalam akselerasi dan mengubah arah dan menikung serta mencoba untuk menjadi dekat [dengan yang lain], kemudian kehilangan segalanya dalam akselerasi untuk hal yang jelas bahwa kami tidak memiliki jumlah grip yang dimiliki motor lain.”
Ketika ditanya apakah ia sekarang masih bersabar untuk menerima situasi, Acosta menjawab dengan lugas: “Saya tidak menerima dan saya tidak sabar. Itu saja. Kesempatan berlalu satu kali dalam hidup. Saya tidak akan menghabiskan seluruh hidup saya untuk menjadi juara dalam kejuaraan ini. Saya butuh bantuan dari pabrikan, itu saja.”
“Anda tetap muda sampai Anda tidak muda lagi. Banyak bintang dalam kejuaraan tumbuh begitu cepat dan menghilang dengan cepat. Freddie Spencer. Anda ingat? Ia memenangkan dua gelar, kemudian mengalami sesuatu dengan lengannya dan kemudian tidak pernah kembali dalam keadaan sama.”
“Pada akhirnya, bukan hanya saya sendiri yang mengalaminya. Anda melihat empat KTM keluar dari Q2 minggu ini dan berjuang keras akhir pekan ini. Kami butuh bantuan dari pabrikan. Sekarang saya berbicara tentang empat pembalap – bukan hanya saya.”
Seperti yang sudah kita sempat bicarakan di artikel sebelumnya Acosta sekali lagi menegaskan bahwa ia masih memiliki satu tahun lagi dalam kontraknya saat ini dengan KTM sampai akhir 2026. “Sangat percaya pada proyek ini. Tetapi akhir pekan ini saya berbicara cukup serius bahwa saya butuh bantuan,” katanya. Saya tidak ingin datang ke sini dengan KTM dan hanya menghabiskan bahan bakar. Saya ingin bersaing.”
“Dan hari ini saya mampu bersaing lebih atau kurang, sampai suatu waktu ketika saya berada di kelompok Marc [Marquez], Franco [Morbidelli], Jack [Miller] dan Alex [Marquez] dan saya tidak mampu bertarung.”
“Ini adalah hal yang membakar darah saya: berada begitu dekat dan tidak menangkapnya dan tidak mampu melakukannya, dan tidak peduli apa yang Anda lakukan karena itu tidak akan pernah terjadi.” – @tmcblog





Knpa pilih perpanjang kontrak balap kalo tabiat katiyem begitu
Mentalitas juara. Cocok kalo gabung sama Honda wkwkwk
Honda dah improve banget sih. Dikondisi grip hujan dan di Silverstone sudah bagus banget. Tinggal di trek licin macam aragon besok.
Sopo
Jiakakak
Kalo gak dapet seat Ducati, HRC aja noh Zarco bisa babk to back podium
Masuk Ducati ada kemungkinan Jurdun
btw jaman Freddie Spencer aktif balap emang dia udah lahir ya? untuk ukuran dia kayaknya kejauhan kalo ambil contoh Freddie Spencer.. 😆
ya bisa aja berdasar dari katanya, katanya, katanyaaaa..
Dia bisa membaca, dia bisa belajar tentang sejarah dan kejadian2 masa lalu yang tertulis.
di spanyol gak ada internet kah?
Mengetahui riwayat seseorang tidak harus lahir dijamannya..
Dia sekolah dan kamu tidak, jadi dia bisa berselancar di internet untuk membaca. Dan hasil bacaannya dijadikannya contoh.
VR46 gembira mendengar statement ini.
Yg paling down binder sih,bastinini malah ga berkembang samsek
kedatangan acosta, lgsg macam ga berhak ngedumel lagi dia klo underperform wkwk
Ente mengibaratkan orang yg kena cidera serius dgn situasi motor bosok yg ente alami saat ini,gak apple to apple apalagi Hodna NS500 termasuk gacor pada masanya
Dia tidak ingin hal buruk terjadi dan dia menghilang, dia masih muda dan tidak selamanya kan rerus muda. Kalo gini terus bisa2 belum bisa jurdun dia udah hilang momentum.
Malah g nangkep ini orang nama saru
Maksudnya apa aja bisa terjadi, misalnya apes, ya kaya fredie itu yg diambil contoh
Jadi mumpung blm kena apes di badan, dia ingin memanage sesuatu yg harusnya bisa dimanage…gitu loh
Saatnya Pedro ambil keputusan. Jadilah rider yg menentukan takdirnya sendiri. Contoh Marc Marquez. Dia pergi dari HRC ketika melihat ada motor yang jauh lebih baik dan bisa memberikan kans Juara Dunia lagi. Pergi bukan karena uang, tapi kesempatan Juara Dunia. Dan dia kini sedang mengejar impian itu.
Nah apakah Pedro bisa seperti itu ? Ketika melihat motor KTM sudah tidak bisa membantu, apakah berani tentukan takdirnya sendiri ? Kalo soal bakat, tidak perlu diragukan, hanya saja mungkin belum di tim yang tepat saja.
pergi ke pabrikan / tim dengan motor terbaik akan menambah kans menjadi champion, hal itu benar, kecuali buat si mbah legend #46
Sial, KTM lg krisis duit, dpt pembalap dgn bakat lumayan besar, tapi omongannya juga besar
Mungkin krn digaji kecil juga. Beda dgn Fabio tertatih2 di Yamaha tp gaji lumayan. Aplg di 2025 ini. Fantastis gajinya sama dgn Marc di HRC.
pun juga Taro omongannya besar kok, sejak perpanjang kontrak kmren aja lgsg melunak lisannya
Kasihan amat. Tahun lalu cukup garang dng Tech3, ditarik Facrory & disodori kontrak panjang mau. Ternyata ada isu finansial, lalu skrg performa.
Blm lg ada isu Martin/Aprilia, klo Pedro ikut²an, apa artinya kontrak skrg…
dia gak bisa ikut2an, karna dah “ngebachot” duluan
Melihat performa gp25 yang tidak sesempurna gp24, doi mungkin juga mikir-mikir.
Mendingan ke HRC aja. Performanya udah lumayan, dapet gaji yang mantap. Double win. Pakai rc213v kemungkinan dia bisa rajin nembus 5 besar.
dan masih kebagian jatah konsesi, ruang buat obrak abriknya masih besar. Dibanding ducati yang susah mw ngapangapain karna efek konsesi ini.
ini sepertinya kerjaan dari managernya si albert valera ….hrc tertarik ke acosta di alihkan lah ke martin karena ada celah klausul ,,,,tapi menimbulkan keramaian hukum dan aprillia menolak …akhirnya di kembalikan lagi nih sama si albert valera ke topik awal yaitu acosta keluar ktm
Dari sini keliatan kalo MM rider yang paling sabar dan sudah ngasih waktu buat Onda untuk berubah, tapi akhirnya tetep pisah karena kurang gebrakan dari Onda.
sya termasuk yg nunggu rcv214
Padahal line up 4 pembalap Kteeem ini paling mengerikan, tapi krisis di mabes tidak bisa tidak nyampe juga ke padok
Acosta kasih ultimate
yg gak ada cooldown nya
Kalo saranku sih fokuslah untuk menjadi yang terbaik di pabrikan yang kau bela saat ini! itu akan menaikkan citra dan nilai jualmu, ketika kontrakmu akan habis kau bisa dengan bebas memilih pabrikan mana yang menurutmu bisa mengantarkanmu jadi juara dunia. Kalo sekarang sih saya lihat skillmu ga terlalu mencolok dibanding rekan2mu sepabrikan.