TMCBLOG.com – Saat seremoni podium Sprint Race MotoGP Mugello 2025, Davide Tardozzi tertangkap kamera DAZN sedang mencaci-maki penggemar yang mencemooh sosok Marc Maruez dari grandstand setelah Marc Marquez memenangi balap Sprint. Ini ditengarai masih ada hubungan dengan perselisihan Marc Marquez dan Valentino Rossi selama musim 2015 ketika Rossi menuduh pembalap Spanyol itu menyabotase harapannya untuk meraih gelar Juara Dunia.
¡QUÉ IMAGEN! 😮
Davide Tardozzi mandando callar a los ‘Tiffosi’ que abucheaban a Marc Márquez tras ganar la sprint en Mugello 🤫#ItalianGP 🇮🇹 #MotoGP 🏁 pic.twitter.com/ATTxd7MHOj
— DAZN España (@DAZN_ES) June 21, 2025
Menurut Tardozzi kepada Sky Sports Italia, prilaku ini termasuk karakter “tidak sportif” dari fans. Ia juga mendesak fans untuk melupakan tahun 2015 dan agar Rossi dan Marquez move on dan melupakan perseteruan mereka.
“Saya pikir perilaku tidak sportif tidak lagi dibenarkan jika dikaitkan dengan kejadian 10 tahun lalu,” kata Tardozzi kepada Sky. “Sudah waktunya untuk membalik halaman dan menatap masa depan, terutama untuk Marc dan Valentino, dan untuk mengirim pesan positif.”
“Kemarin, Marc menjalani balapan yang luar biasa. Saya sangat berterima kasih kepada mereka yang berteriak ‘Pecco, Pecco [untuk Pecco Bagnaia yang berada di posisi ketiga]’, meskipun kami tidak menang.”
“Tetapi Bagnaia tetap menjalani balapan yang bagus dan finis ketiga. Jika Anda tidak menyukai Marc, jangan bertepuk tangan, tetapi menurut saya bersiul sama sekali tidak sportif. Saya tidak ingin kembali ke insiden 10 tahun lalu, yang salah siapa: bagi saya, ini 50/50.”
“Tetapi setelah sekian lama, dua Juara super seperti Vale dan Marc harus menatap ke depan dan saya ingin mereka berjabat tangan, karena masa lalu tidak bisa diubah lagi.”
Pasca Race Grand Prix Mugello, Tardozzi pun kembali menjelaskan mengenai apa yang ia lakukan di podium Sprint. “Ketika Anda memiliki tribun, di mana separuh orang mengenakan pakaian merah, saya percaya bahwa seorang pembalap yang mengenakan pakaian merah yang baru saja memenangkan perlombaan harus diberi tepuk tangan.”
“Bahkan ketika ia (Marc) berada di Honda, dan saya mendengar ejekan terhadap Marc, saya selalu mengatakan bahwa tidak benar untuk mencemooh, karena itu tidak benar. Saya tidak melakukannya sekarang karena ia membalap untuk Ducati, tetapi karena itu tidak benar. Saya ingin menambahkan satu hal lagi.”



Kapan nih Vale terjun langsung mimpin tim VR|46? Kek nya seru klo dia selalu hadir si Paddock GP sebagai boss tim
Mungkin munggu mm pensiun
Dan ejekan saat selebrasi sprint di balas dgn kemenangan telak di main race . Dalam hati march pasti Puaaaasssss
Sebenarnya kalau yang diidolakan mengeluarkan statement, “Tolong kepada fans saya jangan ada lagi booing ke Marc Marquez”. Gitu mungkin bisa lebih adem, tapi sepertinya tidak akan ada statement seperti itu.
Agar tidak mengulang insiden di dunia tenis putri awal tahun 1990-an, saat fans berat Steffi Graf menusukkan belati ke tubuh Monica Sales yg saat itu menjadi petenis putri no 1 dunia menggeser posisi Steffi Graf.
Sejak insiden penusukan itu Monica Seles absen hingga sekitar 2 tahunan, saat kembali ke tenis dia sudah kehilangan kemampuan terbaiknya, meredup lalu hilang dari tennis.
Steffi Graf juga tidak mau menang dan memilih menyerahkan kemenangan buat Monica Seles sebagai bentuk solidaritas dan kekecewaannya akibat ulah fans beratnya yg sudah di luar batas.
Yg saya tahu, banyak fans berat VR46 yg tidak malu-malu lagi di medsos, mengikuti dan memonitor kejuaraan balap motoGP hanya untuk berharap dan melihat MM93 jatuh, dlosor dan celaka.
Mereka terus mencari dan mendukung pembalap potensial yg di rasa bisa menjadi batu sandungan MM93.
Jaitoe pedro angosta
Admin grup Grand Prix indo aja rata rata ke Rossi nyinyir ke Marquez, paling ke ciri pas masih di endorse judi, tapi koar koar respect all riders pret lah tai kucing wkwkwk…
Rossi nunggu kemenangan 10x marc baru dia mau menerima hidayah wkwkwk
Tp asli malu2in banget fans itali ini
Tp yg gw heran marc bisa2nya mentalnya kuat banget d cemooh gt, bener2 ga dhargai
makin di-boo makin gacor, alias tindakan begini gak ngaruh apapun ke Marc.. malah yg ada nambah motivasi buat menang.. kita lihat di Misano apakah akan terjadi kejadian yg sama wkwkwk..
Marc ga suka perang mic, tapi pembuktian di lintasan
Diejek makin gacor, itulah Marc Marquez.
Heran, Vale sudah pindah kejuaraan fans-nya masih suka menyakiti orang lain, apa maunya.
Yha rossi nya juga memang gamau “mengkondisikan” anggotanya buat diem toh, ya gak bakalan diem.
MM mah bomat
Tifosi perrari sepertinya lebih dewasa, verstappen menang di imola kemarin dikasih yell yell “verstappen DU DU DU DU DU”
Ada beberapa kemungkinan solusi untuk situasi ini:
1. Rossi bilang ke fans-nya untuk berhenti ‘booing’ Marc, dan menyambut uluran tangan Marc berjabat tangan, berdamai dengan semua yang telah terjadi, tutup buku. Marc sudah dua kali mengulurkan tangannya, dua kali ditolak.
2. Fans Rossi menjadi lebih dewasa, tidak perlu terus terbawa dengan perseteruan Rossi-Marc, boleh tidak suka, boleh tidak support, tapi apa iya sampai ‘booing’ dan bahkan tepuk tangan ketika pembalap lain crash?
Sejauh ini dua kemungkinan di atas terlihat ‘mustahil’, tapi never say never, bisa jadi kemungkinan 1 butuh momen khusus, misal ketika Marc bisa menyamai 9 kali world Championship nya Rossi. Untuk kemungkinan 2, berdamai dengan keadaan jauh lebih nyaman, bisa lebih menikmati balapan, whoever wins the race. Pesan ini disampaikan dari seorang fans MU sejak 1990 kepada fans Rossi yang masih terbawa perseteruan; bagi yang sudah berdamai, kalian keren.
karakter fans cerminan karakter idolanya.
dari caranya ngomong saya tau banget busuknya sifat rossi. seperti busuknya pejabat di negeri ini
Kl menyamai rekor rossi aja fans nya bakalan kesal apalagi melewati…
nah ini wkwkwkwkkw
Sejak 90 udh fans MU. Ajib..
Asumsi Kalau tahun 90 udah usia 7 thn.
Skrng Udah kepala 4 brarti
Iya bang, dulu mulai kenal dan ngefans MU ketika final FA Cup lawan Crystal Palace (1990). Sekarang udah 10 tahun lebih nih MU gak juara EPL, babak belur malah tahun-tahun terakhir. Awalnya sering bad mood tiap kali lihat/denger MU kalah, akhirnya bisa berdamai dengan keadaan (mungkin saking seringnya kali ya wkwkwk). Tetap ngefans MU, tapi ya sudahlah, gak usah berharap banyak (dulu), nikmatin posisi di bawah aja sambil (terus) berharap besok-besok bisa kompetitif lagi.
Tardi marah karena yg diejek adalah orang ducati pake atribut ducati reprentasi ducati
apalagi ducati itu representasi italy
Bahkan ketika ia ( Marc ) berada di Honda, dan saya mendengar ejekan terhadap Marc, saya selalu mengatakan bahwa tidak benar untuk mencemooh, karena itu tidak benar. Saya tidak melakukannya sekarang karena ia membalap untuk Ducati, tetapi karena itu tidak benar.
Marc emg mental nya daridulu udah tebel. Diajak perang mic ga ngaruh, di ganggu fans nya juga ga ngaruh. Coba di masa depan bakal ada lagi engga yg kaya gini
solusinya ada 2 hal
1.rossi legowo dan ambil garda didepan agar fans italia tidak lagi melakukan tindakan tidak baik seperti itu.dan mengajak fans moveon
2.marq secara terbuka mengakui bhwa yg dia lakukan di2015 mencedrai sportifitas motogp,dan agar kedepanya tidak ada lagi kejadian serupa
No. 2 ga salah om?
Mungkin MM mau mengakui jika rosi yang duluan ngomong, karena apa yang MM lakukan reaksi dari yang rosi lakukan saat itu…
Seandainya saja dulu sebelom race terakhir di Valencia rosi mau mengakui kesalahan dan minta maaf secara terbuka, mungkin ga akan sampai kayak gini dan bisa saja malah MM membantunya meraih gelar ke 10 dengan mengganggu lorenzo..
Dalam sepak bola ada yg namanya rivalitas antar klub yg sangat panas, namun di lapangan tetap sportif.
Lihat rivalitas Real Madrid vs Barcelona, AC Milan vs Inter Milan, MU vs Liverpool, Boca Junior vs Riverplate, Brazil vs Argentina, hingga Persija vs Persib, PSIS vs Persebaya, dll.
Wajar saja, walau salah satu klub sedang terpuruk, namun semangat perlawanan bisa berlipat-lipat dan mati-matian saat bertemu klub rivalnya.
Memangnya bisa misalkan Real Madrid menjelang final Liga Champions vs AC Milan bisa berpesan pada Barcelona agar mengalah atau minimal main santai saat jumpa Real Madrid di pertandingan Liga, agar kondisi pemain Real Madrid tidak kecapekan ?
No 2 gak salah om??
Trus apaan tuh pas anak2 padepokan ngroyok Taro & Martin pas rebutan jurdun sm Pecco??
Ampun dah
Hah beneran yang nomer 2 gitu!
Masih belum move on om???😁
No 2 ga salah? Masalahnya rossi tu nuduh marq hanya karna ngejar menang di philips island 2015 😭 padal dia nyalip lorenzo, tpi malah di tuduh bantu lorenzo😭. Ya dongkol domg marq… Btw di dokumenter ALL IN Marq, pedrosa pun ngomong dia heran atas pernyataan rossi pas philips island, bener2 aneh
Nah ini yang ane suka. Motogp harus ada drama biar ada topik buat jadi judul berita.
Tapi ya mosssooo dramanya masih melibatkan yang udah pensiun?
Kan yang menciptakan drama lebay di motogp kan yang udah pensiun itu..
Pengen rasanya liat di sirkuit semua pake Ducati ..wakakakaka..biar ketaker tuh skill
Italian engineering emang ngga ada obat deh
Solusi terbaik adalah mencoret kalender GP italy baik itu di Mugello or Misano selamanya..
Sakitnya tuh disini,,,kata rossi wkwkwkwk
Sekali mang enci tetap mang enci..
meburut saya, senjata paling kuat rossi adalah mindgame/perang psikis.
sy pribadi bru “bangun” dari terkesima dgn rossi stelah kasus stoner.
krna kasus itulah sy jd mengingat2 kejadian duli, tiap ada pembalap yg bisa mendekati/bisa menggangu dlm perebutan juara, maka rossi akan bermain psikis ke pembalap lawan.
nah apesnya, rosi kena getahnya pas lawan marquez, krn tdk disadari mental marquez beda. tdk peduli dgn dunia motogp musuh, tetep saja tdk down.
Dan marc ga suka ngebully rider lain, ya kalau ada ya jauh tingkatnya di bawah rossi
Jadi ya musuhnya cuma fans padepokan
Iya. Rossi dan fans pasti kepedean mikir “ah nanti 2016 up marq akan down / kena karma” ehhhh malah quatrickk jurdun 😭. Dan mereka bilang cedera 2020 karna karma, karma kok dikasi jurdun 2016-2019
Bahkan opa tardozzi pasti juga keberatan untuk nomor 2, bahwa yg benar kesalahan ada di vale dan marc. (Baca topik diatas).
Konteks permasalahannya pure rivalitas, memulai perang kata2 pada media dilanjut berseteru di lintasan