TMCBLOG.com – Di 12 seri pertama tahun ini, Ducati hampir menyapu bersih MotoGP. Mereka akan mengincar kemenangan Grand Prix ke-sepuluh mereka musim ini dan kemenangan kedua belas mereka dalam Sprint Race di Austria. Direktur Teknik Ducati Corse – Gigi Dall’Igna – memberikan wawancara kepada Motosprint di mana ia mengakui bahwa tahun ini ia memiliki duo pembalap terbaik yang pernah dimiliki Ducati.
“Saya suka menang, itulah mengapa saya di sini dan itulah mengapa saya akan bertahan untuk sementara waktu,” kata Dall’Igna membuka penjelasan. “Tentu saja, Anda selalu menginginkan lebih. Dan bagus untuk memasuki balapan dengan sikap ambisius dan positif. Ketika segalanya berjalan baik, semuanya tampak mudah, tetapi kenyataannya tidak sama sekali.”
“Itulah mengapa saya punya motto: Saya suka menang, bukan menang karena hasrat. Menang karena hasrat membuat Anda tidak populer, dan saya rasa kami tidak akan terlihat seperti itu di mata media, publik, dan pakar industri.”
Tim Bologna memiliki tim elit tahun ini yang dengan kedua pembalapnya mengoleksi total 9 gelar Juara Dunia di kelas primer MotoGP. Marc Marquez yang walaupun terlihat low profile, jelas sekali terlihat bertekad untuk tidak menyisakan ruang untuk perdebatan tentang siapa yang terbaik dalam sejarah, dan Francesco Bagnaia, yang dua gelar MotoGP-nya tak tergantikan meskipun tahun ini butuh kerja keras.
“Saya akui: ini adalah tim Ducati paling hebat dalam sejarah, terdiri dari dua talenta seperti Marc Marquez dan Pecco Bagnaia. Saya dulu menyebut kami ‘Tim Impian’, ingat? Ini adalah tim yang telah memenangkan 11 kejuaraan dunia; Ducati tidak pernah memiliki sebanyak ini.”
Namun Dall’Igna dan timnya tidak puas hanya dengan menyapu bersih papan klasemen karena ada satu bagian yang tidak sesuai dengan teka-teki: Bagnaia. Penurunannya dibandingkan musim-musim sebelumnya terlihat jelas dan ini lah yang sangat mungkin menjadi pengganjal Dall’Igna untuk merasa bahwa ia belum 100% puas di 12 seri ke belakang.
“Jika saya bilang puas, saya bohong. Dalam olahraga ini, Anda tidak akan pernah puas, bahkan mungkin setelah mencapai tujuan. Masih ada jalan panjang hingga akhir kejuaraan dunia, tetapi saya dapat mengatakan bahwa kami telah memulai dengan sangat baik bersama sebagian anggota tim, sementara sisanya dapat ditingkatkan, meskipun hasil dibandingkan musim lalu menunjukkan peningkatan yang signifikan.”
“Kami berupaya memberikan kedua pembalap kami kesempatan terbaik, tentu saja dengan tujuan bersaing memperebutkan gelar juara dunia bersama mereka.” Walaupun secara matematis masih ada peluang, bersaing di kejuaraan tampaknya sudah mustahil bagi Bagnaia di sisa 10 seri tahun ini. Namun di balapan berikutnya ia akan memiliki kesempatan lagi untuk menemukan kembali performa terbaiknya. – @tmcblog




mau sehebat apapun pembalapnya, kalo ban michelin masih “ghoib” karakternya, yaaa seperti yg sudah2… performa diluar prediksi BMKG, sebelum start coba deh mekaniknya tukeran ban. eekekekekek.
Ide gilanya disimpan aja bro.. kelihatan jaka sembung nya
Fans padepokan mulai nyalahin ban. Inget mbah dulu juga pake ban ghoib…
Semua pembalap sudah kasih pendapat kalo Michelin sudah semakin bagus, liat aja laptime terus pecah musim ini. Jangan-jangan ini orang gak nonton motogp lagi 🤣
Atau mungkin dia dari pabrikan ban sebelah.
Wkwk
Wah roman2nya 2026 bakal pakai spek 2024 nih, biar pecco bisa ‘ngimbangin’ marc, who knows
duluuu…dua japanese( FBY & FBH) menang teruus…juara teruuss…gak banyak cincong..hehe..baru 4 tahun mau jurdun kok..dah kemana mana..haha tim impian..haduuh tapi wajar sih..semua di untungkan regulasi dan tetek bengek dorna..haha coba lepas semua aturan itu…apakah motor celenk bisa juara..???
Paling hebat dari sisi CV rider masing-masing. Semoga juga disahkan dengan Marc Juara Dunia 2025. Dari segi poin sih, Marc sudah bisa rileks membalapnya, tidak perlu ambil risiko terlalu besar jika tidak bisa P1. Apalagi sampai jadi cedera, repot karena perjalanan masih panjang untuk memecahkan rekor kemenangan race Rossi.
Namun jika performa dan pendekatannya sama serta fokus di tiap seri, mungkin rekor kemenangan Rossi bahkan tahun depan bisa pecah, tidak hanya Juara Dunia saja.
Tim Paling Hebat dalam Sejarah Ducati … SETUJU. Bahkan Rossi pun tidak bisa melakukannya ketika di Ducati dulu. Paling hebat krn Marc sekarang berbeda dengan ketika di HRC. Itu yg membuat Gigi Dall’Igna yakin. Krn Marc sekarang bukan pelan tapi pasti, namun CEPAT TAPI PASTI !!!
Mengatakan peco performa turun faktanya dengan kalo gak salah hitung dengan jumlah race yg sama,poin peco saat ini masih lebih bagus dari musim kemarin