TMCBLOG.com- Di Catalunya boss Ducati Corse – Gigi Dall’Igna – berbicara tentang tandem Marc Marquez, Pecco Bagnaia, dan masalah utamanya musim 2025 ini sampai seri ke-15. Seperti kita ketahui, setelah kemenangan sprint Marc Marquez pada hari Sabtu di Barcelona, Ducati resmi menjadi Juara Dunia konstruktor MotoGP 2025.
Ada tiga pembalap berkontribusi atas poin manufaktur Ducati, namun dari ketiganya, Marc Marquez telah mencetak poin terbanyak sementara Francesco “Pecco” Bagnaia mengalami masa-masa yang relatif sulit sepanjang musim, diperparah juga dimana ia mengalami kesulitan besar akhir-akhir ini, terutama di Spielberg dan Balaton Park, dan sejauh ini juga di Circuit de Catalunya.
Di Barcelona, ia tampak lesu dan putus asa, hanya finis di posisi ke-21 dalam kualifikasi. Ia akhirnya finis di posisi ke-14 dalam sprint, tetapi ia diuntungkan terutama oleh banyaknya pembalap yang DNF. General Manager Ducati Corse, Gigi Dall’Igna, menjelaskan di Barcelona: “Pecco tidak memiliki feeling yang sama terhadap motornya seperti tahun lalu. Saya pikir itulah masalah utama mengapa performanya tidak sebaik tahun lalu. Kami sedang memperbaikinya.”

Dan ia menekankan: “Kami percaya padanya, dan dia percaya pada kami. Saya bisa berjanji bahwa kami akan melakukan yang terbaik untuk meningkatkan performa Pecco, untuk mengembalikan feeling yang sama seperti tahun lalu, dan jika memungkinkan, bahkan lebih baik. Kita semua manusia. Kita semua terkadang tidak tampil seperti yang diharapkan. Terkadang memang seperti itu.”
Dall’Igna: “Melihat pebalap penting seperti Pecco dengan masalah besar seperti itu jelas tidak membuat saya senang. Kami berusaha meningkatkan performanya.”
Gigi kemudian menegaskan kembali: “Kami percaya pada Pecco, dan Pecco percaya pada kami. Itu yang terpenting. Dia pembalap penting bagi Ducati karena dia membantu kami membawa kembali gelar Juara Dunia ke Ducati. Dia telah memenangkan dua gelar berturut-turut. Dia mungkin pembalap terpenting bagi Ducati setelah Stoner. Kami membantunya kembali. Itulah tujuan saya untuk masa depan.
“Ini motor balap, jadi ada berbagai versi karena setiap pembalap bisa memilih apa yang mereka sukai, baik dari segi pengaturan maupun komponen. Di awal tahun, kami tidak ingin mengambil terlalu banyak risiko, jadi Ducati 2025 merupakan evolusi dari 2024, bahkan bukan evolusi, melainkan serangkaian komponen yang mengubah GP24 menjadi GP25. Mesinnya sedikit berbeda, tetapi perbedaannya lebih pada keandalan, bukan performa. Motornya sedikit berbeda karena kami memperkenalkan beberapa hal baru, seperti aerodinamika, tetapi itu tidak ada hubungannya dengan apa yang kami lakukan dari 2023 hingga 2024. Perbedaannya sangat kecil, itulah kenyataannya.”
Ketika Gigi ditanya apakah ia lebih senang dengan performa Marquez atau lebih khawatir dengan kesulitan yang dialami Bagnaia, Gigi menjawab “Keduanya. Saya senang dengan apa yang dilakukan Marquez dan, di saat yang sama, melihat pebalap penting seperti Pecco berjuang begitu keras tidak membuat saya senang. Kami telah mencoba dan akan terus berusaha meningkatkan performanya.”
Ketika ia ditanya apakah menurutnya masalah Pecco murni teknis, Gigi merespon “Semua hal yang memengaruhi orang tidak pernah semata-mata teknis. Anda pasti harus mengajukan berbagai argumen dan kami akan membuktikannya.Sementara untuk Marc, Kami sedikit mengubah pengaturannya selama tes Aragon dan sekarang dia sangat senang dengan motornya. Dia terus menggunakan pengaturan yang sangat mirip, tetapi dia memiliki kepercayaan diri yang tinggi, seperti yang Anda lihat.”
Ketika ditanya ketika Gigi menginginkan Marc di tim pabrikan, apakah ia mengira bahwa hasil nya akan seperti ini, Gigi menjawab “Kami memilih Marc tahun lalu di Mugello karena kami pikir, bersama Pecco, dia adalah salah satu dari dua pembalap terbaik di grid. Tentu saja, apa yang kami lihat di paruh pertama musim lalu penting dalam pengambilan keputusan. Begitu pula dengan sikapnya, karena dia telah memilih untuk merelakan banyak uang dengan tetap di Honda demi bergabung dengan kami. Kami senang dan masih senang dengan pilihan kami.”
Terakhir Gigi menjelaskan seberapa penting gelar Juara Manufaktur 2025 ini bagi Ducati “Sebagai pabrikan, kami sangat mementingkan gelar ini. Kami membuat sepeda motor dan itu menunjukkan betapa hebatnya kami dalam hal itu, seberapa banyak teknologi yang dapat kami kembangkan. Bagi pabrikan, gelar ini lebih penting daripada gelar juara pembalap, yang lebih penting bagi publik.” – @tmcblog




Emang bener Pecco juara dunia pertama Ducati setelah Stoner tapi sepertinya konteks 2022 dan 2007 itu sangat berbeda.
Kalau ane mikirnya tetap ada yang aneh untuk ducati 2025 ini. Bayangkan, di 2023 dan 2024 semua rider ducati high perfomance sampe² kita bilang ducati cup. Sedangkan 2025, hanya Marquez brothers yg perform. Lainnya tidak stabil. Antara ducati yang jeblok atau pabrikan lain yg berbenah.
Yg pasti bukan danantara
Bukan ducati yg makin jelek bang, tapi pabrikan lain makin dekat, ingat pabrikn KTM, Aprilia berada d konsesi C dan Honda, Yamaha berada d konsesi D..jd mereka bebas mengembangkan motor dan mengetes motor sesuai konsesinya..,beda sama ducati (konsesi A) td bisa mngmbgkan dan mengetes motor sebebas C dan D
tp jangan lupakan juga.. pabrikan lain sangat cepat berkembangnya..ada yg krn konsesi dll.. Ducati di 25 hanya lbih cepat dkit, bahkan bbrp sirkuit stagnan.. tp pabrikan lain lebih cepat dr thn sebelumnya.. mrk mulai bs menempel.. kl saja MM tdk diducati taun ini bs jd malah rame rebutan pemenangnya
Terpenting = juara dunia.
Haters = haters, mau di jelasin pake data12 tikungan juga percuma, logika nya ga jalan.
2 haters detecred 😁
Satu kandang sama Marquez yaa kena mental
Gitu aja mindsetnya
Faktanya Pedrosa remuk dikandangi sama Marquez padahal lebih senior dan lebih diprioritaskan, tapi di hantam juara dunia oleh Rookie 2013, setelah Repsol Honda MotoGP nunggu bertahun-tahun dengan joki Pedrosa.
lorenzo juga gk bisa banyak omong setelah kalah sama marc di atas motor yg sama. gw yakin kalo vale sekandang juga kena jait tu congornya.
Ducati mau bilang kecewa ke Bagnaia tapi gak enak wkwkwkk..
Pecco Cuma pembalap medioker yg ketolong motor…fakta kok,dengan GP24 factory aja gak mampu mengalahkan GP24 satelit… Dengan perubahan sedikit aja dari gp24 ke gp25 dah kena mental, apalagi pindah pabrikan…. Valeban aja terlalu mengagung-agungkan pecco…
Kalau taon depan peco tidak perform lagi, bisa² taon 2027 dilengser oleh alex atau fermin
Sspertinya tidak akan pernah ada dua Marquez bersamaan di tim ducati pabrikan.
logisnya mungkin pindah pabrikan mungkin ke aprilia atau honda
Kayaknya ducati tetap inginkan seorang pembalap italia di tim utamanya, masak spanyol semua.
ducati iya, yg punya duit blm tentu.
Udah pecco pindah aja ke yamaha
Biar pengembangan motor diambil alih marc
Yg aneh adalah kenapa pecco terlihat sangat kesulitan mengendalikan gp25?
Sampai2 late brake yg biasa jadi kekuatannya seakan menghilang.
Kemarin ngerem di tikungan 1 Catalan sampe ngesot gak terkendali, bahkan segitu ngoyonya hanya untuk menghadang gempuran Ogura.
Jelas ada yg gak beres…tapi apakah itu?