Kunci Fermin Aldeguer Jadi Ducati Tercepat di MotoGP Mandalika 2025

TMCBLOG.com – Di vlog pasca Mandalika 2025, kita sudah sama sama lihat data bahwa pace Fermin Aldeguer benar-benar luar biasa. Terlepas dari DNF-nya Marco Bezzecchi setelah clash dengan Marc Marquez di lap pertama, secara umum Aldeguer menorehkan 11 lap dengan pace 1:30-an dimana 10 di antara ia lakukan secara beruntun. Nggak ada pembalap lain yang bisa melakukan hal ini di Mandalika kemarin sehingga memang layak Fermin Aldeguer memenangkan balapan dan membuat Frankie Charcedi menorehkan catatan kemenangan dengan 4 pembalap berbeda yang ia tangani di MotoGP (Joan Mir, Fabio Diggia, Marc Marquez dan Fermin). Kenapa Fermin Aldeguer bisa begitu cepat?

Hal yang paling utama adalah karena karakter balapanya ternyata pas dengan Mandalika. Terutama di sektor cepat seperti antara T3 sampai T9 yang flowing flip flop dan juga antara T11 sampai T15 yang banyak menyajikan speed corner dikombinasi dengan badan trek yang lebar. Artinya, Fermin Aldeguer berhasil memberikan tontonan bagaimana bisa sangat kencang di speed corner dan tikungan mengalir dengan Ducati Desmosedici.

Aldeguer mencatatkan waktu rata-rata 0,312 detik lebih cepat daripada rekan setimnya, Alex Marquez, yang mengendarai motor Gresini yang sama yakni GP24. “Ia mampu melaju dengan kecepatan tinggi di tikungan,” ujar Alex Marquez, yang mengaku melihat dan menggunakan data Aldeguer untuk setup balapan kemarin.

“Jadi, saya pikir cara berkendara alaminya sangat sempurna untuk trek ini dan khususnya ia lebih baik daripada pembalap Ducati lainnya di trek ini dalam hal berkendara. Jadi, ia membuat perbedaan. Motornya cukup mirip dengan motor kami dalam hal set-up. Jadi, ia melakukan pekerjaan yang lebih baik daripada kami. Ia mampu berkendara dengan sangat bebas.”

Karkas ban belakang yang lebih kaku yang dibawa ke Indonesia adalah sesuatu yang disinyalir juga menjadi variabel keunggulan Aldeguer. Bicara soal karkas ban belakang yang lebih kaku, sebelumnya ban dengan knstruksi yang sama Pernah digunakan di Grand Prix Austria, di mana Fermin Aldeguer finis kedua. See? Dapat kan koneksinya?

Para pembalap Ducati lainnya kesulitan melaju kencang saat keluar tikungan. Marc Marquez bilang, side-slide yang biasanya bagus, di Mandalika kurang mendapatkan support grip dari ‘kerjasama karet ban dan aspal sirkuit.’ Kesulitan ini tidak hadir di Fermin Aldeguer dimana ia mengatasi hal ini berkat gaya balapnya yang mengalir.

Selain itu, Fermin ditengarai mampu mempertahankan bannya lebih lama. Di Austria, Marc Marquez berkomentar bahwa tidak ada pembalap Ducati yang sebaik Aldeguer dalam hal merawat ban . . Mirip Bastianini dong?

3 COMMENTS

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP