Bezzecchi Makin Dekat Rengkuh Posisi Tiga Klasemen MotoGP 2025

TMCBLOG.com – Marco Bezzecchi yang gigih meraih kemenangan dominan di Portimao, kemenangan keduanya musim ini dan di Grand Prix bersama Aprilia, mengamankan posisi ketiga klasemen berkat kecelakaan tragis Pecco Bagnaia. Podium juga berpihak pada Alex Marquez, yang berhasil menahan Pedro Acosta di etape-etape akhir—tiga pembalap yang sudah menjadi bintang Sprint sebelumnya.

Dan dengan dikombinasikan dengan hasil finish P3 pada Sprint, Ia dan Alex Marquez menjadi dua pembalap dengan raihan poin terbanyak pada race weekend Portugal dengan 232 poin.

Dan ini membuat jaraknya dengan Bagnaia yang crash di balapan Grand Prix dan hanya meraih 2 poin di balapan Sprint Portimao mengembang jadi 35 poin. Butuh lebih besar dari 37 poin untuk bisa terkonfirmasi di posisi tiga klasemen akhir MotoGP 2025 pasca Portimao dan memang belum bisa dipenuhi oleh Bezzecchi.

Namun ketika di Valencia akhir pekan ini, pekerjaan Bezzecchi harusnya lebih mudah untuk meraih konfirmasi ini. Untuk bisa mengkonfirmasi pasca Sprint race Valencia nanti jarak Bezzecchi dan Bagnaia harus lebih besar dari 25 poin, yang artinya, Bezz nggak boleh kalah 10 poin dalam perolehan poin di Sprint Valencia.

Dari sisi Bagnaia sendiri, jika ingin menunda persaingan sampai balapan Grand Prix, maka mau nggak mau Bagnaia harus memenangkan balapan Sprint nantinya (12 poin) dan berharap Bezz hanya meraih maksimum 2 poin saja dari balapan pendek tersebut. – @tmcblog

16 COMMENTS

  1. Kelihatan banget mm93 yang ngegendong Ducati factory. Acosta harus direkrut andai mm93 pensiun atau pindah tim.

    • data-nya seperti itu yak
      dng motor sekarang misal mm93 di april atau ketiem kayaknya juga bisa berjaban di barisan depan

    • Bro, Ducati tanpa Marquez 2020-2024 baik2 saja bahkan jurdun 3x (1x satelite), kok bs dblg Ducati digendong Marc cm gegara 1musim ini..

  2. terlihat duk tertinggal jauh di race ini dan terlihat April sudah bukan motor kelas 2 terlihat progressnya sangat pesat. tapi rivola berkata : “Bezechi memang spesial , tapi untuk mengalahkan marc , kami tidak bisa berhenti disini ” ..gigi perlu marc untuk final era battle di 2026…garasi faktori duk agak lesu kangen percikan api marc

  3. Setelah melihat ini apakah gigi masih percaya dimasa depan sm skill dan bakat peco? Fakta jelas didepan mata dan terlihat peco ternyata selama ini tertolong murni motor nya yg superior

  4. Parah, performa Pecco jelek banget. Kalo Marc gak lanjut 2027, Duc harus ganti total itu rider factory. Pecco gak ada harapan, sedangkan dari sekarang ini sampe 2027 belum tentu motor Duc yang paling bagus di grid.

  5. Bezzecchi mungkin kalah gelar dgn Pecco, tapi soal bakat, murid padepokan Rossi ini sama berbakatnya dgn Pecco, hanya kurang beruntung aja waktu itu. Kini Bezzecchi sangat gigih, kelihatan usahanya maksimal, tidak seperti Pecco yg banyak mengeluh.

    Waktu itu Juara Dunia MotoGP jangan-jangan faktor motor yg memang sangat kompetitif sekali. Giliran ada rider seperti Martin, malah kalah. Apalagi ada rider seperti Marc.

    Tapi kini Marc absen, tidak ada bedanya tetap semakin di belakang. Alex dan Bezzecchi memang pantas sesuai dgn usahanya. Namun sejelek-jeleknya tim merah, paling jelek Pecco aja masih ranking 4. Membingungkan emang, motornya rusak / kurang optimal di mananya sih ?

  6. Peco kalah dari markes itu bagi dia seperti kena pukul Tyson…
    Walau masih bisa sadar tapi tetap linglung..
    Kasihan peco

  7. Dripda ngincer p3 lebih baik fokus mempertahankan p4 dari terkaman baby bocah hiu dgn sasis kandang pitekny

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP