TMCBLOG.com – Bro sekalian, kali ini kita kedatangan kabar yang benar-benar out of the box dari Iwata! Yamaha, melalui serangkaian aplikasi paten di Jepang, sedang mengeksplorasi sebuah konsep yang bisa jadi akan mengubah cara kita memandang knalpot motor sport di masa depan. Bukan sekadar urusan suara atau flow gas buang, Yamaha ingin menjadikan knalpot sebagai sumber dorongan (thrust) yang bisa dialihkan untuk meningkatkan handling motor! Gila kan?
Inti Idenya: Knalpot dengan Katup Pengalih Arah (Valved Exhaust)
Secara konsep, ide Yamaha ini sangat teknikal namun sederhana: menggunakan katup kupu-kupu (butterfly valve) di dalam sistem knalpot untuk mengarahkan aliran gas buang ke beberapa outlet berbeda, tergantung kebutuhan motor saat itu.
Paten ini digambarkan menggunakan basis Yamaha MT-07, tetapi jelas tujuannya adalah motor performa tinggi, terutama untuk penggunaan di trek balap. Ada dua paten utama yang fokus pada fungsi berbeda:
1. Paten Anti-Wheelie: Menekan Roda Depan dengan Dorongan Knalpot!
Mekanisme:
-
Pemisahan Outlet: Knalpot dibagi dua: satu pipa besar berposisi rendah (untuk power maksimal dan flow bebas hambatan) dan satu pipa lebih kecil dan lebih tinggi, dimiringkan ke atas.
-
Fungsi Katup: Saat sistem diaktifkan (misalnya saat akselerasi penuh), katup akan mengalihkan sebagian gas buang ke pipa yang lebih kecil dan tinggi.
-
Efek Dorongan: Diameter yang lebih kecil di pipa tinggi ini akan meningkatkan kecepatan gas buang (thrust). Karena posisinya yang tinggi dan sudutnya ke atas, dorongan ini menciptakan momen rotasi yang membantu menekan roda depan ke aspal.
Analisis TMCBlog:
Saat kita berakselerasi kencang, tenaga mesin seringkali dibatasi oleh traksi dan wheelie (roda depan terangkat). Ngapain punya power besar kalau tidak bisa disalurkan?
Yamaha mengorbankan sedikit power mesin (karena flow gas dibatasi diameter kecil) untuk mendapatkan thrust ke bawah yang mengatasi wheelie. Ketika kecepatan sudah tinggi dan wheelie bukan masalah, katup akan mengalihkannya kembali ke pipa besar untuk power maksimal.
Ini menjelaskan kenapa banyak motor MotoGP/WSBK menggunakan knalpot tinggi di bawah jok! Efek anti-wheelie secara tidak langsung mungkin sudah terjadi, dan Yamaha ingin membuatnya bisa diaktifkan/dinonaktifkan.
2. Paten Pembantu Cornering (Cornering-Assist)
Mekanisme:
-
Pipa Vertikal: Mirip konsep anti-wheelie, tetapi knalpot dialihkan ke pipa sempit yang mengarah langsung ke bawah saat motor tegak.
-
Aksi Saat Lean Angle: Ketika motor mencapai lean angle penuh (miring), pipa yang tadinya mengarah ke bawah kini menjadi mengarah ke samping luar tikungan.
-
Efek Dorongan: Dorongan gas buang ini secara efektif mendorong motor ke arah tengah tikungan, membantu motor saat berada di tikungan, terutama ketika power mesin tidak bisa dimanfaatkan penuh karena keterbatasan traksi saat miring.
Varian Lebih Kompleks:
Yamaha juga mematenkan versi yang lebih canggih dengan dua outlet bersudut yang memungkinkan gas diarahkan ke kiri atau kanan. Ini memberikan dorongan menikung bahkan pada lean angle yang tidak terlalu ekstrem.
Masa Depan: Gabungan Tiga Outlet dalam Satu Sistem
Paten pamungkas yang disajikan Yamaha menunjukkan niat untuk menggabungkan ketiga manfaat ini dalam satu sistem knalpot:
-
Outlet besar lurus ke belakang (untuk straight-line power).
-
Outlet kecil tinggi ke atas (untuk Anti-Wheelie).
-
Outlet kecil ke bawah/samping (untuk Cornering-Assist).
Meskipun peningkatan performanya mungkin hanya sepersekian detik, di dunia balap, keunggulan fraksional bisa menjadi penentu kemenangan.
Potensi Regulasi Balap: Sebuah Celah yang Cerdas
Katup knalpot ini bekerja secara internal dengan memengaruhi aliran gas buang, bukan aliran udara eksternal. Oleh karena itu, teknologi ini kemungkinan besar tidak akan melanggar aturan yang melarang komponen aerodinamika bergerak (moveable aerodynamic components).
Di masa depan, ketika regulasi MotoGP dan WSBK semakin membatasi winglet dan efek aerodinamika, menggunakan aliran gas buang yang dapat diarahkan bisa menjadi cara cerdas dan legal bagi pabrikan untuk mengganti performa yang hilang akibat pembatasan aero.
Jadi, apakah knalpot akan segera menjadi komponen “aerodinamis” berikutnya yang bisa diatur oleh ECU? Tunggu tanggal mainnya!
Bagaimana menurut brother sekalian? Apakah sistem knalpot seperti ini akan membuat riding di sirkuit jauh lebih mudah dan cepat? – @tmcblog






Siap thrust vectoring
Dulu di F1 ada yang namanya blown diffuser, gas buang dipakek ngatur aliran udara di bagian belakang mobil
Bau2nya bakal dipakai di m1v4 nih
Beda setingan mesin, desain knalpot harus disesuaikan??
Blown diffuser a-la F1 kah??? penasaran kira-kira suara ledakan knalpotnya bakal seperti apa