TMCBLOG.com – Halo Sob, Kabar menarik datang dari kubu sayap mengepak, HRC. Setelah melewati musim-musim yang penuh “darah dan air mata”, sepertinya ada secercah cahaya di ujung terowongan bagi Honda. Baru-baru ini, sang Team Manager, Alberto Puig, memberikan pernyataan yang cukup optimis kepada motogp.com. Puig mengklaim bahwa Honda sudah mulai menemukan kembali “taringnya”, terutama di sektor yang paling krusial: Mesin!
Mari kita bedah apa saja poin-poin penting dari kebangkitan raksasa Jepang ini.
Mesin Lebih Bertenaga, Rider Lebih Happy
Puig secara terbuka mengakui bahwa fokus utama pengembangan Honda selama musim 2025 kemarin adalah pada area mesin. Menurutnya, di kelas MotoGP saat ini, kalau motor tidak punya kecepatan (top speed), mustahil bagi pembalap untuk sekadar mencoba melakukan overtaking.
“Kami memberikan lebih banyak ‘tenaga kuda’ (horsepower) kepada para pembalap, dan saya pikir mereka benar-benar mengapresiasi hal itu,” ujar Puig dengan nada puas.
Peningkatan tenaga mesin ini terbukti memberikan dampak positif. Kita sempat melihat beberapa momen kunci di 2025:
-
Kemenangan Johann Zarco di Le Mans: Menjadi titik balik mental bagi seluruh kru HRC.
-
Podium Joan Mir di Motegi: Hasil yang sangat berarti karena diraih di depan publik sendiri.
-
Progres Luca Marini: Mulai konsisten menunjukkan peningkatan performa sejak paruh kedua musim.
Memaksimalkan Hak Konsesi
Puig menegaskan bahwa tahun 2025 adalah tahun di mana Honda benar-benar memeras habis manfaat dari sistem Konsesi. Setelah jeda musim panas, pengembangan motor melesat lebih cepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Namun, kesuksesan ini juga membawa konsekuensi “manis”. Dengan hasil yang membaik, Honda mulai kehilangan sebagian hak konsesi mereka. Bagi Puig, ini adalah indikator nyata bahwa Honda sedang kembali ke jalur yang benar.
Fokus 2026: Konsistensi Adalah Kunci
Meski mesin sudah lebih bertenaga, Puig tidak mau besar kepala. Dia sadar masih ada PR besar untuk musim 2026:
-
Konsistensi: Motor tidak hanya harus cepat di satu trek, tapi harus stabil di semua sirkuit.
-
Margen Pengembangan: Puig menyebut masih banyak ruang untuk meningkatkan performa motor sebelum regulasi berganti ke 850cc.
-
Kesiapan Mental: Target HRC tetap satu, yaitu kembali menang secara reguler.





Puig adalah sumber
kencono
Sekarang udah ganti jadi PO. SUGENG RAHAYU. Tapi ada juga Sumber Selamet, tapi masih satu group dgn yg di atas.
Puig seperti tiang pnyangga yg kokoh, ta gentar dgn badai dn ombak yg mnerjang…dr isu pnyebab trunnya kinerja team balap, perceraian93 dn kehilangan kursi hrc, tp smpe skrg masih brthan… Looos doll ga rewel…
Tinggal cari alien baru untuk memanfaatkan margin tsb
Si hiu sih harusnya,tp keknya doi naksir berat anak klairan borgo panigale
Banyak pilihan di 2027,
Reuni dengan Marquez,
Atau ambil pembalap top yang lebih muda : Fabio Quartararo, Pedro Acosta atau Jorge Martin, gaji bisa jadi penarik utama.
No way buat JM89. Antara PA37, FQ20 atau DA80.
kenceng ditikungan lemes dilurusan, tahun depan dah pensiun mesinnya.
Artikelnya kok jd gini ya Wak?
Kyk gmn gt
Kayak AI/Chatgpt?
Masuk tikungannya masih kelihatan kurang stabil kelihatan selalu godek godek,rider jadi harus push 110% tiap tikungan yg berpotensi lowside
selama MM sehat dan motornya gak rewel… masih susah team lain berharap selalu menang, kl sesekali bisalah.. cara instanya buat motornya bisa bersaing, gak usah paling top deh.. dan cari jokinya yg alien juga.. (kasar kata Si MM juga) wkwk
Kalo Honda udh merasa kembali ke barisan depan mending buang mir ganti Acosta, TPI gw rasa 2026 msih milik Marc dan bezzechi di barisan paling depan sulit buat mengalahkan keduanya