TMCBLOG.com – Sob, Di tengah hiruk-pikuk Japan Mobility Show 2025, raksasa sayap mengepak, Honda, baru saja melontarkan sebuah pernyataan yang sangat berani di kancah motor listrik. Lupakan sejenak konsep motor listrik yang hanya sekadar “ganti mesin ke baterai”. Honda memperkenalkan EV Outlier Concept, sebuah mesin yang dirancang untuk mendefinisikan ulang kategori sepeda motor itu sendiri. Proyek ini dipimpin oleh Yuya Tsutsumi, sosok Large Project Leader yang diberi mandat untuk membuang jauh-jauh “buku panduan” lama Honda.
Mari kita bedah secara komprehensif apa sih yang membuat motor ini begitu spesial? Silahkan dikunyah-kunyah informasinya sob!
Filosofi “Outlier” dan Budaya Waigaya
Menurut Tsutsumi-san, nama “Outlier” dipilih bukan tanpa alasan. Kata ini melambangkan sesuatu yang tidak terikat oleh batasan. Honda ingin menunjukkan bahwa visi mereka soal motor listrik bukan tentang substitusi, melainkan evolusi.
Yang menarik, proses pengembangannya menggunakan metode Waigaya—sebuah budaya diskusi khas Honda yang bebas dan tanpa sekat antara desainer domestik (Jepang) maupun mancanegara. Mereka “meriset ulang” nilai-nilai yang ada: Value apa sih yang hanya bisa diwujudkan oleh teknologi elektrik dan tidak bisa dilakukan oleh mesin pembakaran internal (ICE)?
Tiga Elemen Inti: Gliding, Ecstasy, dan Low
Desain EV Outlier ini berakar pada tema “Precision of Intrinsic Design”. Dari sana, Tsutsumi-san menurunkan tiga elemen inti yang menjadi nyawa dari motor ini:
-
Gliding (Meluncur): Mewakili sensasi berkendara yang halus dan sunyi khas EV. Akselerasi, deselerasi, dan manuver mengalir mulus seolah-olah motor sedang meluncur di atas permukaan tanah tanpa hambatan.
-
Ecstasy (Kegembiraan): Ini soal adrenalin! Respon instan dari motor listrik dan torsi melimpah menciptakan rasa menyatu antara rider dan mesin yang sulit didapat di motor konvensional.
-
Low (Rendah): Inilah perubahan radikalnya. Honda menerapkan posisi duduk yang sangat rendah (low seating position). Dengan menurunkan titik pandang mata (eye point), sensasi kecepatan dan visibilitas menjadi sangat berbeda.

Inovasi Teknis: “Hip-Driven Cornering”
Salah satu detail yang paling menyita perhatian TMCBlog adalah penggunaan Bucket-type backrest pada joknya. Jok ini bukan cuma buat sandaran biar nggak pegel, sob!

Fungsinya adalah untuk menahan gaya dorong saat akselerasi instan EV yang menjambak, sekaligus memungkinkan rider melakukan “hip-driven cornering”. Artinya, manuver belok lebih banyak dipicu oleh pergerakan pinggul, menciptakan sensasi berkendara yang benar-benar baru dan unik.
Fitur Futuristik Lainnya:
-
Mirrorless (Camera-based): Spion konvensional diganti kamera yang terintegrasi dengan panel instrumen lebar yang ramping.
-
GUI (Graphical User Interface) Canggih: Layar dasbornya nggak cuma nampilin speedo, tapi juga sudut kemiringan (lean angle) dan output tenaga motor secara real-time.
-
Proporsi Radikal: Karena tidak ada blok mesin besar dan tangki bensin, Honda menambah volume di bagian depan untuk memberikan karakter visual yang kokoh meskipun posisinya rendah.











Gahar pol
Kenapa ya aku kok tidak terpesona dg keindahan teknologi gimmick kalo batre nya masih tipe belum tahan lama & bisa ngedrop kapan aja, belum lagi ganti nya semahal harga motor nya.
Betul..saya pun jg begitu…karna listrik yg trsimpan d batrei itu semacam hal yg ghoib..tidak senyata bbm
Akira
Tinggal ganti warna merah
Suzuki G-Strider lebih mirip Akira
Menurutku, motor listrik gak harus seperti EV Outlier sih wak. Cukup disesuaikan dengan fungsi dan keperluannya saja. Honda tetap bisa pakai platform motor trail, skuter atau model balap jalanan tapi sudah terelektrifikasi.
honda vultus masa depan
Menunggu ada terobosan teknologi baterai yang lebih murah dan tahan lama. Kalau itu terjadi, adaptasi EV bakal meledak.