Davide Brivio Usul : Sesi Kualfikasi MotoGP dibuat Dua Kali

TMCBLOG.com – Halo sobat TMCBlog, Ada kabar menarik datang dari paddock MotoGP. Davide Brivio, sosok jenius di balik kesuksesan Suzuki dan kini menahkodai tim Trackhouse Racing, baru-baru ini melontarkan usulan yang cukup radikal terkait format pekan balap MotoGP. Brivio merasa format yang ada sekarang perlu dirombak. Mari kita bedah apa sebenarnya yang diinginkan oleh pria Italia ini.

Masalah Utama: Tekanan yang “Menghancurkan” Sejak Hari Jumat

Dalam wawancaranya dengan Crash.net, Brivio menyoroti betapa kejamnya format kualifikasi saat ini. Sobat tentu tahu, di MotoGP sekarang:

  1. Sesi Practice (Jumat Siang) menentukan siapa yang langsung masuk Q2.

  2. Sesi Kualifikasi (Sabtu Pagi) menentukan posisi start untuk dua balapan sekaligus: Sprint Race dan Main Race (Grand Prix).

Menurut Brivio, sistem ini punya risiko besar. “Format saat ini berisiko menghancurkan seluruh akhir pekan hanya karena masalah di Jumat sore,” ujarnya.

Jika seorang pembalap mengalami kendala teknis atau kecelakaan di hari Jumat, posisinya di kualifikasi akan sulit. Dan jika kualifikasinya buruk, maka ia akan start dari posisi belakang di dua balapan. Efek dominonya terlalu besar.

Usul Brivio: Kualifikasi Terpisah (Double Qualifying)

Brivio mengusulkan agar MotoGP memisahkan sesi kualifikasi untuk kedua balapan tersebut:

  • Satu Kualifikasi khusus untuk Sprint Race.

  • Satu Kualifikasi khusus untuk Grand Prix (Balapan Utama).

Ide ini sebenarnya mirip dengan apa yang diterapkan di Formula 1 (F1), di mana sesi kualifikasi untuk Sprint dan Main Race dibuat terpisah. Mengingat Brivio sempat mencicipi atmosfer F1 bersama tim Alpine, sepertinya ia melihat ada nilai positif dari sistem tersebut yang bisa dibawa ke MotoGP.

Logikanya begini sob: Dengan kualifikasi yang dipisah, pembalap yang “sial” di kualifikasi Sprint masih punya kesempatan untuk memperbaiki nasib di kualifikasi Balapaan Utama. Ini akan mengurangi beban psikologis dan memberikan peluang lebih adil bagi tim, terutama tim satelit.

Konteks Performa Trackhouse Racing

Usulan ini muncul di tengah tren positif tim Trackhouse. Di musim 2025, kita melihat Raul Fernandez berhasil meraih kemenangan perdana bagi tim di Phillip Island. Sementara itu, sang rookie Ai Ogura juga tampil sangat solid dengan beberapa kali finis di posisi 5 besar.

Brivio ingin memastikan bahwa timnya yang sedang berkembang ini tidak kehilangan momentum hanya karena satu kesalahan kecil di hari Jumat yang berakibat fatal bagi seluruh sisa akhir pekan.

Menurut TMCBLOG, Secara teknis, usulan Brivio ini sangat masuk akal jika tujuannya adalah keadilan. Saat ini, sesi hari Jumat sore di MotoGP sudah terasa seperti kualifikasi saking tingginya tensi untuk masuk 10 besar.

Namun, tantangannya adalah jadwal. Jika ada dua sesi kualifikasi, kapan waktunya akan diselipkan? Apakah akan menghapus sesi Free Practice? Dorna tentu harus menghitung ulang durasi siaran televisi dan beban fisik para pembalap.

Bagaimana menurut sobat TMCBlog? Apakah setuju kalau kualifikasi Sprint dan Main Race dipisah agar persaingan makin seru, atau lebih suka format “all-in” seperti sekarang yang penuh tekanan sejak hari pertama? Silakan tulis pendapat sobat di kolom komentar ya . .

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

7 COMMENTS

  1. Jangan lah wak haji…
    Terlalu panjang.
    Nanti malah antiklimaks, adrenalin sudah habis buat kualifikasi.
    Belum lagi resiko crash.
    Di F1 kalau crash lebih minim impact nya buat pembalap. Mobil hancur sekalipun, pembalap masih besar kemungkinannya ikut race. Lha kalau roda dua, kepleset aja bisa fatal buat rider.
    Mending seperti sekarang, fokus di sprint dan main race.

  2. Kirain usul kualifikasi dibikin Knock out kaya F1. Biar sesi Jum’at khusus buat latihan aja. Ga perlu ngoyo buat masuk Q2

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP