Target Aldeguer di 2026: Bukan Gelar Dunia, Tapi “Rebut Seat di Motor Merah” Ducati 2027

TMCBlog.com – Selamat tahun Baru Sobat sekalian, Fermín Aldeguer (2005) bukan lagi sekadar nama menjanjikan di MotoGP. Musim 2025 menjadi bukti nyata lonjakan performanya di kelas para raja: meraih gelar Rookie of the Year, mengklaim satu kemenangan (Indonesia), dan tiga podium. Dengan kontrak pabrikan di saku dari Ducati, Aldeguer masih akan menjalani musim 2026 yang krusial bersama Gresini Racing.

Dalam wawancara eksklusif, Aldeguer buka-bukaan soal target realistisnya, mindset melawan dominasi Marc Marquez, hingga analisis pedasnya terhadap Pecco Bagnaia. Ternyata, fokus utama rider muda ini bukan pada gelar dunia tahun depan, melainkan kursi merah Ducati Factory di tahun 2027.

Target 2026: Realistis dan Bertahap

Ditanya soal apakah dia siap bersaing memperebutkan gelar Juara Dunia di 2026, Aldeguer memberikan jawaban yang sangat dewasa dan realistis.

“Tidak (target juara dunia). Sebagai kemampuan, ya. Tapi apakah itu sebuah tujuan? Tidak, karena saya masih kekurangan banyak pengalaman, saya harus membuat banyak kesalahan, level kategori ini sangat tinggi saat ini, dan saya tidak tahu apakah saya siap memenangkan gelar dunia MotoGP sekarang.”

Aldeguer memilih langkah bertahap. Fokusnya adalah terus belajar, berkembang, dan menjaga konsistensi di Top 5 di setiap balapan.

Batas Psikologis vs Marc Marquez

Aldeguer mengakui, mengalahkan Marc Marquez masih menjadi tantangan besar. Meskipun ia sudah meraih kemenangan di Indonesia 2025, ia sadar bahwa Marc tidak berada di lintasan saat itu. Ia menyebutkan, untuk mengalahkan Marc dalam perebutan gelar, diperlukan konsistensi luar biasa di barisan depan sepanjang musim.

Target Jangka Pendek: Mengalahkan Alex Marquez

Rekan setimnya di Gresini 2026, Alex Marquez, adalah target yang lebih konkret.

“Ya (mengalahkan Alex Marquez). Dan jika saya mengalahkannya, itu berarti kami melakukannya dengan sangat baik,” ujarnya. Aldeguer percaya bahwa Alex Marquez akan menjadi salah satu kandidat Top 3 di klasemen akhir. Jadi, jika Aldeguer mampu mengunggulinya, itu berarti ia sudah berjuang untuk hal-hal besar.

Target Jangka Panjang: Kursi Pabrikan 2027

Inilah statement yang paling menarik dan menjadi judul utama dari ambisi Aldeguer:

“Ya. Itu memang tujuan (mendapatkan tempat di tim pabrikan Ducati 2027). Kunci utamanya adalah memiliki motor pabrikan, tidak hanya berada di tim pabrikan. Motor dan dukungan resmi untuk 2027, yang mana ada perubahan regulasi.

Menurut Aldeguer, dengan adanya perubahan regulasi besar (turunnya kubikasi mesin ke 850cc) pada 2027, memiliki motor pabrikan adalah kunci karena motor akan terus berevolusi dari balapan pertama hingga terakhir. Ia yakin, meskipun pabrikan lain akan mendekat, Ducati tidak akan menjadi motor terburuk, melainkan akan tetap kompetitif.

“Tidak ada pilihan lain selain percaya dan berjuang maksimal tahun depan untuk memenangkan tempat itu di motor merah, tentu saja.”

Mengkritik Pedas Pecco Bagnaia

Selain membahas targetnya, Aldeguer juga memberikan analisis yang sangat terbuka dan agak pedas mengenai penyebab menurunnya performa Juara Dunia dua kali, Pecco Bagnaia, di musim 2025.

Menurutnya, masalah Pecco bukan karena start yang buruk, melainkan ketidakmampuan menjaga potensi setelah awal yang baik.

“Dia telah melakukan banyak hal yang salah. Bagi saya, dia tidak bekerja dengan cara terbaik dengan tim, dengan motor, dengan mentalitasnya, dalam membangun basis motor 2025… Dia seperti menembak di udara (pegando tiros al aire).”

Aldeguer mengkritik inkonsistensi Pecco dalam mencari setup motor. “Anda memiliki basis pada motor, dan Anda tidak bisa terus mengubah motor ke sana-sini, lalu ingin motor 2024, lalu ingin motor 2025, tidak. Di sana ada masalah.”

Titik Lemah yang Harus Dibenahi: Kualifikasi

Aldeguer mengakui bahwa kelemahan terbesarnya sejauh ini adalah sesi kualifikasi (one-lap speed). Ia sering kali memulai balapan dari posisi tengah atau belakang, memaksa dirinya melakukan overtaking yang melelahkan (ia mengaku menjadi salah satu pembalap dengan jumlah overtaking terbanyak).

Jika ia bisa start dari Top 6, ia yakin memiliki race pace untuk memperebutkan podium atau Top 5 di setiap seri, menjadikannya “mucho más sencillo” (jauh lebih mudah) untuk balapan.

Targetnya untuk 2026: Meningkatkan kualifikasi dan, mungkin, mendapatkan Pole Position yang akan jauh lebih berarti daripada kemenangan setelah semua yang ia lalui.

Fermín Aldeguer, dengan visi yang jelas dan analisis yang matang, tampaknya sudah siap melangkah dari rookie berbakat menjadi penantang utama kursi pabrikan Ducati 2027.

4 COMMENTS

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP