SKAKMAT! Claudio Domenicali Balas Pedas Max Biaggi Soal ‘Ducati Itu Jerman’

TMCBLOG.com – Sobat sekalian, jagad balap MotoGP dan industri roda dua Italia lagi memanas! Bermula dari “genderang perang” yang ditabuh oleh sang legenda, The Roman Emperor Max Biaggi beberapa waktu lalu, yang menyebut bahwa Ducati sejatinya bukan lagi pabrikan Italia murni, melainkan “Jerman” karena kepemilikan Audi. Biaggi mengklaim hanya Aprilia-lah satu-satunya pabrikan asli Italia yang tersisa.

PANAS! Max Biaggi Tabuh Genderang Perang: “Cuma Aprilia Pabrikan Asli Italia, Ducati Itu Jerman!

Jelas, pernyataan Biaggi ini seperti menyiram bensin ke api di Borgo Panigale. Tak butuh waktu lama, CEO Ducati Motor Holding, Claudio Domenicali, akhirnya angkat bicara melalui media Jerman, Speedweek. Dan jujur saja sob, jawabannya cukup “menohok” dan penuh kelas!

Domenicali: “Jangan Campuradukkan Investasi dengan Identitas”

Dalam wawancara tersebut, Domenicali tidak membantah bahwa Ducati adalah bagian dari Audi Group (Volkswagen Group). Namun, ia menegaskan bahwa status kepemilikan modal sama sekali tidak mengubah DNA motor yang lahir dari Borgo Panigale.

“Max Biaggi mungkin sedang mencoba menciptakan narasi romantis untuk Aprilia, tapi ia melupakan fakta fundamental,” kurang lebih begitulah nada diplomatis namun tajam dari Domenicali.

Domenicali menjelaskan bahwa masuknya Audi justru menjadi berkah bagi talenta-talenta Italia. Menurutnya, berkat manajemen Jerman yang disiplin dan dukungan finansial yang stabil, kreativitas insinyur Italia di Ducati bisa meledak hingga mendominasi MotoGP dan WorldSBK seperti sekarang. Tanpa manajemen yang solid, ide-ide brilian Italia seringkali hanya berhenti di meja desain karena masalah dana.

Sentilan Balik: Siapa yang Lebih “Italia” di Lintasan?

Yang menarik sob, Domenicali juga memberikan counter-attack yang cukup telak. Ia menyebut bahwa identitas sebuah pabrikan di lintasan balap ditentukan oleh siapa orang-orang di baliknya.

Menanggapi klaim Biaggi soal status “pabrikan Italia murni”, Domenicali tidak terpancing emosi yang meledak-ledak, namun ia memberikan sindiran halus yang cukup dalam.

“Oke, tentu saja Max mengenal Ducati dengan sangat baik, dan saya rasa percakapan (klaim) seperti itu akan sangat cocok jika dilakukan di sebuah bar; di sanalah tempat yang pas,” ujar Domenicali.

Secara tersirat, Domenicali ingin mengatakan bahwa argumen Biaggi itu sifatnya cuma obrolan ringan yang tidak berbasis fakta industri, melainkan sekadar “psy-war” atau sentimen semata.

Fakta di Balik Gerbang Borgo Panigale

Tak berhenti di situ, Domenicali langsung menyodorkan data dan fakta untuk mematahkan narasi “Ducati itu Jerman”. Ia menggunakan dirinya sendiri dan ribuan karyawannya sebagai bukti konkret:

  1. Kepemimpinan Lokal: “Saya telah menjabat sebagai CEO Ducati sejak 2013, dan saya memegang paspor Italia,” tegasnya.

  2. Tenaga Kerja Masif: Domenicali mengungkapkan angka yang sangat spesifik: 99,97% orang yang bekerja di pabrik Borgo Panigale adalah orang Italia.

Jiwa Italia, Manajemen Global

Kunyanya begini sob… Apa yang disampaikan Domenicali ini sebenarnya adalah realita industri otomotif modern. Memang benar secara struktural korporasi, Ducati melapor ke Audi (Jerman). Namun, secara operasional, desain, riset, hingga pengembangan mesin (R&D), semuanya dilakukan oleh tangan-tangan orang Italia di Bologna.

Bahkan dalam laporan Speedweek tersebut ditekankan bahwa pendekatan Ducati Corse dalam balapan sangatlah “Italian Style”—penuh gairah, inovatif, dan kadang sangat berisiko namun brilian. Sesuatu yang sulit ditemukan di budaya kerja Jerman yang biasanya lebih kaku dan terstruktur.

Di sisi lain, Biaggi membawa narasi ini tentu untuk mendongkrak citra Aprilia di bawah Piaggio Group sebagai “Benteng Terakhir” otomotif murni Italia. Ini adalah persaingan gengsi yang luar biasa antara Noale dan Borgo Panigale.

  1. Strategi Aprilia: Menggunakan narasi “The Last Pure Italian” adalah strategi branding yang cerdik dari Max Biaggi (sebagai Brand Ambassador Aprilia) untuk menarik simpati publik Italia (Tifosi) yang sangat nasionalis.

  2. Posisi Ducati: Mereka saat ini adalah “Raja” di lintasan. Domenicali merasa tidak perlu membuktikan apapun selain hasil di papan skor. Namun, ia merasa perlu meluruskan bahwa menjadi bagian dari grup otomotif global (Audi) bukan berarti kehilangan identitas nasional.

Domenicali bahkan sempat menyindir halus bahwa kesuksesan Ducati saat ini justru menjadi kebanggaan Italia di mata dunia. Ketika bendera Italia berkibar dan lagu kebangsaan Il Canto degli Italiani berkumandang di podium tertinggi setiap akhir pekan, tidak ada penonton yang berpikir bahwa itu adalah motor Jerman.

Panas tapi Berkualitas!

TMCBLOG melihat perseteruan ini sebagai bumbu penyedap MotoGP. Aprilia dengan “romantisme” Italia-nya, dan Ducati dengan “profesionalisme global” berjiwa Italia-nya.

Satu hal yang pasti, jawaban Domenicali di Speedweek menegaskan bahwa Ducati tidak akan membiarkan siapapun mendiskreditkan kerja keras orang-orang Borgo Panigale hanya karena status pemegang saham.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

11 COMMENTS

  1. Audi emang kelihatan ga terlalu ikut campur mendesain/merancang produk
    Gak kayak KTM,Benelli,atau Harley Davidson yg motor CC kecilnya aja DNA nya udah kecampur dgn gaya DNA negeri donatur 😅

    • Bacanya kebalik, KTM/Benelli/HD cc kecil adalah motor lokal (yg sudah ada atau riset brg) yg di branding merk tsb, makanya DNAnya 50-50

    • Ngarepin apa sama sdm konoha yang cinta mati sama sosok. Ribut ngebelain jagoan motogp aja ga masuk akal. Kenal juga enggak. Aneh tapi itu realitanya. Blm ngomongin sosok tokoh konoha lebih konyol lagi.

  2. Lebih pantas lagi kl pembalapnya Italia semua, tanpa Marc dan alex ducati tetap juara dunia, bisa Marco, pecco dll

    • Klo ada orang italia yg katanya hebat tp bgitu naik Ducati hny ampaaaaaas ….apa yg pantas d sematkan kpd pembalap Italia yg seampaaas itu..pdhl fans2 by d seluruh dunia sdh NYAKIN…. NAIK MOTOR YG BAPUK PUN ia bs JUARA DUNIA…tp faktanya itu hny halusinasi dr fans2 yg g ngerti balapan….smp2 dewa balap itu harus 11 tahun berturut-turut zonk gelar juara dunia MotoGP biar pun sudah coba berganti tim dan balik lag k tim lama ny namun hasilnya tetep hny ngampaaaaaas 😝😝😝😝😝

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP