Strategi “Step by Step” Ducati Corse: Selesaikan Kontrak Marc Marquez Dulu, Baru Bicara dengan Pecco Bagnaia

TMCBlog.com – Sobat sekalian, dari dinginnya salju di Madonna di Campiglio dalam acara Campioni in Pista 2026, muncul sebuah kabar yang cukup menggetarkan peta silly season MotoGP. Davide Tardozzi, sang Team Manager Ducati Lenovo yang dikenal ekspresif, memberikan pernyataan yang sangat menarik untuk kita bedah secara mendalam mengenai masa depan dua bintang mereka: Marc Marquez dan Pecco Bagnaia.

Seperti yang kita tahu, musim 2025 kemarin bukanlah tahun yang mudah bagi Pecco Bagnaia. Setelah mendominasi di 2022-2023, Pecco harus puas melorot ke posisi 5 klasemen akhir. Sementara itu, Marc Marquez yang baru bergabung langsung menunjukkan taringnya. Nah, bagaimana Ducati melihat ini untuk musim 2027 dan seterusnya?

Analisis Kegagalan 2025: Pecco Harus “Reset”

Tardozzi mengungkapkan bahwa setelah musim 2025 berakhir, Ducati memerintahkan Pecco untuk benar-benar menjauh dari motor. “Liburan dulu dengan istrimu, jangan pikirkan balapan,” kira-kira begitu pesan Tardozzi. Namun, sekembalinya dari liburan, sebuah analisis teknis mendalam dilakukan bersama Gigi Dall’Igna dan Mauro Grassilli.

Ternyata, ada miskomunikasi teknis. Pecco mengakui bahwa di 2025, Ducati mendorong pengembangan ke satu arah, namun Pecco tidak sepenuhnya memahami atau merasa cocok dengan arah tersebut, kecuali saat “keajaiban” di GP Jepang. Pecco adalah sosok yang cerdas, dan ia sudah menyadari letak kesalahannya.

Teknis G25 & GP26: Tidak Ada “Anak Emas”

Satu hal yang ditegaskan Tardozzi secara teknis adalah mengenai pengembangan motor. Banyak rumor beredar bahwa Ducati kini hanya mendengarkan masukan Marc Marquez. “Itu tidak benar,” tegas Tardozzi.

Secara prosedural di Ducati Corse, setiap bagian baru (new parts) akan diberikan kepada kedua pembalap. Ducati memiliki kapasitas untuk mendukung gaya balap yang berbeda secara individu. Keputusan akhir apakah komponen tersebut akan dipasang atau tidak, tetap ada di tangan pembalap. Jadi, GP26 milik Pecco dan Marc bisa saja memiliki spesifikasi detail yang berbeda sesuai feeling masing-masing.

Urutan Kontrak: Marc Marquez Adalah Prioritas Pertama?

Ini dia bagian yang paling “panas”, sob. Mengenai perpanjangan kontrak untuk masa depan, Tardozzi secara mengejutkan menyatakan bahwa Ducati tidak akan terburu-buru melakukan negosiasi dengan Pecco Bagnaia.

Ducati akan menggunakan pendekatan selangkah demi selangkah:

  1. Langkah Pertama: Menyelesaikan dan mengamankan kontrak baru dengan Marc Marquez.

  2. Langkah Kedua: Setelah urusan Marc beres, barulah mereka akan duduk bersama Pecco Bagnaia.

Tardozzi menegaskan, “Ini soal meyakinkan kami kembali bahwa dia adalah Pecco yang sama yang kami kenal (saat juara dunia).” Dengan 31 kemenangan bersama Ducati, Pecco tentu punya posisi tawar, namun performa di lintasan tahun 2026 ini akan menjadi hakim yang paling adil.

Apa yang bisa kita baca dari pernyataan Tardozzi ini? Sepertinya Ducati ingin memberikan tekanan positif (pressure) kepada Pecco Bagnaia. Jika benar yang dimaksud adalah mendahulukan kontrak Marc, Ducati seolah memberi sinyal bahwa kursi di tim pabrikan sekarang sangat mahal harganya dan tidak ada jaminan “hak istimewa” bagi mantan juara dunia jika performanya menurun.

Di sisi lain, Marc Marquez yang kini sudah nyetel dengan Desmosedici tentu menjadi aset yang ingin segera dikunci oleh Ducati agar tidak dicaplok pabrikan lain (seperti KTM atau Aprilia). Pertanyaannya: Apakah Pecco akan menerima kondisi “antrean” ini, atau justru ini akan memicu fire dalam dirinya untuk membuktikan di seri-seri awal 2026 bahwa dialah pemilik asli singgasana Ducati?

Menarik untuk ditunggu bagaimana dinamika ini berkembang. Kalau menurut sobat sekalian, apakah Pecco pantas “diantrekan” setelah mempersembahkan dua gelar juara dunia untuk Borgo Panigale? Silahkan tulis di kolom komentar ya!

Taufik of BuitenZorg |@tmcblog

10 COMMENTS

  1. ibarat ungkapan seseorang dari internal team borgo,
    kalau kami tidak secure si ngkez, dia mungkin akan gabung team lain dan dgn begitu akan membuat kami pusing

  2. Begitu besarnya nilai tawar marq sehingga pecco yg sdh 2 kali jurdun pakai ducduc di nomor duakan

  3. “Pecco mengakui bahwa di 2025, Ducati mendorong pengembangan ke satu arah, namun Pecco tidak sepenuhnya memahami atau merasa cocok dengan arah tersebut”

    Fix ini mah, 2026 kurleb kayak 2025😊✌

  4. Wajar marc dulu, karena saat ini marc ibarat sebagai api. Kalau api stay, pertamyaan nya mau gak bania main² sama api. Klo api out, pertanyaan nya bania mo narik siapa

  5. Pecco harus mengembalikan mentalitasnya dulu utk dapat kontrak tim pabrikan, dia harus mencontoh marc yg tidak menyerah pada keadaan dan tidak pernah kalah dari rekan setim

  6. Win-win solution sih buat tim & peco. Tim liat performa dulu, target minimal p2 tengah musim, peco juga liat performa dulu, kalo ga sampe p2 tengah musim, mungkin bisa coba2 nego pabrikan “asli italia”. Kalo marc, wah ga bisa dilepas. Anggep paling busuk p2 akhir musim, 2027 pindah, malah otw jurdun dg 3 merk.

  7. Logika analisa Ducati juga wajar dan rasional,itu peco sudah berapa musim di Ducati lalu jurdun, sementara si alien Marquez cuma butuh 2 musim buat finish klasemen atas lalu jurdun dimusim kedua nya,belum lagi data jumlah jurdun di Honda ada berapa 😆😁

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP