TMCBLOG.com – Di sela-sela panasnya aspal Sirkuit Sepang pada Tes Pramusim 2026, sebuah isu “Silly Season” yang sangat fundamental justru mulai berhembus kencang. Kali ini pusat perhatian tertuju pada Alex Marquez. Setelah tampil gemilang sebagai Runner-up (Sub-juara) Dunia di musim 2025 kemarin, ambisi adik dari Marc Marquez ini sudah tidak bisa dibendung lagi: Target Kursi Factory untuk 2027!
1. Ambisi Kursi Pabrikan: Status Adalah Segalanya
Sobat sekalian, Alex Marquez secara terbuka menyatakan bahwa “Tujuan semua pembalap adalah membalap di tim pabrikan.” Ia berkaca pada langkah berani Luca Marini yang meninggalkan Ducati demi Honda, atau Fabio Quartararo yang tetap setia di Yamaha demi status pembalap utama.
Meskipun saat ini Alex Marquez sangat nyaman di Gresini Racing—yang ia sebut sebagai keluarga—dan mendapatkan dukungan material motor Ducati GP26 yang setara dengan Pecco Bagnaia dan Marc Marquez, Alex sadar betul bahwa “pintu merah” (Ducati Lenovo Team) kemungkinan besar tertutup untuk masa depannya. Oleh karena itu, mencari tantangan baru di luar Borgo Panigale adalah langkah logis.
2. Efek Domino: Pedro Acosta dan Slot Kosong KTM
Ada satu variabel penting dalam perpindahan ini: Pedro Acosta. Berdasarkan informasi yang beredar, Acosta dikabarkan akan segera merapat ke Ducati. Hal ini meninggalkan lubang besar di kubu KTM (Mattighofen).
Bos besar KTM, Pit Beirer, secara terang-terangan memberikan pujian setinggi langit kepada Alex Marquez. “Sebagai runner-up dunia saat ini, dia (Alex) sangat layak mendapatkan kursi di tim resmi,” ungkap Beirer. Kalimat ini bukan sekadar basa-basi, melainkan sinyal hijau bagi manajemen Alex untuk mulai menegosiasikan kontrak.
3. Faktor “Red Bull” dan Regulasi 2027
Kenapa KTM sangat masuk akal bagi Alex Marquez? Ada dua alasan teknis dan non-teknis:
-
Sinergi Sponsor: Alex adalah atlet Red Bull. KTM adalah “rumah” utama bagi Red Bull di MotoGP. Secara branding, Alex Marquez di atas KTM RC16 adalah kombinasi yang sempurna secara komersial.
-
Pertaruhan Regulasi Baru: Tahun 2027 adalah tahun di mana regulasi teknis MotoGP akan berubah total (reset mesin dan aero). Alex menyebutkan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk “berani mengambil risiko.” Karena di 2027, belum tentu Ducati tetap menjadi motor paling dominan. KTM bisa saja mengambil alih tahta tersebut.
4. Kontrak yang Selesai Sebelum Race Pertama?
Menariknya, Alex Marquez memprediksi bahwa lebih dari 50% grid MotoGP 2027 akan mengunci masa depan mereka bahkan sebelum seri pertama musim 2026 dimulai di Qatar nanti. Artinya, saat sobat membaca artikel ini, kemungkinan besar draf kontrak atau pre-contract antara Alex dan pabrikan barunya (kemungkinan besar KTM) sudah mulai disusun di balik layar.
Alex Marquez bukan lagi “adik Marc” yang sekadar meramaikan grid. Statusnya sebagai pemenang GP dan Runner-up 2025 membuatnya memiliki nilai tawar (bargaining power) yang tinggi. Pindah ke KTM bisa jadi adalah langkah paling cerdas untuk keluar dari bayang-bayang dominasi internal Ducati, sekaligus menjadi ujung tombak pengembangan motor baru untuk regulasi 2027.
Jika Acosta benar ke Ducati, maka Alex Marquez ke KTM adalah pertukaran posisi yang sangat adil dan menarik untuk ditunggu. Silahkan tulis pendapat sobat di kolom komentar… Apakah Alex Marquez akan lebih bersinar jika pindah ke KTM atau justru akan kesulitan beradaptasi dengan karakter motor V4 Austria tersebut?
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog





Kalau di winamp dulu, kita pencet tombol shuffle.
Dari motor bersponsor indo pindah ke motor India
Kalo akosta bener bener satu team dengan Marq…sinarnya akan redup…wkwkwwkwkwkwkwk…
Ya masi bisa lah nangkring di 5 besar. Yang malah surem pecco. Mentalnya jatuh banget setim sama mm93.
Seiring prestasi maka hadirlah tawaran-tawaran yg lebih secara status dan finansial
Siapa msk gantiin di gresini?
disaat yg lain fokus kontrak, gua malah gagal fokus ke warpacknya alex ya , ada winglet buritan stegosaurus ducita di punggung wearpacknya……, tolong dibahas wak apa ini evolusi desain wearpck skr atau hanya eksperimen
Sdh sarapan belum bro?
At thundie
Beliau itu pnglihatannya sudah tidak lagi melihat yg zahir.
Si churutz ini melihat dgn mata batin nya.
Sudah level hamemayu hayuning bawono
Ke KTM dulu sampe si abang pensiun, kalau abang udah pensiun, adik masuk ke merah factory.
Kalau diterima…
Uang kratingdaeng banyak
balik ke Honda
Berarti secara tidak langsung bahwa Lenovo Ducati sudah memiliki calon rider untuk menemani Marc Marquez, antara:
1. Pecco Bagnaia;
2. Pedro Acosta;
3. Nicolo Bulega (tapi kemungkinannya kecil banget); atau
4. ……….
balik ke Honda ? KTM ? or Yamaha ?… karena semua project start dari 0 kan ya, walaupun base sudah ada.. setidaknya skrg semua grid sudah kemgknan besar V4…
Terawangan Awal Musim :
Pedro Ke Ducati
Pecco Ke Aprilia
FQ Ke HRC
Alex Ke KTM Factory
MV Ke KTM Factory
Toprak Ke Yamaha Factory
JM Ke Primac Yamaha ( Turun Kelas Gak Sih Nih ? )
dll tinggal ikut aja… pebalap lain kegeser sana sini yang jelas kalau salah satu pebalap top pindah..
Jm ada 3 mang. Jack miler, joged martin, joan mir.
Jenea mbastianini juga
Factory ke honda lah lex.
Ktm mau bangkrut gitu kok.
Dan ternyata 73 tandem 93 🤣