TMCBlog.com – Assalamualaikum sobat sekalian, tes pramusim bukan hanya soal siapa yang mencetak single lap tercepat alias time attack. Bagi para insinyur dan pembalap, data yang jauh lebih “emas” adalah Simulasi Balap, khususnya simulasi Sprint Race (sekitar 10 lap) yang menuntut kecepatan murni dari awal hingga akhir tanpa perlu terlalu memikirkan manajemen ban ekstrem seperti Full Race.
TMCBlog mendapatkan data menarik mengenai “Virtual Sprint Race” yang dilakukan secara bebarengan oleh beberapa pembalap top di sesi sore hari. Ingat ya, poin pentingnya di sini adalah Simultan. Artinya, Alex Marquez, Pecco, Marc, Acosta, Bezzecchi, dan Mir melakukan simulasi ini di jam yang sama, kondisi aspal yang sama, dan suhu yang hampir sama. Jadi datanya Apple to Apple, valid buat diadu!
Siapa yang tercepat secara virtual? Ternyata Alex Marquez dengan Ducati GP24-nya! Mari kita bedah datanya sob.
Hasil Komparasi Virtual Sprint Race (10 Lap)
Berikut adalah klasemen akhir jika sesi tes tadi adalah balapan Sprint sungguhan:
| Pos | Rider | Motor | Total Waktu (10 Lap) | Gap | Average Pace |
| 1 | Alex Marquez | Ducati GP24 | 19’40.279 | – | 1’58.027 |
| 2 | Pecco Bagnaia | Ducati GP25 | 19’41.644 | +1.365 | 1’58.166 |
| 3 | Marc Marquez | Ducati GP25 | 19’42.892 | +2.613 | 1’58.289 |
| 4 | Pedro Acosta | KTM RC16 | 19’46.791 | +6.512 | 1’58.679 |
| 5 | Marco Bezzecchi | Aprilia RS-GP | 19’49.365 | +9.086 | 1’58.937 |
| 6 | Joan Mir | Honda RC213V | 19’49.375 | +9.186 | 1’58.993 |
*(Note: Joan Mir melakukan 11 lap, data diambil dari 10 lap pertama untuk penyetaraan).
Analisis Per Lap
Mari kita kunyah data lap by lap-nya untuk melihat karakter performa masing-masing pembalap.
1. Alex Marquez (The Sprinter)
-
Lap Time : 1’57.551, 1’57.295, 1’57.538, 1’58.326, 1’57.842, 1’58.275, 1’57.930, 1’58.133, 1’58.530, 1’58.859.
Alex Marquez benar-benar “meledak” di awal. Tiga lap pertama dia konsisten di 1’57, bahkan sempat tembus 1’57.295 di lap kedua. Ini indikasi ban baru langsung disiksa maksimal. Memang ada sedikit fluktuasi di lap 4 (naik ke 1’58.3) dan drop di lap terakhir ke 1’58.8, mungkin karena traffic atau micro-mistake, tapi tabungan waktunya di awal tak terkejar oleh Pecco. Sepang memang teritori kuat Alex Marquez, Khususnya di sektor 3 (ingat dia menang Sprint di sini 2023).
2. Pecco Bagnaia (The Calculator)
-
Lap Times: 1’58.088, 1’57.726, 1’57.738, 1’57.978, 1’57.899, 1’57.841, 1’58.106, 1’58.590, 1’58.769, 1’58.929.
Pecco tidak se-agresif Alex di 3 lap awal, tapi lihat konsistensinya dari lap 2 sampai lap 6! Dia memaku catatan waktu di 1’57 tinggi secara konstan. Grafik performanya sangat rapi, tipikal Pecco yang smooth . . Butter – Hammer sejati setelah era Lorenzo . Meski finis defisit 1.3 detik, ini adalah tanda bahaya buat rival karena GP26 terlihat sangat stabil.
3. Marc Marquez (The Metronome)
-
Lap Times: 1’57.602, 1’57.681, 1’58.154, 1’58.118, 1’58.320, 1’58.411, 1’58.562, 1’58.590, 1’58.630, 1’58.824.
Ini yang menarik. Sepang secara historis bukanlah sirkuit favorit Marc Marquez. Namun, data simulasi ini menunjukkan dia adalah pembalap dengan performa paling homogen. Deviasi antar lap-nya sangat kecil. Tidak ada lonjakan drastis, tidak ada drop parah. Memulai dengan 1’57, lalu stabil di 1’58 kecil. Gap 2.6 detik dari Alex di sirkuit yang dia “benci” adalah sinyal positif adaptasinya dengan GP26.
4. The Chasers (Acosta, Bezzecchi, Mir)
-
Pedro Acosta (KTM): Masih tertinggal sekitar 6.5 detik. Acosta memulai dengan baik (1’58.4) namun di paruh kedua simulasi, waktunya mulai merambat naik ke 1’59. Indikasi KTM masih memakan ban lebih cepat dibanding Ducati?
-
Bezzecchi (Aprilia) & Mir (Honda): Keduanya tertinggal di kisaran 9 detik. Untuk Mir, catatannya cukup memprihatinkan di akhir run, dimana 4 lap terakhir sudah menyentuh angka 1’59 besar. Honda masih punya PR di rear grip drop sepertinya.
Hasil simulasi ini sangat valid karena dilakukan hampir bersamaan walau tentu tidak ada adrenalis kompetisi saat dilakukan. Namun jelas Tidak ada bias kondisi trek yang berbeda.
-
Ducati masih Raja: Top 3 dikuasai Desmosedici GP26
-
Pola Berulang: Menariknya, Top 3 simulasi ini (Alex, Pecco, Marc) adalah trio yang sama persis dengan yang menguasai simulasi Sprint di tes Februari 2025 lalu. Konsistensi mereka patut diacungi jempol.
-
Alex Marquez Spesialis Sepang: Jangan kaget kalau di balapan beneran nanti Alex Marquez akan jadi kuda hitam serius, setidaknya untuk Sprint Race.
Kita tunggu pembuktian selanjutnya di tes Buriram, apakah peta kekuatan ini akan berubah? Silahkan dikunyah-kunyah datanya sob!
Taufik of BuitenZorg | @tmcblog








Ketat uey waktunya
Tahun depan satu tim lagi kyk nya
Alex masih pake gp24 wak?
Sesumbar ricola masih belum kelihatan nih
Marquez jangkung sampe jadi jurdun taon depan brarti sesuai pesan si emak ke si abang
“Sudahlah, juaramu sudah banyak”
Dalam benak Marquez Pendek, “aku belum melampaui si onoh, tunggu ya dek!!!”
jadi GP24 atau GP26 nih wak?
Wak haji baru bangun jadi harap maklum 🤭
Yakin nih Alex mau di lepas sama Ducati hihi
Bisa aja kl Duc mau krn si Jangkung sbnarnya udh buktikan dia runner-up 2025, jd Marquez brothers di tim merah, macam dulu di HRC. Lalu Pecco ke April atau VR46.
Hmmm, menarik, sayangnya Yamaha masih terkendala di motor, jadi gak ikutan simulasi sprint race
Wah, konsisten
Awal seri bisa kaya kemaren nih.
3 desmo teratas bakal saling sikut.
Seru.
L4