TMCBlog hadir kembali sob! Kali ini ada kabar yang sangat fundamental dan bisa dibilang menjadi “gempa tektonik” di lantai manajemen balap motor paling bergengsi di dunia. Setelah lebih dari 30 tahun kita mengenal nama Dorna Sports sebagai pemegang hak komersial MotoGP, per Februari 2026 ini secara resmi nama tersebut dipensiunkan. Sebagai gantinya, entitas baru telah lahir: MotoGP Sport Entertainment SL.
Perubahan ini bukan sekadar ganti kulit atau rebranding logo semata, melainkan sinyal kuat bahwa era Liberty Media telah benar-benar mencengkeramkan pengaruhnya setelah mengakuisisi 84% saham senilai €3,1 miliar (sekitar Rp52 triliun!).
Bukan Lagi Sekadar Balapan, Tapi “Sport Entertainment”
Penggunaan kata “Entertainment” dalam nama perusahaan baru ini memberikan pesan yang sangat jelas kepada kita semua. Di bawah kendali Liberty Media—yang juga sukses menyulap F1 menjadi fenomena global lewat pendekatan hiburan—MotoGP kini diarahkan menjadi sebuah paket hiburan olahraga yang lebih masif.
Perubahan nama ini mencakup seluruh manajemen yang membawahi:
-
MotoGP (Moto2 & Moto3)
-
WorldSBK (World Superbike dan seluruh kelasnya )
-
WorldWCR (Women’s Circuit Racing)
Perombakan Kursi Panas di Level Eksekutif
Sesuai dengan gaya korporasi Amerika yang ingin gerak cepat, terjadi pergeseran besar di kursi pimpinan. Berikut adalah rangkuman struktur “Kabinet Baru” MotoGP:
| Posisi | Nama Pejabat Baru | Keterangan |
| President | Charles Gordon Carey | Menggantikan William Nicholas Jackson. |
| CEO | Carmelo Ezpeleta | Masih dipercaya memimpin operasional sejak 1998. |
| Vice President | Martin Edward Patterson | Menggantikan José María Maldonado Trinchant. |
| Finance Director | Enrique Aldama | Tetap memegang kendali keuangan. |
| Secretaries | Idelfonso Polo & Oriol Abad | Nama baru di jajaran sekretaris non-dewan. |
Menariknya, sosok Carmelo Ezpeleta tetap dipertahankan sebagai CEO. Ini tampaknya menjadi langkah strategis Liberty Media untuk menjaga stabilitas hubungan dengan tim, pabrikan (MSMA), dan FIM, mengingat Carmelo adalah “benang merah” sejarah MotoGP modern.
Langkah Liberty Media mengubah Dorna menjadi MotoGP Sport Entertainment SL adalah langkah berani yang menegaskan bahwa balapan motor harus bisa “dijual” lebih luas lagi ke luar basis fans hardcore. Kita kemungkinan besar akan melihat lebih banyak konten di balik layar, dokumenter ala Drive to Survive, dan event-event yang lebih interaktif di sirkuit.
Namun, tantangannya adalah tetap menjaga “marwah” teknis dan kompetisi murni dari balap motor itu sendiri. Jangan sampai aspek hiburan justru menenggelamkan esensi sportivitas yang selama ini menjadi jiwa dari MotoGP.
Bagaimana menurut sobat sekalian? Apakah nama baru dan arah baru ini akan membuat MotoGP semakin seru, atau justru sobat bakal kangen dengan gaya “Dorna” yang lama? Silahkan tulis pendapatmu di kolom komentar ya!
Taufik of BuitenZorg | TMCBlog.com




Yg penting buka tmcblog utk info motogp…
juos
Selamat tinggal Mbah Darno
bagaimana ada drama kalau para rider nya berteman.
apakah nanti ada lagi perseteruan seperti : SG v VR, MB vs VR, CS vs VR, MM vs VR, DP vs MS, JL vs MS, JL vs VR ?
Sutradara reality show ahli soal beginian, dan gak harus pembalap yang jadi protagonis dan antagonisnya
Wah kita bakal memasuki era entertainment.
Bakal ada protagonis baru untuk merebut tahta king mm93.
Pelan-pelan nanti rider juga harus bisa jadi penghibur (entertainer) dalam arti yg sebenarnya
Yaa baguss… Udah mulai membosankan soalnya MotoGP klo di anggap sebagai hiburan.
Wah .. Ezpelata junior kemana tuh ?