Taiyo Furusato Tercepat di tes Portimao Moto2 Yang basah ! . . Gimana Mario Aji ?

TMCBLOG.com – Hari pertama tes resmi Moto2 di Sirkuit Portimao, Portugal (11/02/2026) baru saja usai. Namun, alih-alih melihat aksi all-out para pembalap mencari lap time fantastis, sirkuit Algarve justru menyuguhkan tantangan cuaca yang cukup pelik. Hujan yang mengguyur membuat aspal sepanjang 4,7 km ini terus berada dalam kondisi basah (wet track).

1. Strategi Wait and See: Banyak Top Rider Absen

Menarik untuk dicatat bahwa kondisi lintasan yang basah sejak pagi membuat pit lane terasa sangat sunyi di dua jam pertama. Bukan hanya hujan, tetapi juga angin kencang mendorong tim untuk berhati-hati, karena sebagian besar memilih untuk melakukan sedikit atau tidak sama sekali pencatatan waktu putaran. Bahkan hingga sesi berakhir, tercatat hanya sekitar setengah dari total 28 pembalap Moto2 yang turun ke lintasan.

Beberapa nama besar memilih untuk “puasa” demi menghindari risiko cedera sebelum musim benar-benar dimulai di Buriram nanti. Mereka yang absen antara lain:

  • KTM Ajo: Jose Antonio Rueda dan Collin Veijer.

  • Marc VDS: Aron Canet dan Deniz Öncü.

  • Fantic Racing: Barry Baltus.

  • Gresini Moto2: Sergio Garcia dan Alonso Lopez.

Taiyo Furusato: Kejutan Sang Rookie

Sorotan utama jatuh pada pembalap asal Jepang, Taiyo Furusato. Meskipun berstatus rookie, Furusato menunjukkan adaptasi yang luar biasa dengan motor Moto2 milik Honda Team Asia di kondisi sulit.

Furusato berhasil mencatatkan waktu tercepat dengan 1:56,436 (tepatnya sekitar 0,895 detik lebih cepat dari catatan awal Mario Aji). Keberaniannya melibas rollercoaster Portimao di saat aspal masih minim grip memberikan sinyal bahwa talenta Asia ini punya potensi besar dalam hal feeling kontrol motor.

3. Mario Aji: Spesialis Hujan Kembali Beraksi

Pembalap kebanggaan Indonesia, Mario Aji, kembali membuktikan reputasinya sebagai “Rain Master”. Mario sempat memimpin tabel waktu cukup lama dengan catatan 1:57,3 menit. Walaupun pada akhir sesi posisinya sedikit tergeser oleh rekan setimnya dan pembalap lain seperti Ivan Ortola serta Ferrandez (Pramac), konsistensi Mario di trek basah adalah modal penting.

Ini menunjukkan bahwa secara fisik dan mental, Mario sudah siap menghadapi musim 2026, terutama dalam skenario balapan Basah/ Hujan.

4. Marathon Man: Luca Lunetta

Jika bicara soal kerja keras, Luca Lunetta (SpeedRS) layak mendapat apresiasi. Di saat pembalap lain ragu keluar garasi, anak didik Luca Boscoscuro ini melahap hampir 70 lap! Lunetta sepertinya ingin memaksimalkan setiap menit durasi kontrak 3 tahun yang baru ia tandatangani dengan memahami karakter sasis Boscoscuro sedalam mungkin.

Analisis Lap Time: Masih Sangat Jauh!

Sebagai perbandingan analitis, kita tidak bisa menjadikan lap time tes ini sebagai patokan kekuatan murni untuk dry race. Sebagai gambaran:

  • Best Lap Tes (Basah): 1:56 – 1:57-an.

  • Rekor Kualifikasi (Kering): 1:41,1 (Diogo Moreira, Nov 2025).

Ada selisih hampir 15-16 detik. Artinya, para pembalap masih bermain sangat aman dan lebih fokus pada pengumpulan data elektronik serta ergonomi motor dalam kondisi minim traksi.

Tes Portimao kali ini sepertinya belum memberikan gambaran peta kekuatan yang utuh karena faktor cuaca. Namun, dominasi Honda Team Asia di posisi atas (Furusato & Mario Aji) memberikan suntikan moral yang besar bagi tim moto2 pabrikan sayap mengepak tersebut.

Seluruh mata kini tertuju pada tes selanjutnya di Jerez (16-17 Februari). Dengan karakter sasis yang lebih menuntut dan harapan cuaca yang lebih bersahabat, di sanalah “kartu” para kontestan Moto2 2026 yang sesungguhnya akan mulai terbuka.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

8 COMMENTS

    • Loh, selisih hampir 15-16 detik kan karena basah, hadeeeeh. Wak Haji, jangan pake AI kalo kek gini, lah. Bukan berarti main aman, tapi ya emang antara hujan dan kering kan beda kecepatannya, gak mungkin kalo basah bisa sekenceng di kondisi kering, lah.

    • rain master ini seringnya jadi semacam “juara seri di sejuta pabrikan berbeda” bawaan fans anu

      bagus, tp ga jadi apaapa wkwkwk

  1. Loh, selisih hampir 15-16 detik kan karena basah, hadeeeeh. Wak Haji, jangan pake AI kalo kek gini, lah. Bukan berarti main aman, tapi ya emang antara hujan dan kering kan beda kecepatannya, gak mungkin kalo basah bisa sekenceng di kondisi kering, lah.

    • td artikel tentang Pirelli saat tayang pertama judulnya: “Judul: Waduh…. ” Keliahatan banget Wak Haji copas dr AI. Lalu beberapa saat kemudian kata “Judul” tsb dihapus.

Comments are closed.

TERBARU

KONTEN PILIHAN

MOTOGP